Cegah Stunting Sejak Dini, Kemenkes Dorong Gerakan “Ayah Siaga” di 1.000 HPK

Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Cegah Stunting Sejak Dini, Kemenkes Dorong Gerakan “Ayah Siaga” di 1.000 HPK
Wamenkes Prof. Dante Berkunjung ke sebuah Puskesmas di Boyolali. (Foto: Kemenkes)

astakom.com, Jakarta - Urusan kesehatan dan gizi anak bukan cuma tanggung jawab ibu. Peran ayah juga punya pengaruh penting dalam memastikan anak tumbuh sehat sejak masih dalam kandungan hingga usia dua tahun.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan RI Dante saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor, Jumat (28/08/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dante meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Program 1.000 HPK merupakan periode penting yang dimulai sejak 270 hari masa kehamilan hingga 730 hari ketika anak berusia di bawah dua tahun atau baduta. Fase ini menjadi masa penting bagi perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Karena itu, pemerintah menetapkan empat intervensi utama dalam program 1.000 HPK untuk menekan angka stunting serta menurunkan kematian ibu dan bayi.

Empat intervensi tersebut mencakup fase sebelum hamil, dengan fokus pada kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin; masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir, termasuk pemeriksaan USG dan persalinan di fasilitas yang aman; periode baduta, melalui ASI eksklusif, pemenuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan tumbuh kembang; dan penguatan layanan kesehatan, dengan memastikan kesiapan fasilitas dan pembiayaan di Puskesmas maupun rumah sakit.

Namun, program tersebut dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan layanan kesehatan. Keterlibatan keluarga juga menjadi bagian penting, termasuk peran ayah.

Dante pun mendorong Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pemenuhan kesehatan anak.

"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujar Wamenkes Dante dikutip situs Kemkes.go.id, Sabtu (29/08/2026).

Quality Time di Keluarga Jadi Kunci

Wamen PPPA Veronica Tan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga ke tingkat keluarga. Menurutnya, kualitas pendidikan dan kesehatan anak sangat berkaitan dengan fondasi keluarga.

"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun quality time (waktu berkualitas) antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," pungkas Wamen PPPA Veronica.

Sebelum melakukan dialog interaktif dengan para pemangku kepentingan, rombongan kementerian melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi.

Kunjungan diawali di Puskesmas Tanah Sereal untuk melihat pelayanan pemeriksaan rutin ibu hamil atau Antenatal Care (ANC), pelayanan pertumbuhan dan perkembangan anak baduta, serta imunisasi bayi.

Rombongan kemudian meninjau tes kebugaran siswa di lapangan dan pelaksanaan CKG di ruang kelas SMPN 5 Kota Bogor.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, dengan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, ST, MKM.

Catatan: Dalam materi yang Anda berikan, tidak ada kutipan langsung dari Aji Muhawarman. Agar tidak improvisasi atau membuat kutipan yang tidak ada di sumber, saya tidak menambahkan pernyataan langsung atas nama Aji. (RaM)

Gen Z Takeaway

Bukan cuma tugas Ibu, Ayah juga wajib login di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) si kecil—mulai dari pregnancy erasampai anak umur 2 tahun. Biar makin maksimal, Kemenkes lagi gencar ngedorong Fatherhood Movement alias Gerakan Keayahan. Maksudnya sederhana: biar para Ayah nggak cuma jadi NPC, tapi ikut aktif nge-guard tumbuh kembang dan gizi anak biar bebas dari stunting.

Stunting Kemenkes wamenkes Dante Kesehatan Anak kesehatan ibu dan anak Penanganan Stunting Rawan Stunting

Infografis

Terkini