Asian Para Games 2026: Ratri/Hikmat Kalahkan Wakil Indian, Cetak Sejarah 4 Emas Beruntun

Editor: A. Cuwantoro
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:44 WIB
Asian Para Games 2026: Ratri/Hikmat Kalahkan Wakil Indian, Cetak Sejarah 4 Emas Beruntun
Ratri/Hikmat berhasil mengalahkan Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar dengan skor 11-21, 21-19 dan 21-14. [Kemenpora]

astakom.com, Jakarta — Atlet para bulu tangkis kebanggaan Indonesia, Leani Ratri Oktila, kembali mencetak sejarah di ajang Asian Para Games 2026. Berpasangan dengan Hikmat Ramdani di nomor ganda campuran klasifikasi SL3-SU5, duet andalan Merah Putih ini sukses merebut medali emas usai menumbangkan wakil India di Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026).

Kemenangan ini memastikan Ratri menorehkan rekor bersejarah berupa torehan quattrick atau empat medali emas ganda campuran Asian Para Games secara beruntun sejak Incheon 2014, Jakarta 2018, Hangzhou 2022, hingga Nagoya 2026. Raihan tersebut sekaligus menjadi keping emas ke-11 bagi kontingen Indonesia di Nagoya.

Comeback tiga gim dan sengitnya laga final

Medali emas tersebut diraih melalui pertarungan sengit selama 51 menit. Di partai puncak, pasangan peraih emas Paralimpiade Paris 2024 ini dipaksa bermain tiga gim oleh pasangan India, Thulasimathi Murugesan/Nitesh Kumar. Ratri/Hikmat sempat takluk 11-21 pada gim pertama sebelum bangkit merebut dua gim berikutnya dengan skor 21-19 dan 21-14.

Ketatnya laga tercermin dari perolehan angka kedua pasangan yang nyaris berbagi poin sama rata, di mana pasangan India mengumpulkan satu poin lebih banyak (54 berbanding 53), serta reli terpanjang yang menyentuh 90 detik.

“Sebenarnya hasil emas ini, kalau saya sama Hikmat secara pribadi sudah menargetkan emas. Cuma saya tidak expect kalau tekanan di dalam lapangan sebesar ini,” ujar Ratri melalui rilis yang diterima redaksi astakom.com.

Ratri mengakui rasa tegang sempat menguasai dirinya di awal laga, kendati rekor pertemuan sebelumnya kerap berpihak pada mereka.

“Saya hanya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah,” ungkapnya.

“Padahal sebelum-sebelumnya kita cukup mudah, cukup enjoy melawan pasangan India ini,” tambah Ratri.

Beban Ratri bertambah lantaran pada hari yang sama ia baru saja merampungkan partai final tunggal putri dan harus puas membawa pulang medali perak.

“Saya barusan juga final di single dan kalah tadi. Mungkin kalau saya bangkit dari situ, memulai dari awal lagi kan sulit. Tapi kalau untuk mixed double, saya sebenarnya selalu percaya diri,” tuturnya.

Ketenangan, komunikasi, dan dukungan tribun

Momen kebangkitan pasangan Indonesia turut dipicu oleh sorakan suporter Merah Putih di tribune penonton saat laga berada di situasi sulit.

“Di poin-poin awal saja, ketika senyap, saya tahu penonton Indonesia banyak. Tapi ketika senyap, saya tahu mereka mungkin belum dapat menerima kami, karena kami memang ketinggalan jauh. Tapi ketika ada suara itu, tetap menambah motivasi,” ujar Hikmat.

Menurut Hikmat, kunci keberhasilan membalikkan situasi terletak pada kontrol emosi dan koordinasi yang intens di arena pertandingan.

“Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan, saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita,” katanya.

Bagi Ratri, nomor ganda campuran merupakan fokus utama yang diasah setiap hari bersama Hikmat sehingga target emas sudah dipatok sejak awal.

“Karena memang mixed double nomor favorit saya, nomor yang memang saya latihan setiap hari. Saya sama Hikmat itu latihannya setiap hari untuk mixed double. Jadi kalau emas di mixed double, saya sudah mengira akan emas. Cuma nggak mengira kalau bakalan seramai ini aja mainnya,” ungkapnya.

Keduanya mempersembahkan prestasi tertinggi ini untuk keluarga tercinta.

“Tetap orang tua,” ucap Ratri singkat.

Koleksi 12 medali dan tatap Paralimpiade LA 2028

Keberhasilan di Nagoya melengkapi pencapaian Ratri yang kini mengoleksi total 12 medali sepanjang keikutsertaannya di Asian Para Games, yang terdiri dari 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu:

  • Incheon 2014: Emas ganda campuran, perak ganda putri, perunggu tunggal putri.
  • Jakarta 2018: Emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri.
  • Hangzhou 2022: Emas ganda campuran, emas ganda putri, perak tunggal putri.
  • Nagoya 2026: Emas ganda campuran, perak tunggal putri, perunggu ganda putri.

Usai merampungkan laga di Nagoya, Ratri dan Hikmat langsung mengarahkan fokus untuk menjaga konsistensi demi mempertahankan supremasi di Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Semoga saya sehat, lebih kesehatan untuk bisa tampil di LA. Target otomatis saya sekarang untuk bisa tampil di LA,” tegas Ratri.

Konsistensi pasangan ini mempertegas performa mereka di panggung dunia setelah sebelumnya menyabet emas Paralimpiade Paris 2024, emas Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton 2024 di Pattaya dan 2026 di Manama, emas ASEAN Para Games tiga edisi beruntun, serta sederet gelar sirkuit internasional sepanjang 2026. (ACwan/RaM)

Gen Z Takeaway

Empat edisi beruntun selalu bawa pulang emas, Leani Ratri Oktila sah jadi legenda hidup para bulu tangkis Asia! Meski sempat drop mental dan fisik usai final tunggal putri serta kalah telak di gim pertama, chemistry dan ketenangan Ratri bareng Hikmat Ramdani sukses membalikkan keadaan lawan India lewat reli gila-gilaan 90 detik. Koleksi 12 medali di Asian Para Games jadi bukti dominasi mutlak sebelum bersiap tempur di Paralimpiade LA 2028!

Ratri/Hikmat Asian Para Games 2026 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026

Infografis

Terkini