Malaysia Bawa Isu Karhutla ke ASEAN, Begini Respons Kemlu RI

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Henni Rachma Sari
Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:34 WIB
Malaysia Bawa Isu Karhutla ke ASEAN, Begini Respons Kemlu RI
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Mulachela (astakom / Nadiah)

astakom.com, Jakarta – Ancaman bencana asap lintas batas kembali membayangi kenyamanan masyarakat di kawasan Asia Tenggara. Menyikapi kekhawatiran negara-negara tetangga terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menangani isu tersebut secara serius demi menjaga kualitas udara dan kesehatan publik.

Respons Kemlu RI

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Mulachela menyatakan memahami keresahan yang dialami negara tetangga seperti Malaysia, mengingat dampak polusi udara dan kabut asap dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan. Oleh karena itu, Indonesia membuka diri terhadap berbagai dialog serta kerja sama kawasan untuk menanggulangi penanganan karhutla.

"Terkait dengan concern yang disampaikan oleh negara-negara tetangga, tentu kita memahami hal ini karena memang dampaknya juga dirasakan di negara-negara tetangga" ucap Vahd Nabyl Juru Bicara Kemlu RI pada agenda Press Briefing Kamis, (22/10/2026), di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

"Sebetulnya kita lihat bahwa isu ini adalah isu yang perlu ditangani secara serius dan Pemerintah Indonesia sangat serius dalam menangani hal ini" paparnya.

Mekanisme ASEAN Sudah Ada

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa usulan untuk membahas isu karhutla di tingkat regional sebenarnya bukan hal baru. Mekanisme dialog dan penanganan kabut asap di lingkup ASEAN sejauh ini sudah terbentuk serta terus berjalan melalui berbagai kesepakatan yang ada.

"Dan terkait dengan usulan untuk dibawa ke tingkat ASEAN, sebetulnya mekanisme ASEAN yang membahas tentang isu ini sendiri sudah established, sudah ada dan sudah berjalan" jelasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan transparansi, Indonesia siap mempertimbangkan penguatan kerja sama di tingkat regional. Penanganan di lapangan akan disesuaikan dengan kondisi riil agar solusi yang diambil tepat sasaran serta cepat meredakan titik api.

"Dan tentunya dengan semangat untuk kerja sama, dialog, dan mengupayakan untuk bisa sesegera mungkin mengatasi masalah ini, Indonesia akan mempertimbangkan untuk kerja sama ini bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang berjalan di lapangan" ungkapnya.

Kaji Bantuan Mitra

Mengenai wacana bantuan teknis maupun skema penanganan dari negara mitra, pemerintah Indonesia menegaskan posisi yang fleksibel. Setiap tawaran dukungan akan dikaji sesuai dengan kebutuhan nyata di area terdampak karhutla.

"Pak Menlu juga sudah menyampaikan bahwa pada intinya pemerintah melihat setiap bantuan-bantuan dari negara-negara mitra ini bisa kita lihat sesuai dengan kebutuhan yang artinya teknis masih terus dilakukan pembahasannya" ujarnya.

Komitmen Diplomasi

Langkah diplomasi lingkungan ini menegaskan bahwa Indonesia tidak tinggal diam dalam mengatasi Karhutla. Kolaborasi regional melalui mekanisme ASEAN yang komprehensif diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi ketahanan lingkungan di Asia Tenggara.

"Namun untuk konteks ASEAN sendiri, itu merupakan salah satu dari sekian banyak mekanisme kerja sama yang sudah berjalan untuk mengatasi tentang isu ini" jelasnya. (nAD/RaM)

Gen Z Takeaway

Soal isu kabut asap karhutla yang disorot Malaysia, Indonesia nggak tinggal diam dan ngomong "we got this!". Kemlu RI tegaskan kalau forum diskusi ASEAN buat masalah ini sebenarnya udah ada dan jalan dari dulu, bukan hal baru. Indonesia tetap terbuka buat teamwork dan terima bantuan teknis dari negara tetangga, asal bentuk bantuannya sesuai dengan kondisi riil dan kebutuhan di lapangan.

Malaysia Karhutla Dampak Karhutla ASEAN Kemlu

Infografis

Terkini