Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI: Sulap Arsip Sejarah Jadi Sumber Belajar
astakom.com, Jakarta – Langkah besar baru saja diambil untuk membawa catatan sejarah bangsa jadi lebih dekat dengan dunia pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, resmi menandatangani Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Tak hanya itu, Kemendikdasmen juga secara resmi menyerahkan deretan arsip pentingnya, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43. Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan serta pemanfaatan arsip sebagai sumber informasi, pembelajaran, kebudayaan, dan sejarah bangsa.
Bukan sekadar kertas
Mendikdasmen menegaskan kalau arsip punya peran yang sangat krusial dalam menghadirkan kembali berbagai peristiwa sejarah perjalanan bangsa. Menurutnya, arsip tidak boleh dibiarkan berdebu begitu saja.
“Inilah yang menurut saya menjadi bagian dari bagaimana arsip itu menjadi dokumen hidup. Dia tidak hanya menjadi tumpukan kertas, tetapi menjadi dokumen hidup yang membuat bangsa itu juga menjadi kaya dengan dokumennya itu dan bisa berjaya dengan dokumennya itu,” tuturnya di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Jumat (28/08/2026).
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyampaikan kalau dokumen masa lalu adalah modal sejarah sekaligus modal intelektual bangsa untuk memahami perjalanan yang telah dilalui, sekaligus melihat masa depan dengan lebih percaya diri.
“Menghadirkan kembali dokumen dalam bentuk yang relatif otentik itu menjadi sesuatu yang punya makna dalam konteks kita belajar,” jelasnya.
Saksi sejarah UNESCO
Salah satu arsip paling bersejarah yang diserahkan pada kesempatan tersebut adalah naskah national statement Mendikdasmen di Sidang Umum UNESCO. Menteri Mu’ti menyatakan dokumen tersebut bukan sekadar berkas biasa, melainkan bagian dari arsip nasional sekaligus saksi bisu perjalanan bahasa Indonesia di tingkat dunia.“Semuanya adalah bagian dari sejarah bangsa yang menjadi tonggak penting tidak hanya bagi kita sebagai bangsa Indonesia, tetapi juga bagi peradaban dunia. Karena dengan menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO, Indonesia berkontribusi besar dalam membangun khazanah kesusastraan dan peradaban dunia,” paparnya.
Kearsipan top tier
Sinergi ini juga disambut hangat oleh Kepala ANRI, Mego Pinandito. Ia mengungkapkan kalau kerja sama dengan Kemendikdasmen gak hanya berfokus pada peningkatan tata kelola kearsipan mulai dari penyelamatan, pelestarian, hingga pelindungan tetapi juga pemanfaatannya secara lebih luas bagi masyarakat.
Mego turut spill apresiasi tinggi atas capaian pengelolaan kearsipan Kemendikdasmen. Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2025, Kemendikdasmen berhasil mengamankan nilai top tier yaitu 98,14 dengan kategori Sangat Memuaskan. Tak berhenti di situ, tingkat digitalisasi arsipnya juga mencapai angka tinggi yaitu 98,09 yang berada di kategori Sangat Memuaskan.
“Jadi dengan model yang seperti inilah kemudian kami selalu mengharapkan kementerian dan lembaga bisa minimal sama dengan Kemendikdasmen,” jelasnya.
Bahan buku sekolah
Lebih dari sekadar pemenuhan fungsi pertanggungjawaban birokrasi, Mego mendongkrak biar arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bisa terus di manfaatin potensinya menjadi sumber ilmu pengetahuan yang kaya.
“Arsip statis yang diserahkan dan dilestarikan di ANRI bukan hanya sebagai bukti pertanggungjawaban, tetapi kami terus dorong untuk bisa menjadi bagian penting dari sumber informasi, pendidikan, kebudayaan, dan sejarah, tentu yang sangat kaya,” jelas Mego.
Rangkaian acara berharga ini diakhiri dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen kepada ANRI, forum diskusi interaktif, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai pemanfaatan arsip statis dalam proses pembelajaran dan penyusunan buku pendidikan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
No more belajar sejarah yang cuma hafalan teks kusam dan ngebosenin! Lewat kolaborasi Kemendikdasmen x ANRI ini, dokumen-dokumen bersejarah—termasuk momen keren waktu Bahasa Indonesia makin mendunia di UNESCO—bakal disulap jadi 'dokumen hidup' dan bahan ajar interaktif di sekolah. Buat kita para Gen Z, ini bukti kalau arsip masa lalu itu bukan sekadar tumpukan kertas tua, tapi aset intelektual yang bikin kita makin bangga dan paham track record bangsa sendiri secara modern dan relevan!









