Gempa Berkekuatan M6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Getaran Terasa hingga Padang
astakom.com, Jakarta – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Jawa di sekitar Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada Sabtu (11/09/2026) dini hari. Berdasarkan parameter terbaru BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M6,5 dengan kedalaman 368 kilometer.
Melansir dari keterangan resmj BMKG, gempa tercatat terjadi pada pukul 04.23.55 WIB. Episenternya berada di koordinat 5,24° LS dan 106,78° BT, atau sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Meski getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG memastikan hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Masyarakat pun diimbau tetap mengacu pada informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Guncangan terasa di beberapa daerah
Melansir dari siaran pers BMKG, gempa ini dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah daerah.
Intensitas terkuat mencapai IV MMI di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur, dan Tanggamus. Pada tingkat tersebut, guncangan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah. Gerabah dapat pecah, sementara jendela, pintu, dan dinding bisa menimbulkan bunyi akibat getaran.
Selanjutnya, intensitas III MMI tercatat di Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Getaran pada skala ini terasa nyata di dalam rumah dengan sensasi seperti ada truk yang sedang melintas.
Gempa juga dirasakan dengan intensitas II–III MMI di Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.
Sementara itu, Lemong, Semaka, dan Bengkunat mencatat intensitas II MMI, yang ditandai getaran yang dirasakan oleh sebagian orang serta benda-benda ringan yang tergantung ikut bergoyang.
Gempa berasal dari intraslab
Dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengidentifikasi gempa ini sebagai gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.
Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan gempa berupa geser turun atau oblique normal. Kedalaman sumber gempa yang mencapai 368 kilometer menjadi salah satu parameter yang digunakan BMKG dalam menganalisis karakter kejadian tersebut.
Hingga pukul 05.00 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
Meski begitu, pemantauan tetap dilakukan untuk melihat perkembangan aktivitas kegempaan. BMKG menyatakan informasi akan terus diperbarui dan disampaikan kepada masyarakat serta pihak terkait apabila terdapat perkembangan terbaru.
BMKG minta warga tenang
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa. Imbauan tersebut menjadi langkah antisipasi agar masyarakat tidak berada di area bangunan yang berpotensi membahayakan.
Untuk mendapatkan informasi yang valid, BMKG mengarahkan masyarakat memantau kanal resmi seperti media sosial @infoBMKG, laman bmkg.go.id, InaTEWS BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta WRS-BMKG. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Gempa M6,5 memang terasa di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda, tetapi BMKG memastikan kejadian ini tidak berpotensi tsunami. Jadi, tetap tenang, jangan langsung percaya info yang beredar, dan cek pembaruan hanya dari kanal resmi BMKG.








