Presiden Dewan ICAO Tinjau Pusat Pelatihan dan Navigasi Penerbangan Indonesia
astakom.com, Jakarta — Presiden Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO), H.E. Toshiyuki Onuma, melakukan kunjungan kerja ke Tangerang, Banten, untuk melihat langsung perkembangan fasilitas pelatihan sumber daya manusia dan sistem navigasi penerbangan Indonesia.
Melansir dari keterangan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang diterima astakom.com pada Sabtu, (12/09/2026), Onuma tiba di Indonesia sehari sebelumnya melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kunjungan ini dilakukan atas undangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, usai Onuma menghadiri 61st Conference of Directors General of Civil Aviation, Asia and Pacific Regions di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7–11 September 2026.
Dalam agenda tersebut, Onuma mengunjungi dua fasilitas penting yang berkaitan dengan pengembangan penerbangan sipil nasional, yakni Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDM Perhubungan Udara) di Curug dan New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC) yang dikelola Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia.
Melihat pusat pelatihan penerbangan
Kunjungan pertama dilakukan Onuma ke PPSDM Perhubungan Udara di Curug. Ia melihat secara langsung fasilitas sekaligus program pelatihan yang dijalankan lembaga tersebut.
PPSDM Perhubungan Udara diketahui menyandang predikat ICAO TRAINAIR PLUS Platinum Training Centre of Excellence. Status tersebut menunjukkan bahwa fasilitas pelatihan penerbangan Indonesia telah mendapatkan pengakuan dalam kerangka pelatihan ICAO.
Keberadaan pusat pelatihan dengan predikat tersebut juga menjadi modal bagi Indonesia dalam memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia penerbangan bersama negara-negara anggota ICAO lainnya.
Onuma pun memberikan apresiasi terhadap upaya Indonesia dalam menyiapkan sumber daya manusia penerbangan.
"Pendidikan bagi generasi penerus merupakan hal yang penting dan esensial, namun juga menjadi tantangan yang besar bagi semua pihak. Namun, kami berharap melalui kegiatan tersebut, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan di masing-masing negara dapat semakin meningkat secara nyata. Konsep ini sejalan dengan prinsip ICAO, yaitu No Country Left Behind — tidak ada negara yang tertinggal," ujar Onuma.
Intip sistem navigasi udara
Dari Curug, Onuma melanjutkan lawatan ke New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC). Fasilitas yang dikelola AirNav Indonesia tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan lalu lintas penerbangan di wilayah udara Indonesia.
Di lokasi ini, Onuma melihat secara langsung sistem yang digunakan untuk mendukung pengaturan lalu lintas udara. Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan infrastruktur navigasi penerbangan Indonesia kepada ICAO.
Sistem navigasi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kelancaran penerbangan, termasuk di wilayah udara Indonesia yang menjadi salah satu kawasan dengan aktivitas penerbangan tinggi di Asia Pasifik.
Onuma menilai navigasi penerbangan memiliki posisi penting dalam agenda ICAO, khususnya dalam mewujudkan ruang udara yang aman, terlindungi, berkelanjutan, dan efisien.
"Saat ini, salah satu tugas terpenting ICAO adalah memastikan terciptanya ruang udara yang aman, terjamin keamanannya, berkelanjutan, dan efisien dalam jangka panjang. Navigasi penerbangan memiliki keterkaitan erat dengan seluruh aspek tersebut. Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana Indonesia berkontribusi dan menunjukkan komitmennya terhadap agenda penting bagi organisasi kita ini," ujar Onuma.
Indonesia dan ICAO perkuat kolaborasi
Rangkaian agenda Onuma di Tangerang kemudian ditutup dengan working dinner yang digelar Direktur Jenderal Perhubungan Udara bersama jajaran pejabat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara serta pemangku kepentingan industri penerbangan nasional.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan industri penerbangan sekaligus peluang kerja sama Indonesia dan ICAO ke depan.
Onuma menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan ICAO perlu terus diwujudkan melalui kolaborasi yang konkret.
"Kolaborasi antara Indonesia dan ICAO bukan hanya diperlukan, tetapi juga sangat penting untuk dapat diwujudkan secara nyata. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Saya sangat menantikan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung bagaimana Indonesia menjalankan kontribusinya dalam mendukung tujuan tersebut," ujar Onuma.
Lukman turut menilai kunjungan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kemitraan Indonesia dengan ICAO, terutama dalam mendukung kemajuan penerbangan sipil di kawasan Asia dan Pasifik.
"Kunjungan Bapak Onuma ini semakin memperkuat kemitraan yang sudah lama terjalin antara Indonesia dan ICAO. Ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperdalam kerja sama menuju sistem penerbangan sipil internasional yang lebih aman, terjamin, berkelanjutan, efisien, dan tangguh," ujar Lukman.
Rangkaian kunjungan Presiden Dewan ICAO ke Indonesia dijadwalkan berakhir pada Sabtu (12/9), dengan keberangkatan Onuma menuju Jepang melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Lawatan Onuma bukan sekadar kunjungan formal. Dua fasilitas yang disambanginya memperlihatkan bagaimana Indonesia terus mengembangkan SDM sekaligus infrastruktur navigasi untuk mendukung penerbangan yang makin aman, efisien, dan siap menghadapi kebutuhan penerbangan sipil ke depan.









