Pesawat NC-212 TNI AU Jalankan Modifikasi Cuaca Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Pesawat NC-212 TNI AU Jalankan Modifikasi Cuaca Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan
Pesawat NC-212 TNI AU jalankan modifikasi cuaca untuk bantu tangani karhutla di Kalimantan (TNI AU)

astakom.com, Jakarta – Upaya menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus dilakukan melalui dukungan operasi udara. TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan pesawat NC-212 bernomor registrasi A-2107 untuk menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terutama di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Melansir dari media nasional pada Selasa, (20/10/2026), misi tersebut didukung Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pangkalan udara ini membantu menyiapkan fasilitas penerbangan dan personel agar pelaksanaan operasi dapat berjalan sesuai rencana.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita menjelaskan dukungan pangkalan udara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan misi tersebut.

“Lanud Sjamsudin Noor memfasilitasi penuh OMC menggunakan pesawat TNI AU melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” jelas Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru.

Dua penerbangan bawa bahan semai berbeda

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui dua sortie atau penerbangan misi. Pada penerbangan pertama, pesawat beroperasi di atas wilayah Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.

Dalam sortie tersebut, pesawat menebarkan 567 kilogram bahan semai berupa dry ice dengan durasi penerbangan selama 2 jam 5 menit. Misi kemudian dilanjutkan ke wilayah Palangka Raya dan Barito Kuala dengan membawa 800 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai. Penerbangan kedua berlangsung selama 1 jam 50 menit.

Jika dijumlahkan, kedua penerbangan tersebut membawa total 1.367 kilogram bahan semai. Pelaksanaannya menyasar kawasan rawan karhutla di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan wilayah sekitarnya.

Lanud pastikan kesiapan fasilitas dan personel

Dukungan Lanud Sjamsudin Noor tidak hanya berkaitan dengan penggunaan fasilitas penerbangan. Kesiapan personel dan sarana pendukung juga menjadi perhatian agar proses penaburan bahan semai di udara dapat dilakukan secara aman dan tepat sasaran.

Hilman menegaskan bahwa jajarannya mengoptimalkan kemampuan pangkalan untuk menunjang kelancaran operasi tersebut.

“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” ucap.

Ia juga menyampaikan harapan agar upaya penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu dapat membantu menekan potensi titik api dan menjaga kondisi lingkungan.

“Langkah taktis penanganan karhutla secara terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi titik api secara berkelanjutan demi menciptakan ruang udara dan lingkungan yang aman,” kata Danlanud.

Sebelumnya, dalam rilis resmi pada 10 September 2026, TNI AU juga melaporkan dukungan pesawat Cassa NC-212 untuk OMC di Kalimantan. Hingga 10 September, operasi yang melibatkan pesawat TNI AU dan pesawat Caravan dari BNPB itu telah mencapai 69 sortie dengan total 56.800 kilogram NaCl yang disemai. Data tersebut merupakan catatan pelaksanaan hingga tanggal pelaporan, bukan akumulasi terbaru per 20 Oktober 2026.

Pelaksanaan OMC menjadi salah satu upaya yang ditempuh bersama untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran. Hasilnya tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan cuaca, sehingga operasi ini menjadi bagian dari penanganan karhutla yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.

Gen Z Takeaway

Penanganan karhutla di Kalimantan nggak hanya mengandalkan pemadaman di darat, tetapi juga dukungan dari udara melalui OMC. Dalam misi terbaru yang diberitakan pada 20 Oktober 2026, pesawat NC-212 TNI AU menjalankan dua penerbangan dengan total 1.367 kilogram bahan semai. Meski begitu, modifikasi cuaca bukan jaminan hujan akan turun di seluruh wilayah sasaran, sehingga pemantauan kondisi cuaca dan penanganan karhutla secara terpadu tetap diperlukan.

Karhutla Kebakaran Hutan dan Lahan Modifikasi Cuaca Operasi Modifikasi Cuaca optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Pesawat NC-212 TNI AU

Infografis

Terkini