Asian Para Games 2026: Para Angkat Berat Indonesia Tambah Perak

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:14 WIB
Asian Para Games 2026: Para Angkat Berat Indonesia Tambah Perak
Trio lifter Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi berhasil meraih perak di nomor mixed team event. [Kemenpora]

astakom.com, Jakarta — Tim para angkat berat (para powerlifting) Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10/2026). Medali perak tersebut dipersembahkan oleh trio lifter Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi yang turun di nomor mixed team event.

Bertanding di Nagoya City Trade & Industry Center, langkah heroik tim Merah Putih untuk menyegel medali emas harus kandas secara dramatis usai bersaing ketat dengan wakil Irak yang diperkuat Zahra Al-Obaidi, Muslim Al-Sudani, dan Mustafa Radhi.

Tumbangkan tim kuat China dan drama satu poin kontra Irak

Perjalanan Indonesia di nomor beregu campuran ini diawali dengan menempati peringkat keempat pada babak kualifikasi guna menyegel tiket ke fase gugur head-to-head. Kejutan besar langsung ditorehkan trio Merah Putih di babak tersebut dengan menyingkirkan tim kuat Tiongkok, setelah salah satu lifter andalan mereka, Yi Zou, gagal mengeksekusi angkatannya.

Melaju ke partai puncak, persaingan memperebutkan emas berlangsung sangat menegangkan. Ni Nengah Widiasih, Hilman, dan Abdul Hadi tampil solid dan konsisten hingga berhasil mengumpulkan total 377,31 poin.

Namun, dewi fortuna berpihak kepada kubu lawan di masa-masa akhir. Lifter pamungkas Irak, Mustafa Radhi, sukses mengangkat beban seberat 207 kg yang mendongkrak akumulasi nilai Irak menjadi 378,99 poin, memastikan keunggulan tipis 1,68 poin atas Indonesia.

Koordinator pelatih angkat berat Indonesia, Coni Ruswanta, mengapresiasi daya juang para anak asuhnya yang sanggup tampil lepas hingga melampaui prediksi awal.

"Kami sangat bersyukur. Hasil ini memang di luar dugaan. Anak-anak bermain lepas dan memberikan kemampuan terbaik mereka," ujar Coni dalam keterangan rilis yang diterima astakom.com.

"Ternyata kami bisa menembus babak final. Meskipun pada akhirnya lawan memang lebih kuat dan kami hanya berselisih satu poin, kami tetap bersyukur," lanjutnya.

Penebusan dosa Abdul Hadi dan momen bersejarah Widiasih

Luapan haru tak terbendung dari Abdul Hadi seusai memastikan medali perak di tangan. Bagi Hadi, hasil ini merupakan penebusan kegagalan setelah sebelumnya tampil kurang maksimal di nomor 49 kilogram putra perorangan lantaran kendala kebugaran.

"Saya membayar utang yang kemarin. Kemarin kondisi saya tidak fit, jadi di sinilah saya membayarnya," kata Hadi.

"Terasa deg-degan juga tadi, tetapi emosionalnya ada. Kami bertiga dan tim tetap berdoa di dalam, tetap tenang. Alhamdulillah ini yang terbaik," tambahnya.

Hal senada disampaikan lifter senior Ni Nengah Widiasih, yang menyoroti betapa bersejarahnya kemenangan atas Tiongkok pada fase sebelumnya.

"Kuncinya ada di head to head musuh China, di mana kita enggak ada sejarah bisa menang lawan China. Selain itu, ada faktor keberuntungan juga," ujar Widiasih.

Widiasih pun mengakui tingginya tekanan mental yang dirasakan para lifter di balik panggung pertandingan.

"Yang pasti sangat bersyukur ya, karena perjuangan kami di mix team ini sangat berat. Kami pun tidak menyangka bisa dapat perak, karena perunggu pun berat banget bagi kami. Tadi tegang banget di belakang pas head-to-head sama China, Uzbekistan, dan Irak," jelasnya.

"Di angkatan terakhir kita saling berpegangan, semuanya sama-sama gugup di belakang. Tetapi kami bersyukur banget di hari terakhir ini bisa menutup dengan perak untuk tim powerlifting," pungkas Widiasih.

Lewatkan Bahrain demi matangkan kualifikasi Paralimpiade LA 2028 di Meksiko

Tambahan perak dari nomor mixed team event ini menggenapkan perolehan kontingen para angkat berat Indonesia di Asian Para Games 2026 dengan total 2 medali perak dan 5 medali perunggu.

Tim pelatih kini segera mengalihkan bidikan ke rangkaian kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028. Nama-nama seperti Ni Nengah Widiasih, Sriyanti, Siti Mahmudah, dan Sebrioni di kelompok putri, serta Abdul Hadi di sektor putra menjadi pilar yang disiapkan secara khusus.

Demi menjaga kondisi fisik atlet setelah mengarungi turnamen berat di Jepang, Indonesia memutuskan menepi dari kalender kejuaraan di Bahrain dan memilih fokus pada turnamen wajib di Meksiko tahun depan.

"Event terdekat sebenarnya ada di Bahrain. Namun, kami tidak ingin mengambil risiko karena tim baru saja menyelesaikan kompetisi. Kami kemungkinan tidak berangkat," ungkap Coni.

"Tahun depan kami harus mengikuti kejuaraan di Meksiko. Kejuaraan tersebut wajib diikuti karena menjadi salah satu syarat agar bisa tampil di Paralimpiade," jelasnya.

"Harapannya kami bisa memperbaiki peringkat dunia para atlet. Saat ini mbak Siti berada di peringkat keempat dan mbak Sriyanti di peringkat kelima. Jika peringkat mereka naik, posisi menuju Paralimpiade akan semakin aman," tutup Coni. (ACwan/RaM)

Gen Z Takeaway

Plot twist dan tensi tinggi sampai detik terakhir! Nggak ada yang nyangka tim mix para powerlifting Indonesia bisa bikin sejarah numbangin raksasa China di head-to-head. Meski kalah tipis satu poin dari Irak gara-gara angkatan monster 207 kg di detik akhir, medali perak ini bener-bener berasa emas buat Ni Nengah, Hilman, dan Abdul Hadi yang sukses lunasin utang. Sekarang rehat sejenak, skip Bahrain, lalu gaspol amankan tiket Paralimpiade LA 2028 di Meksiko!

Ni Nengah Widiasih Abdul Hadi Hilman Wilastra Asian Para Games 2026 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Infografis

Terkini