Komdigi Berkoordinasi dengan 3 Operator Seluler, Lacak Jejak Sinyal Jurnalis dan Warga yang Hilang

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Minggu, 13 September 2026 | 14:34 WIB
Komdigi Berkoordinasi dengan 3 Operator Seluler, Lacak Jejak Sinyal Jurnalis dan Warga yang Hilang
Komdigi Berkoordinasi dengan 3 Operator Seluler, Lacak Jejak Sinyal Jurnalis dan Warga yang Hilang (Komdigi)

astakom.com, Jakarta – Pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih berlanjut. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ikut turun tangan dengan memanfaatkan jaringan operator seluler serta pemantauan spektrum frekuensi radio untuk menelusuri jejak komunikasi yang bisa menjadi petunjuk dalam proses pencarian.

Melansir siaran pers resmi Komdigi pada Minggu(13/09/2026), Komdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau jaringan Base Transceiver Station (BTS) di sekitar Selat Sunda, baik dari wilayah Banten maupun Lampung. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan teknologi komunikasi terhadap operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Komdigi telusuri jaringan

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menjelaskan, pemantauan dilakukan dengan melihat jaringan BTS yang berada di kawasan sekitar lokasi pencarian.

“Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di Banten maupun yang ada di Lampung,” jelas Wamen Nezar saat meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/09/2026).

Selain mengandalkan data dari operator seluler, Komdigi juga mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung. Tim monitoring tersebut melakukan pengecekan terhadap sinyal yang tertangkap di kawasan pencarian.

“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” ucap Wamen Nezar.

Dari penelusuran operator seluler, Komdigi mendapatkan informasi mengenai kontak terakhir rombongan yang terdeteksi di Pulau Sebesi pada 7 September 2026. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada tim SAR untuk diproses sebagai salah satu petunjuk dalam pencarian.

“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Wamen Nezar.

Delapan orang masih dicari

Sebanyak delapan orang masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut terdiri dari lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu yang berada di kawasan tersebut dalam rangka pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pada hari kelima pencarian, Sabtu (12/09/2026), tim SAR gabungan Banten bersama unsur TNI AL dan Polairud mengerahkan 14 kapal serta satu helikopter untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi area pencarian.

Dukungan Komdigi melalui jaringan komunikasi dan pemantauan frekuensi menjadi bagian dari upaya pencarian yang dilakukan bersama unsur terkait. Data komunikasi yang berhasil diperoleh juga telah disampaikan kepada tim SAR untuk mendukung proses penelusuran.

Publik diminta waspada

Di tengah pencarian yang masih berlangsung, Komdigi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan pencarian sebaiknya merujuk pada keterangan resmi dari tim SAR maupun pihak terkait.

“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita yang sekarang berada di perairan Selat Sunda,” ujarnya.

Dengan proses pencarian yang masih berjalan, informasi mengenai jejak komunikasi menjadi salah satu bagian yang terus ditelusuri. Kontak terakhir rombongan yang terdeteksi di Pulau Sebesi telah diteruskan kepada tim SAR untuk membantu proses pencarian delapan orang tersebut. (deA/aNs)

Gen Z TakeawayTeknologi komunikasi kini ikut menjadi bagian dari operasi SAR. Jejak sinyal dari operator seluler dan pemantauan frekuensi dimanfaatkan untuk membantu tim mencari petunjuk, sementara masyarakat diimbau tetap mengandalkan informasi resmi agar tidak ikut menyebarkan kabar simpang siur.

komdigi BTS (Base Transceiver Station) Operator Seluler Jurnalis Jurnalis Hilang Kontak 5 Jurnalis Hilang Kontak warga hilang ABK

Infografis

Terkini