Kepala BGN Spill! 97% Anggaran MBG 2027 Fokus Menu Bergizi

Penulis: Shintya
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:09 WIB
Kepala BGN Spill! 97% Anggaran MBG 2027 Fokus Menu Bergizi
Kepala BGN Spill! 97% Anggaran MBG 2027 Fokus Menu Bergizi [astakom/str-Adam Said]

astakom.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) baru aja spill rencana alokasi anggaran buat program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2027 yang tembus angka sekitar Rp240 triliun. Plot twist-nya, porsi terbesar alias sekitar 97 persen dari dana raksasa itu murni dialokasikan khusus buat kebutuhan program makanannya.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan kalau total anggaran Rp240 triliun itu  udah include biaya operasional BGN. Jadi, cuma sekitar 3 persen sisanya yang dipakai buat membiayai operasional, termasuk urusan gaji para pegawai.

"Rp240 triliun itu sudah termasuk anggaran untuk operasional BGN-nya. Jadi kalau nggak salah, sekitar 97 persen -nya adalah untuk makan, untuk program makannya," kata Sudaryono kepada media, di Kementerian Keuangan, dikutip astakom.com pada Sabtu (29/08/2026).

Tiga persen alokasi anggaran buat BGN

Kalau dihitung-hitung dari total nominalnya, porsi 3 persen buat operasional lembaga itu, sehingga ada di kisaran Rp6 triliun lebih.

"Untuk operasional BGN sendiri sebetulnya hanya sekitar 3 persen dari anggaran itu ya. Kalau 3 dikali Rp240 triliun ya sekitar Rp6 triliunan sekian lah ya," katanya.

Rincian alokasi dana operasional

Sudaryono ngejelasin kalau dana operasional itu dipake buat nanganin fungsi pengawasan, monitoring, sampai bayar gaji. Salah satunya termasuk gaji buat Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Untuk fungsi pengawasan, untuk kemudian monitoring, gaji-gaji, termasuk gaji kepala SPPG kan itu kan statusnya P3K digaji dari tempat kita, jumlah totalnya 30.000 lebih," jelasnya.

Dia juga bilang kalau pihak BGN juga terus menyamakan persepsi bareng Kementerian Keuangan soal kebutuhan anggaran dan perencanaan eksekusi program MBG ke depannya.

Gaspol ekspansi dapur baru ke area 3T

BGN juga dengan all out menyiapkan perluasan program MBG lewat aktivasi dapur-dapur baru, terutama yang berlokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Proses aktivasi dapur di area 3T ini ditargetkan mulai start pada September 2026.

Sudaryono bilang udah ada sekitar 2.700 dapur yang ready buat diaktivasi secara bertahap. Tapi, BGN nggak bakal asal gaspol membuka semua dapur yang masuk antrean secara berbarengan.

Sasar pondok pesantren

Dari sekitar 13.000 dapur yang masuk waiting list, BGN bakal kurasi ketat dan cuma mengaktivasi dapur yang beneran siap dan pas sama kebutuhan daerahnya. Selain kawasan 3T, target perluasan ini juga menyasar pondok pesantren yang belum kebagian serta beberapa wilayah di luar Jawa.

"Insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran. Anggaran yang sekarang ini insyaallah bisa kami maksimalkan tanpa ada penambahan anggaran," ungkap Sudaryono. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

BGN menyiapkan anggaran sekitar Rp240 triliun untuk program MBG 2027, dengan 97% atau sekitar Rp233 triliun fokus buat makanan, sementara 3% sisanya untuk operasional seperti pengawasan, monitoring, dan gaji pegawai. Di saat yang sama, BGN siap memperluas MBG ke wilayah 3T, pesantren, dan luar Jawa dengan mengaktivasi dapur secara bertahap tanpa tambahan anggaran.

Kepala BGN Sudaryono MBG Anggaran MBG

Infografis

Terkini