Manajemen PT Virgo Karya Shipping Prioritaskan Pencarian Korban Sebelum Salvage

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:33 WIB
Manajemen PT Virgo Karya Shipping Prioritaskan Pencarian Korban Sebelum Salvage
Pesawat P-8301 Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal mendeteksi keberadaan MV Virgo Transport 8 dalam kondisi tenggelam dan terbalik di perairan Laut Jawa, pada Minggu (13/09/2026). [Dok. Puspenerbal]

astakom.com, Jakarta – Upaya menemukan korban yang masih hilang dalam insiden tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 masih menjadi perhatian manajemen kapal. PT Virgo Karya Shipping menyatakan pencarian jenazah diupayakan lebih dulu sebelum operasi salvage atau pengangkatan bangkai kapal ke permukaan dilakukan secara penuh.

Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi, menyampaikan hal tersebut saat audiensi bersama keluarga korban di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, pada Selasa (20/10/2026).

“Kami mengutamakan sisi kemanusiaan terlebih dahulu sehingga diupayakan jenazah bisa ditemukan sebelum salvage dilakukan,” ujar Simson.

Pemetaan kapal dan pemulihan minyak dilakukan

Dalam pertemuan tersebut, Simson menjelaskan bahwa tim penyelam masih melakukan pemetaan kondisi bangkai kapal yang berada di bawah perairan Laut Jawa. Proses ini turut mendapat pengawasan dari Basarnas dan, menurut Simson, telah berlangsung selama lima hari.

Tahapan berikutnya mencakup oil recovery, yakni pengambilan minyak dan limbah bahan bakar dari kapal yang tenggelam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah bahan bakar mencemari perairan sebelum tahapan penanganan bangkai kapal berlanjut.

“Dari tahapan ini kita upayakan SAR salvage dengan mencari sisa korban yang mungkin masih terjebak di dalam kapal,” jelasnya.

Simson menegaskan, operasi salvage secara penuh baru akan dilakukan setelah dipastikan tidak ada lagi jenazah yang tertinggal. Pelaksana pengangkatan bangkai kapal nantinya merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh pihak asuransi.

“Setelah semuanya telah clear dan dipastikan tidak ada lagi jenazah maka selanjutnya baru akan dilakukan operasi salvage secara penuh oleh perusahaan yang ditunjuk pihak asuransi,” katanya.

Operasi salvage diperkirakan bisa berlangsung 30 hari

Menurut Simson, proses pengangkatan bangkai kapal dapat memakan waktu hingga 30 hari apabila berjalan lancar. Durasi pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi arus perairan dan cuaca di lokasi.

“Operasi salvage ini jika lancar prosesnya bisa sampai 30 hari tergantung kondisi arus perairan dan cuaca,” jelasnya.

Operasi tersebut menjadi salah satu tahapan yang diharapkan dapat membantu pencarian korban yang diduga masih berada di dalam bangkai kapal. Meski demikian, pelaksanaan dan perkiraan durasinya tetap bergantung pada kondisi di lapangan.

Berdasarkan laporan pada Selasa (20/10/2026), sebanyak 53 korban masih belum ditemukan sejak KMP Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Dari total 243 penumpang dan awak kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, sebanyak 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Pencarian korban KMP Virgo Transport 8 masih menjadi fokus penanganan, sementara pemetaan bangkai kapal dan pemulihan minyak disiapkan sebagai bagian dari tahapan menuju operasi salvage. Kepastian kondisi kapal serta faktor arus dan cuaca akan berpengaruh terhadap proses selanjutnya.

KMP Virgo Transport 8 Korban KMP Virgo Transport 8 Salvage KMP Virgo Transport 8 Perkembangan Operasi Sar KMP Virgo

Infografis

Terkini