Hampir Sebulan! BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan di Flores NTT Sejak 15 Agustus 2026

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 13 September 2026 | 18:02 WIB
Hampir Sebulan! BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan di Flores NTT Sejak 15 Agustus 2026
Aktivitas kegempaan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berhenti sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 / Ilustrasi [BPBD Prov Banten]

astakom.com, Jakarta – Aktivitas kegempaan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum berhenti sejak gempa utama bermagnitudo 7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan pembaruan informasi BMKG, sebanyak 14.993 gempa susulan telah tercatat hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 17.00 WIB.

Menghimpun informasi dari pembaruan BMKG pada Minggu (15/09/2026), rangkaian tersebut merupakan aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores. Aktivitas kegempaan kemudian masih terpantau hingga Minggu, 13 September 2026, dengan kejadian terbaru berada di Kabupaten Nagekeo.

Gempa susulan tembus 14 ribu

Dari total 14.993 kejadian yang terdata, kekuatan gempa susulan tercatat beragam. Hingga Sabtu sore, BMKG mencatat gempa susulan paling kuat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang paling kecil berada pada magnitudo 0,9.

BMKG juga mencatat 38 gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 5,0. Sementara itu, sebanyak 187 gempa susulan dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Dengan begitu, angka 14.993 merupakan akumulasi seluruh gempa susulan yang tercatat dalam rangkaian pascagempa utama, bukan berarti seluruh kejadian memiliki kekuatan besar atau dirasakan masyarakat.

Gempa terbaru di Nagekeo

Rangkaian aktivitas tersebut masih berlanjut pada Minggu dini hari. BMKG mencatat gempa tektonik magnitudo 2,0 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo pada pukul 01.21 WIB.

Gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 22 kilometer. Titik episenternya berada pada koordinat 8,40 Lintang Selatan dan 121,07 Bujur Timur, atau sekitar 41 kilometer barat laut Mbay, Nagekeo.

BMKG menyampaikan bahwa informasi awal gempa tersebut dipublikasikan dengan mengutamakan kecepatan. Karena itu, parameter hasil pengolahan masih bisa mengalami perubahan mengikuti data kegempaan yang masuk dan proses analisis lebih lanjut.

Aktivitas Flores masih dipantau

Data real-time BMKG juga menunjukkan sejumlah aktivitas gempa masih tercatat di kawasan Flores. Pada 12 September 2026, misalnya, BMKG mencatat beberapa gempa di wilayah Flores dengan magnitudo yang berada pada kisaran 2 hingga 4.

Salah satu kejadian yang tercatat BMKG terjadi pada 12 September pukul 13.34.42 WIB dengan magnitudo 4,0. Pusat gempa berada di darat, sekitar 35 kilometer utara Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 6 kilometer.

BMKG sebelumnya juga menyebut Gempa Flores M7,7 sebagai momentum untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis sains, teknologi, dan data. Pemantauan aktivitas kegempaan menjadi bagian penting dalam menyediakan informasi yang dapat digunakan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG karena parameter gempa, terutama informasi awal, dapat diperbarui setelah data yang masuk semakin lengkap. Portal data gempa BMKG juga menyediakan pembaruan kejadian gempa secara berkala. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Jadi, angka 14.993 gempa susulan bukan berarti Flores diguncang hampir 15 ribu gempa besar. Angka tersebut merupakan akumulasi seluruh kejadian susulan yang tercatat setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus. Dari jumlah itu, gempa terkuat mencapai M6,2, sebanyak 38 kejadian berada di atas M5,0, dan 187 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat. Untuk update terbaru, paling aman tetap cek kanal resmi BMKG karena data gempa bisa diperbarui seiring masuknya informasi dan hasil analisis terbaru.

Update BMKG Informasi BMKG BMKG Gempabumi Gempa NTT Gempa Bumi Gempa Susulan

Infografis

Terkini