Buka MTQ Lewat Khataman Akbar, Menag Tekankan Pentingnya Pahami Al-Qur'an

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 13 September 2026 | 16:31 WIB
Buka MTQ Lewat Khataman Akbar, Menag Tekankan Pentingnya Pahami Al-Qur'an
Buka MTQ Lewat Khataman Akbar, Menag Tekankan Pentingnya Pahami Al-Qur'an [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Nasional di Semarang, Jawa Tengah, resmi dibuka pada Sabtu malam. Biar vibes-nya makin berkah dan spiritual energy nya dapet, sebelum acara pembukaan dimulai, telah digelar dulu Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Quran se-Jawa Tengah di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang.

Vibes berkah pembukaan

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan fakta menarik kalau ketertarikan masyarakat global atas Al-Qur'an belakangan ini makin tinggi dan out of the box. Penjelajahannya nggak cuma sebatas aspek keagamaan, tapi juga sudah merambah ke ilmu pengetahuan. Makanya, Menag menegaskan kalau pengkajian Al-Qur'an di Indonesia perlu terus ditingkatkan tarafnya dari yang tadinya sekadar pemahaman tekstual biasa, naik kelas menuju pemahaman yang kontekstual dan komprehensif.

"Semakin hari semakin banyak orang yang tertarik untuk mengkaji dan mendalami Al-Qur'an. Maka dari itu, mari kita terus meningkatkan pembacaan dan pendalaman kita. Pemahaman Al-Qur'an itu berlapis, mulai dari ibaratul quran (membaca teks), isyaratul quran (memahami makna), lathaiful quran (menghayati), hingga haqa'iqul quran (memahami hakikat)," tutur Menag di Kampus Unissula Semarang, dikutip oleh astakom pada Minggu (13/09/2026).

Naik kelas pahami Al-Qur'an

Nggak berhenti di situ, Menag juga memberikan insight penting mengenai perlunya membekali para ahli Al-Qur'an dengan Ushul Fiqh. Pendekatan ilmu alat ini dinilai sangat vital supaya umat tidak terjebak dalam pemahaman keagamaan yang sempit, dangkal, apalagi radikal.

Menurut Menag, dalam beragama, umat Islam pada dasarnya berpegang pada dua hukum utama yang saling berkaitan dan sama-sama berasal dari Allah SWT. Pertama adalah hukum tasyri' (hukum syariat yang tertuang langsung dalam Al-Qur'an), dan kedua adalah hukum takwini (hukum alam alias natural sciences).

Pentingnya Ilmu alat & hukum alam

"Dua hukum ini perlu kita terapkan dalam diri kita secara bersamaan. Tidak boleh timpang satu sama lain. Tidak bisa memahami Al-Qur'an secara harfiah tanpa ilmu alat yang memperdalam pemahaman kita," jelasnya.

Kolaborasi & harapan besar MTQ

Kerja sama yang terbangun rapi antara Kementerian Agama, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga organisasi keagamaan seperti JQHNU dalam acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi kelembagaan dalam membina umat. Fasilitasi keilmuan seperti ini diharapkan bisa jadi fondasi yang super kokoh buat suksesnya pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Provinsi Jawa Tengah.

Menag menaruh harapan besar agar penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 di Semarang ini nggak cuma sukses secara seremonial dan meriah di permukaan aja, tapi benar-benar membawa keberkahan serta kebaikan yang berdampak nyata buat bangsa.

"Semoga penyelenggaraan MTQ ini juga sekaligus berfungsi sebagai tolak bala. Kita berdoa agar musibah-musibah yang terjadi di Indonesia dapat berhenti, serta membawa keberkahan yang membasahi ladang para petani kita," pungkas Menag kemudian diakhiri dengan doa bersama untuk para guru dan ulama pendahulu. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Nggak cuma sebatas skimming atau baca teksnya doang, mindset kita dalam memahami Al-Qur'an emang perlu diputar ke level yang lebih dalam dan relevan sama perkembangan zaman. Combine antara ilmu syariat dan science itu kunci biar pemikiran kita makin terbuka, nggak gampang kemakan narasi sempit, serta bisa bawa keberkahan nyata buat lingkungan sekitar.

MTQ Nasional 2026 MTQ XXXI Semarang Mtq kemenag update

Infografis

Terkini