Palestina Sambut Positif Sikap Tegas KTT BRICS Tolak Pengusiran Gaza
astakom.com, Jakarta – Respons positif langsung dilayangkan oleh Palestina atas rilisnya Deklarasi New Delhi dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Pihak Palestina mengapresiasi tinggi konsistensi kelompok tersebut yang pasang badan membela hak-hak sipil warga Palestina.
Apresiasi Deklarasi BRICS
Lewat keterangan resminya pada Sabtu (12/9/2026), Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut hangat Woolah/pendirian tegas BRICS, khususnya dalam menolak mentah-mentah segala skenario pemindahan paksa masyarakat Palestina dari Jalur Gaza.
Dilansir dari Anadolu Agency, pihak Palestina juga menyoroti komitmen BRICS dalam mensupport penghentian pendudukan Israel, mendorong keterwujudan Solusi Dua Negara (Two-State Solution), hingga mengawal ketat permohonan keanggotaan penuh Negara Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tak berhenti di situ, Kemenlu Palestina mengapresiasi dorongan BRICS terhadap keberlanjutan mandat badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA).
Deklarasi BRICS turut menyuarakan urgensi perlindungan situs-situs suci beserta akses peribadatan di Yerusalem, penjaminan keselamatan warga sipil, hingga pemastian alur bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza tanpa kendala sedikit pun.
Kementerian Luar Negeri Palestina menilai seluruh poin kesepakatan tersebut sudah sangat on point, sejalan dengan koridor hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB yang berlaku.
Desak aksi konkret
Meski begitu, Palestina menegaskan kalau sikap politik di atas kertas tidak boleh berhenti sebagai wacana belaka, melainkan harus segera dieksekusi menjadi aksi konkret.
Pihak Kemenlu Palestina mendesak komunitas internasional agar bergerak dan menjalankan tanggung jawab hukum serta politiknya demi mengawal implementasi resolusi internasional.
Langkah nyata ini dinilai krusial untuk mengakhiri deretan pelanggaran hukum oleh Israel, mulai dari praktik pemindahan paksa, penyebaran permukiman ilegal, hingga pencaplokan (aneksasi) wilayah Palestina.
Di saat yang sama, hak nasional rakyat Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri wajib dijamin penuh.
“Pelaksanaan posisi dan penegasan yang tercantum dalam deklarasi BRICS membutuhkan pengakhiran pendudukan Israel dan memungkinkan rakyat Palestina menjalankan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut,” tegas Kementerian Luar Negeri Palestina.
Kemenlu menegaskan, hak mendasar tersebut mencakup berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat penuh di tanah airnya sendiri, dengan Yerusalem sebagai ibu kota abadi.
Poin utama deklarasi
Dalam dokumen deklarasi final yang diterbitkan Sabtu kemarin, para pemimpin negara BRICS mengunci posisi menolak pemindahan paksa warga Palestina, baik dari Gaza maupun kawasan Tepi Barat yang diduduki.
Para pemimpin BRICS juga mendesak semua pihak untuk tunduk dan menghormati keputusan Resolusi Dewan Keamanan PBB terkait situasi Gaza.
“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk memastikan keberlangsungan gencatan senjata di Jalur Gaza serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara penuh dan tanpa hambatan,” sebut deklarasi resmi tersebut.
Aliansi BRICS menyoroti ketegangan dan eskalasi kekerasan yang masih terus terjadi di kawasan, padahal kesepakatan gencatan senjata sudah dicapai sejak Oktober tahun lalu.
Kelompok ini menolak keras segala bentuk manuver politik maupun kebijakan yang bertujuan mengusir warga Palestina secara perlahan. Mereka juga mengecam pengaturan apa pun yang berpotensi mencederai hak-hak rakyat Palestina atau malah memperpanjang pendudukan.
Secara kolektif, BRICS menuntut penyelesaian konflik Palestina secara permanen dan berkelanjutan, sekaligus menekankan kembali dukungan penuh mereka agar Palestina sah menjadi anggota penuh PBB.
Kekuatan penting BRICS
Untuk diketahui, BRICS kini diperkuat oleh 11 negara anggota: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Pasca-ekspansi besar-besaran sejak 2024, kekuatan BRICS kini mempresentasikan hampir separuh dari total populasi bumi serta menguasai sekitar 40 persen output ekonomi global. Rangkaian KTT ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi ini dijadwalkan resmi rampung pada Minggu ini. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
BRICS baru aja rilis deklarasi resmi di New Delhi yang pasang badan buat Palestina: nolak keras pemindahan paksa warga Gaza, desak gencatan senjata permanen, dan dukung Palestina jadi anggota penuh PBB. Pihak Palestina menyambut baik support ini, tapi mereka juga ngingetin kalau komitmen di atas kertas nggak bakal cukup tanpa ada aksi nyata di lapangan untuk ngentiin pendudukan Israel!









