Pantang Mundur! Aksi Irwan Sandi Berjuang Tak Henti Padamkan Karhutla Sejak Juni 2026

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Pantang Mundur! Aksi Irwan Sandi Berjuang Tak Henti Padamkan Karhutla Sejak Juni 2026
Irwan Sandi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ilir (OKI). [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan pemerintah melalui berbagai langkah mitigasi dan pemadaman. Upaya ini telah berlangsung sejak jauh hari untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Irwan Sandi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menjadi salah satu saksi perjuangan tersebut. 

Berdasarkan laporan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, yang diterima astakom.com, Kamis (22/10/2026), Ia bersama tim gabungan telah diterjunkan untuk memadamkan api di Desa Cengal, OKI, Sumatera Selatan, sejak Juni 2026.

Hingga pertengahan Oktober, Irwan dan anggota Satuan Tugas (Satgas) masih berjibaku di lapangan. Di mana ada api, di situ Irwan dan tim berupaya melakukan pemadaman.

Persiapan APD jadi rutinitas sebelum bertugas

Sebelum turun ke lapangan, Irwan selalu memastikan seluruh perlengkapan di Kantor BPBD OKI siap digunakan. Alat pelindung diri (APD) menjadi prioritas, mulai dari helm, masker, hingga sepatu bot. Setelah itu, ia menyiapkan peralatan pemadaman dan memastikan personel siap bertugas.

“Kalau persiapan untuk APD-nya mulai dari helm, masker, hingga sepatu boots. Sesudah itu baru peralatan. Menyusun personel, persiapan personel, setelah lengkap, mulai berangkat,“ kata Irwan ditemui sebelum memulai aktivitas memadamkan api.

Irwan telah bergabung sebagai petugas BPBD OKI sejak 2018. Selama bertugas, ia sudah menghadapi empat siklus karhutla, yakni pada 2018, 2021, 2023, dan 2026.

“Pada 2018, 2021, 2023, dan sekarang terjadi di 2026,” kata Irwan.

Pemadaman di lahan gambut butuh teknik khusus

Menurut Irwan, operasi pemadaman karhutla melalui jalur darat yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto dinilai efektif, terutama untuk menangani kebakaran di lahan gambut.

Berbeda dengan tanah mineral, sumber api di lahan gambut bisa berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus agar api tidak kembali menyala dan merambat ke area yang belum terbakar.

“Kalau tanah mineral tidak memerlukan upaya lebih untuk pemadaman. Hanya perlu disiram dan langsung padam. Berbeda halnya di lahan gambut, ada teknik khusus untuk pemadamannya agar tidak menjalar ke lahan yang belum terbakar,” kata Irwan.

Ia juga menjelaskan bahwa pemadaman melalui udara atau water bombing tidak cukup efektif untuk meredakan kebakaran yang terjadi di lahan gambut.

Menahan rindu demi keselamatan di lapangan

Di balik perjuangannya memadamkan api, Irwan harus menghadapi tantangan lain, yakni berjauhan dengan istri dan anak-anaknya. Tugas di tengah hutan membuatnya kerap meninggalkan keluarga dalam waktu yang tidak menentu.

Saat rasa rindu datang, Irwan berusaha menghubungi keluarganya melalui telepon. Namun, keterbatasan sinyal di lokasi tugas sering membuat komunikasi tidak berjalan lancar.

“Pasti (berkomunikasi), tapi kalau ada sinyal. Karena, secara keberadaan saya pasti di dalam hutan,” kata dia.

Meski begitu, Irwan tetap berusaha menjaga komunikasi untuk menenangkan istri dan anak-anaknya. Ia juga meminta keluarga untuk terus mendoakan keselamatan, kesehatan, dan kelancaran tugasnya.

“Untuk ibu (istri) di rumah dan anak-anak, doakan Ayah supaya sehat dan selamat dalam bekerja,” tutur dia. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Irwan Sandi, petugas BPBD Ogan Komering Ilir, telah berjibaku memadamkan karhutla sejak Juni 2026. Berbekal pengalaman menghadapi empat siklus karhutla, ia menilai pemadaman darat efektif untuk menangani api di lahan gambut. Di balik tugasnya, Irwan juga harus menahan rindu kepada keluarga demi menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah kebakaran meluas.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Pemadaman Karhutla Penanganan Karhutla

Infografis

Terkini