Kapolri Koordinasi dengan China untuk Tangkap Dalang di Balik Lab Narkoba di Aceh
astakom.com, Jakarta — Polisi memburu pengendali utama laboratorium narkotika rahasia di Pidie, Aceh, setelah menyita 1,2 ton sabu. Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus laboratorium sabu terbesar di Indonesia.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, tim gabungan masih mengejar lima orang dalam daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga berkoordinasi dengan China untuk menangkap pengendali utama berinisial LS.
"Tim saat ini masih memburu para daftar pencarian orang atau DPO meliputi pengatur lapangan berinisial Z, ES, J, BR, SS serta berkoordinasi dengan NC City Tiongkok untuk menangkap pengendali utama, yaitu Saudara LS," ujar Suyudi saat konferensi pers di Aceh, Jumat (23/10/2026).
Polisi telusuri ponsel dan aliran dana
Penyidik akan memeriksa enam ponsel yang ditemukan di lokasi penggerebekan. Polisi juga menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menelusuri aliran dana jaringan tersebut.
"Kami akan mendalami forensik digital terhadap 6 telepon genggam yang ditemukan di TKP dan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang atau TPPU guna memiskinkan jaringan ini," ujarnya.
Dua toko jadi pabrik sabu
Penggerebekan dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Petugas menemukan dua toko yang dialihfungsikan menjadi laboratorium sabu.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan laboratorium tersebut diduga terhubung dengan sindikat narkoba internasional yang melibatkan China, Malaysia, dan Indonesia.
Di lokasi, petugas menangkap lima tersangka berinisial LJ, F, MY, AK, dan AY. Mereka diduga terlibat dalam aktivitas laboratorium tersebut.
Petugas turut menyita 20 drum sabu cair dan sekitar 500 kilogram sabu kristal. Total barang bukti yang diamankan mencapai 1,2 ton bruto.
Polisi kini mendalami bukti yang ditemukan dan memburu para DPO untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menggandeng China untuk memburu pengendali utama laboratorium sabu di Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan ini, polisi menyita 1,2 ton sabu dan menetapkan lima orang dalam daftar pencarian orang (DPO). Penyidik juga menelusuri enam ponsel serta aliran dana melalui penerapan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk membongkar jaringan narkoba lintas negara.









