Kulit Terasa Makin Kering? Coba Ubah 5 Kebiasaan Sederhana Ini agar Tetap Lembap
astakom.com, Jakarta - Kulit terasa kasar, mengelupas, gatal, atau seperti tertarik setelah mandi bisa menjadi tanda bahwa kelembapannya sedang berkurang. Kondisi tersebut tidak selalu berarti kulit membutuhkan rutinitas skincare yang panjang karena kebiasaan sehari-hari juga dapat ikut memengaruhi kadar kelembapan kulit.
Melansir dari laman resmi American Academy of Dermatology (AAD) pada Kamis (10/09/2026), kulit kering dapat terjadi ketika kulit kehilangan air terlalu cepat. Sejumlah kebiasaan, mulai dari mandi menggunakan air terlalu panas hingga memakai produk pembersih yang keras, dapat membuat kondisi tersebut semakin terasa.
Mayo Clinic juga menyebut beberapa langkah sederhana dapat membantu mengatasi kulit kering, seperti membatasi waktu mandi, menggunakan air hangat, memilih pembersih yang lembut, serta mengaplikasikan pelembap secara rutin. Artinya, perubahan kecil dalam rutinitas harian bisa menjadi langkah awal untuk membantu menjaga kulit tetap lembap.
Batasi mandi dengan air panas
Mandi air panas memang terasa nyaman, terutama setelah beraktivitas atau ketika tubuh terasa lelah. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat membuat kulit kehilangan minyak alami yang berperan membantu mempertahankan kelembapannya.
AAD menyarankan mandi sekitar lima hingga 10 menit dengan air hangat, bukan air panas. Mayo Clinic juga merekomendasikan membatasi waktu mandi dan menggunakan air hangat untuk membantu mencegah kulit menjadi semakin kering.
Karena itu, ketika kulit mulai terasa lebih kering dari biasanya, coba perhatikan kembali suhu dan durasi mandi. Tidak perlu berlama-lama di bawah pancuran hanya karena air hangat terasa nyaman.
Pilih pembersih yang lebih lembut
Kebiasaan kedua yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sabun atau produk pembersih. Produk yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami pada permukaan kulit dan membuat kulit terasa semakin kering.
AAD mencatat sabun deodoran serta produk pembersih yang keras dapat berkontribusi terhadap kulit kering. Mayo Clinic juga menyarankan penggunaan pembersih yang lembut ketika kulit sedang mengalami kekeringan.
Selain memilih produk yang lebih lembut, penggunaannya juga tidak perlu berlebihan. Area tubuh yang memang membutuhkan pembersihan lebih menyeluruh dapat tetap dibersihkan, sementara menggosok seluruh permukaan kulit secara agresif justru berpotensi membuat kulit semakin tidak nyaman.
Jangan menggosok kulit setelah mandi
Kebiasaan ketiga sering terjadi tanpa disadari, yaitu mengeringkan tubuh dengan cara menggosok kulit menggunakan handuk terlalu kuat.
Setelah mandi, kulit tidak harus digosok sampai benar-benar kering. Sebaliknya, keringkan tubuh secara perlahan dengan menepuk-nepuk permukaan kulit menggunakan handuk.
Cara sederhana ini membantu mengurangi gesekan pada kulit. Setelahnya, pelembap dapat segera digunakan ketika kulit masih sedikit lembap.
Jadi, bukan hanya produk yang digunakan setelah mandi yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagaimana kulit diperlakukan ketika tubuh sedang dikeringkan.
Gunakan pelembap secara rutin
Pelembap menjadi salah satu bagian penting dalam perawatan ketika kulit terasa kering. Mayo Clinic menjelaskan bahwa pelembap membantu mempertahankan air pada kulit sekaligus mendukung lapisan pelindung kulit.
AAD juga merekomendasikan penggunaan pelembap untuk membantu mengatasi kulit kering. Dalam panduannya, krim dan salep disebut cenderung lebih efektif dalam menahan kelembapan dibandingkan lotion untuk kondisi kulit yang kering.
Waktu pemakaiannya pun dapat diperhatikan. Mengaplikasikan pelembap setelah mandi, saat kulit masih sedikit lembap, dapat membantu mempertahankan air yang masih berada di permukaan kulit.
Kebiasaan ini tidak harus dilakukan hanya ketika kulit sudah terasa sangat kering. Penggunaan pelembap secara rutin dapat menjadi bagian dari perawatan untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Hindari kebiasaan yang membuat kulit makin kering
Kebiasaan kelima adalah memperhatikan berbagai aktivitas yang dapat membuat kulit semakin kehilangan kelembapan. Selain mandi terlalu lama dengan air panas dan menggunakan pembersih yang keras, paparan terhadap kondisi yang membuat kulit kering juga perlu diperhatikan.
Jika kulit sedang kering, jangan langsung menambah banyak produk baru secara bersamaan. Langkah yang lebih sederhana adalah mengevaluasi kembali rutinitas harian, mulai dari cara mandi, jenis pembersih, cara mengeringkan tubuh hingga penggunaan pelembap.
Perubahan kecil tersebut dapat membantu mengurangi faktor yang membuat kulit semakin kering. Namun, kondisi kulit setiap orang tentu berbeda sehingga hasil perawatan sederhana tidak selalu sama.
Kulit yang sangat kering hingga pecah-pecah, mengalami gatal terus-menerus atau bahkan berdarah juga sebaiknya tidak dianggap sekadar persoalan skincare. AAD mencatat kulit yang sangat kering dapat mengalami retakan dan perdarahan sehingga pemeriksaan oleh dokter kulit mungkin diperlukan.
Jika keluhan tidak membaik atau justru semakin parah setelah kebiasaan sehari-hari diperbaiki, sebaiknya jangan asal mencoba berbagai produk. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui apakah ada kondisi kulit tertentu yang menyebabkan keluhan tersebut. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Kulit kering nggak selalu berarti harus menambah banyak produk skincare. Coba mulai dari kebiasaan yang paling basic, seperti mengurangi mandi air panas, memilih pembersih lembut, nggak menggosok kulit terlalu keras, dan rutin memakai pelembap. Kalau kulit tetap bermasalah atau sampai pecah dan berdarah, jangan cuma mengandalkan skincare dan pertimbangkan konsultasi dengan dokter.








