Biar Gak Ribet dan Makin Cuan, Presiden Prabowo Gaspol Hilirisasi Plus Pangkas Izin Investasi!
astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia makin serius bikin iklim investasi di Tanah Air makin ramah, cepat, dan transparan. Nggak cuma ngejar angka nominal yang fantastis, fokus utama yang dikejar saat ini adalah kualitas dari investasi itu sendiri.
Langkah strategis tersebut menjadi pokok pembahasan utama dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2026. Fokusnya jelas: genjot hilirisasi industri dan babat habis birokrasi perizinan yang lambat!
Tren hilirisasi meroket: Dari nikel hingga baterai EV
Sektor hilirisasi terbukti jadi motor penggerak utama ekonomi nasional saat ini. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, membeberkan porsi kontribusi hilirisasi terhadap total investasi nasional yang terus melonjak tajam.
Jika pada tahun 2024 kontribusinya masih berada di angka 26 persen, pencapaian di triwulan ketiga tahun 2026 ini sudah tembus 35 persen.
“Dan kalau kami melihat trennya biasanya waktu tahun 2024 kontribusi hilirisasi itu masih hanya 26 persen, di triwulan ketiga tahun ini, itu sudah 35 persen,” ujar Rosan dalam keterangan persnya, dikutip astakom.com pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Rosan, pemerintah ingin memastikan setiap modal yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Fokus utamanya bukan sekadar masuknya dana segar, melainkan pembukaan lapangan kerja baru, transfer teknologi, hingga penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Tapi tentunya kita tetap akan mendorong investasi ini untuk terus meningkat menjadi investasi yang berkualitas tentunya, dan juga bisa memberikan dampak yang positif setiap penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.
Pemerintah bakal terus memprioritaskan pengembangan industri berbasis nikel dan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle). Langkah ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara volume produksi, peningkatan mutu produk, serta penguasaan teknologi.
“Jadi seperti yang kita sudah lakukan hilirisasi di nikel ini, di baterai, di EV-baterai, nah itu yang mungkin akan terus kita kembangkan dengan tetap menjaga tentunya stabilitas equilibrium dari produksi kita, produksi nikel kita maupun juga produksi turunannya agar produknya juga makin meningkat, teknologinya makin baik, dan penyerapan tenaga kerjanya dan teknologinya juga berjalan,” jelas Rosan.
Gebrakan fiktif positif: Anti drama perizinan lama
Salah satu kendala terbesar investor selama ini adalah proses perizinan yang memakan waktu lama. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan reformasi birokrasi besar-besaran melalui integrasi sistem perizinan yang melibatkan 28 kementerian dan lembaga, berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025.
Bahkan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM kini menerapkan mekanisme tegas bernama fiktif positif. Jika kementerian teknis terkait tidak menyelesaikan berkas perizinan sesuai batas waktu (service level agreement), maka persetujuan izin akan otomatis diterbitkan oleh Kementerian Investasi/BKPM.
“Jadi apabila dari, mohon maaf, kementerian lain itu agak misalnya mempunyai service level negeri yang 10 hari, 10 hari mereka tidak keluarkan otomatis kementerian kami akan bisa mengeluarkan itu yang namanya fiktif positif dan kami sudah terapkan, dan saya sudah mengeluarkan izin kurang lebih 328 perizinan karena fiktif positif ini,” ungkapnya.
Izin tinggal TKA dipangkas jadi 5 hari
Tidak berhenti di situ, koordinasi antarinstansi juga diperkuat lewat penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kerja sama ini memangkas proses pengurusan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) untuk tenaga kerja asing. Jika sebelumnya proses tersebut bisa memakan waktu satu hingga enam bulan, kini ditargetkan rampung hanya dalam kurun waktu lima hari kerja.
“Dan dari IMIPAS contohnya sudah menyampaikan akan hanya 5 hari, sehingga kembali lagi kan kalau dulu bisa sebulan, kalau dulu sampai 6 bulan, nah kembali lagi ini akan memberikan kepastian, dan juga kepastian dan juga clarity lebih jelas,” katanya.
Langkah-langkah terobosan ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum dan efisiensi waktu, sehingga kepercayaan para investor global maupun lokal meningkat pesat untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
“Karena yang diharapkan investor kan semuanya tentunya adalah kepastian they don’t like surprises nah itu yang kita coba lakukan, mengurangi ketidakpastian baik dari segi perizinan, baik dari segi waktu, baik dari segi investasi itu tugas yang utama, yang kami lakukan adalah mengurangi ketidakpastian untuk para investor baik dalam maupun luar negeri yang akan berinvestasi di Indonesia,” pungkasnya. (aNs)
Gen Z Takeaway
Presiden Prabowo bareng Kabinet Merah Putih lagi gaspol dorong investasi berkualitas di Indonesia lewat strategi hilirisasi industri nikel-baterai EV yang kontribusinya udah meledak sampai 35%, sekaligus no drama memangkas birokrasi perizinan super lamban pakai jurus fiktif positif dan percepatan KITAS TKA cuma 5 hari biar para investor lokal maupun global makin comfy dan dapet kepastian cuan tanpa plot twist!








