Kondisi Terkini Korban KMP Batumandi: 6 Orang Sempat Sesak dan 'Shock', Dirut ASDP Sebut Semua Selamat
astakom.com, Jakarta – Insiden kebakaran menimpa KMP Batumandi saat kapal tersebut melintasi alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10/2026) sore. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara proses penanganan masih dikoordinasikan oleh jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama sejumlah unsur terkait.
Melansir dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Yogie Nugraha, menyebut keselamatan penumpang dan awak menjadi fokus utama sejak laporan kejadian diterima. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat. Begitu menerima informasi kejadian, petugas segera melakukan koordinasi dengan VTS Merak, unsur pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi,” jelas Yogie.
Jumlah korban
Sementara itu, Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan korban ada 6 orang. "Korban tadi ada enam orang, yang memang satu shock, karena situasinya chaos, ada yang sesak napas, ada yang luka ringan, ada yang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit, sekarang sudah pulang ke rumahnya. Tidak ada (korban jiwa)," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, Rabu (21/10/2026).
Kebakaran dilaporkan saat kapal menuju Pelabuhan Merak
Informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyebutkan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, KMP Batumandi sedang memasuki alur penyeberangan Merak setelah bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB.
Laporan awal yang diterima VTS menyebutkan api berasal dari kamar mesin kapal. Merespons kondisi darurat tersebut, petugas langsung meneruskan informasi kepada unsur terkait dan mengoordinasikan bantuan, termasuk kapal tunda dan kapal penyeberangan, untuk mendukung pemadaman serta penyelamatan penumpang dan awak.
Proses evakuasi kemudian mendapat dukungan KMP Royce 1. Berdasarkan laporan yang diterima VTS Merak pada pukul 16.56 WIB, seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dipindahkan ke kapal tersebut.
"Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut. Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat," ujar Yogie.
Sejumlah unsur laut terlibat dalam penanganan
Penanganan kebakaran turut didukung sejumlah kapal dan petugas dari berbagai instansi. Unsur yang terlibat meliputi TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta Bea Cukai melalui BC 9006.
Di tengah proses penanganan, VTS Merak tetap memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan unsur di lapangan. Koordinasi ini diperlukan untuk menyampaikan informasi keadaan darurat sekaligus membantu mengarahkan dukungan di perairan sekitar lokasi.
"VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi keadaan darurat serta pengerahan bantuan di perairan sekitar lokasi kejadian," ungkapnya.
Yogie mengatakan, langkah penanganan berikutnya tetap memperhatikan keselamatan personel serta keamanan aktivitas pelayaran di sekitar lokasi. Koordinasi dengan pihak terkait juga dilanjutkan untuk mendukung pemeriksaan setelah kejadian.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan. Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” jelas.
Penyebab kebakaran masih menunggu pemeriksaan
Hingga keterangan resmi ini tersebut diterbitkan, penyebab kebakaran KMP Batumandi belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan pemicu insiden tersebut. Adapun informasi lanjutan mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.
Ditjen Perhubungan Laut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang membantu proses evakuasi dan penanganan kebakaran. Respons petugas serta koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menghadapi keadaan darurat di sektor transportasi laut.
"Kami mengimbau seluruh operator kapal untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna melindungi penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut," ucapnya. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi setelah kapal mengalami kebakaran di alur masuk Merak. Penanganan melibatkan sejumlah unsur laut dan instansi terkait, sedangkan penyebab insiden masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.









