Bawa Spirit Bandung ke BRICS, Presiden Prabowo Remind soal Solidaritas Global South
astakom.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyuarakan solidaritas negara-negara berkembang (Global South) di panggung internasional. Saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Sabtu (12/09/2026), Presiden Prabowo membawa pesan penting tentang persatuan global melalui peribahasa legendaris Indonesia.
Di hadapan para pemimpin dunia pada sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism,” Presiden RI mengingatkan pentingnya kolaborasi untuk menghadapi berbagai krisis dunia.
Bawa pesan "bersatu kita teguh" ke panggung internasional
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara-negara berkembang harus saling rangkul agar suara mereka tidak dipandang sebelah mata.
“Ada pepatah lama di Indonesia, ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para pemimpin BRICS, dikutip astakom.com dari laman Presiden RI.
Menurutnya, peribahasa tersebut bukan sekadar kata-kata mutiara, melainkan prinsip mendasar yang menjadi fondasi perjuangan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika sejak puluhan tahun lalu untuk meraih kemerdekaan dan menentukan nasibnya sendiri.
Nostalgia Spirit Bandung 1955 yang tetap relevan
Presiden Prabowo menyoroti bagaimana nilai-nilai sejarah dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung masih sangat relevan dengan dinamika geopolitik hari ini. Negara-negara yang dulu berjuang melawan kolonialisme kini duduk bersama dengan posisi yang sejajar.
“Kearifan sederhana ini mencerminkan semangat yang menyatukan negara-negara Global Selatan, negara-negara dari Asia dan Afrika, beberapa dekade lalu di Bandung,” lanjut Presiden ke-8 RI.
Presiden Prabowo menekankan bahwa era ketika negara berkembang diabaikan sudah berakhir. Saat ini, posisi Global South makin diperhitungkan dalam peta politik dan ekonomi dunia.
“Kami di Global South kini merasa suara kami didengar. Negara-negara yang baru saja meraih kemerdekaan, yang telah melawan imperialisme dan kolonialisme, kini bersatu sebagai negara yang setara,” ungkap Kepala Negara.
Kunci proteksi kepentingan bersama: Rapat selalu!
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan utama negara-negara berkembang terletak pada kekompakan. Dengan berdiri di barisan yang sama, berbagai agenda strategis serta kepentingan nasional tiap negara dapat diperjuangkan secara maksimal.
“Kami memahami bahwa dengan bersatu, suara kita akan lebih terdengar. Kepentingan kita dapat lebih terlindungi dan dimajukan. Pelajaran ini tetap sangat penting,” tegas Presiden RI.
Melalui forum KTT BRICS ini, pesan yang disampaikan Presiden Prabowo membuktikan bahwa Spirit Bandung bukan sekadar catatan sejarah, melainkan bahan bakar utama untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih adil, inklusif, dan setara bagi semua bangsa. (aNs)
Gen Z Takeaway
Nih, takeaway utamanya: Presiden Prabowo lagi real-talk banget di KTT BRICS 2026 pas ngajak negara-negara Global South buat tetep solid dan nggak split-up, dengan nge-blend Spirit Bandung 1955 bareng prinsip "bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh" biar posisi tawar negara berkembang makin unbreakable dan nggak disepelain lagi di kancah global.









