DPR Soroti Kasus Polisi Tembak Polisi di Tangsel, Minta Polri Evaluasi Hubungan Senior-Junior

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Senin, 19 Oktober 2026 | 17:32 WIB
DPR Soroti Kasus Polisi Tembak Polisi di Tangsel, Minta Polri Evaluasi Hubungan Senior-Junior
Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil. [Dok. DPR RI]

astakom.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menaruh perhatian serius serta keprihatinan atas insiden kelam di Markas Polairud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).

Dugaan aksi perundungan berujung penganiayaan berat ini berakhir tragis. Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lawai, atau Bharada Valdo harus kehilangan nyawanya akibat tindakan sang junior, Bhayangkara Dua (Bharada) Andika Rahmadani. 

"Komisi III DPR RI prihatin dan menyayangkan peristiwa itu terjadi. Apalagi pelaku dan korban adalah anggota polisi," ujar Nasir kepada wartawan, Senin (19/10/2026).

"Meminta agar kasus ini diusut sampai tuntas," sambung Nasir.

Minta evaluasi hubungan internal

Nasir mengimbau jajaran kepolisian untuk segera memetakan langkah pencegahan dan melakukan perbaikan mendasar di lingkungan kerja.

"Institusi Polri perlu fokus dalam membangun komunikasi yang sehat antara senior dan junior," katanya.

Motif diduga karena persoalan pribadi

Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Bharada Valdo tewas mengenaskan usai menjadi korban penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri di Markas Komando Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026).

Terduga pelaku dalam insiden maut ini adalah rekan kerjanya sendiri di bagian administrasi Pamperslog Ditpoludara, yaitu Bharada Andika Rahmadani.

Berdasarkan laporan awal Kasipropam Korpolairud Baharkam Polri yang disampaikan melalui pengacara keluarga korban, motif peristiwa mengerikan ini diduga dipicu oleh persoalan pribadi. 

Andika mengaku sering disalahkan dan mengalami perundungan (bullying) oleh korban. Karena rasa takut berlebihan, Andika bahkan sudah membawa senjata tajam jenis golok sejak 12 Oktober 2026. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Kasus dugaan perundungan yang berujung tewasnya Bharada Valdo menjadi alarm serius bagi Polri untuk membenahi hubungan senior dan junior di lingkungan kerja. Nasir Djamil mendesak agar kasus ini diusut tuntas sekaligus mendorong evaluasi internal dan penguatan komunikasi yang sehat agar kekerasan tidak terulang.

DPR RI Polisi Tembak Polisi Bharada Valdo Bharada Andika Rahmadani

Infografis

Terkini