Kemenhub dan Meratus Salurkan Bantuan Untuk Pulihkan NTT Pascagempa
astakom.com, Jakarta – Distribusi bantuan untuk warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dikebut. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Meratus mengandalkan jalur laut untuk mengirim bantuan ke sejumlah wilayah yang masih membutuhkan dukungan.
Melansir dari keterangan tertulis Kementerian Perhubungan yang diterima astakom.com pada Jumat, (28/08/2026), bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui jaringan pelabuhan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di wilayah terdampak.
Tiga pelabuhan menjadi tujuan pengiriman bantuan tahap awal, yakni Labuan Bajo, Maumere, dan Ende. Dari titik tersebut, bantuan kemudian diarahkan ke wilayah lain yang membutuhkan, termasuk Manggarai dan Reo.
Bantuan dikirim lewat laut
Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menyebut jalur laut punya peran penting dalam mempercepat pengiriman bantuan, terutama karena kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan.
“Melalui koordinasi dengan PT Meratus dan UPT kami di daerah, kami ingin memastikan bantuan yang dikirim melalui jalur laut dapat diterima dan diteruskan kepada masyarakat terdampak secara lancar, aman, dan tepat sasaran,” ujar Masyhud.
Pada pengiriman pertama, ada empat peti kemas berukuran 20 kaki yang membawa bantuan sekitar 150 ton. Mayoritas isinya berupa air mineral dan kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak bencana.
Dua peti kemas dikirim menuju Labuan Bajo menggunakan Kapal Red Resource dan sudah tiba pada 23 Agustus 2026. Satu peti kemas lainnya juga menuju Maumere dengan kapal yang sama.
Sementara itu, satu peti kemas untuk Ende diangkut menggunakan Kapal Meratus Pariaman dan dijadwalkan tiba pada 26 Agustus 2026.
Meratus buka pengiriman gratis
Kolaborasi dalam penyaluran bantuan juga mendapat apresiasi dari Masyhud. Menurutnya, dukungan sektor swasta dibutuhkan untuk mempercepat penanganan setelah bencana.
“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat dibutuhkan dalam situasi bencana. Kami mengapresiasi PT Meratus yang telah mengoptimalkan jaringan logistiknya untuk membantu mempercepat distribusi bantuan,” ungkapnya.
PT Meratus turut membuka layanan pengiriman bantuan tanpa biaya bagi para donatur selama proses pemulihan masih berlangsung.
Selain bantuan tahap pertama, sekitar 200 ton bantuan dari Meratus Foundation juga telah disiapkan untuk dikirim secara bertahap ke wilayah terdampak di NTT.
Distribusi terus dikoordinasikan
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut masih melanjutkan koordinasi dengan UPT di daerah, operator pelayaran, pengelola pelabuhan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengiriman hingga distribusi bantuan ke wilayah terdampak tetap berjalan lancar.
“Sinergi ini akan terus kami perkuat agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan dan mendukung percepatan pemulihan NTT,” tutup Masyhud. (deA/RaM)
Gen Z takeaway
Bantuan untuk warga terdampak gempa NTT masih didorong lewat jalur laut. Pada tahap awal, sekitar 150 ton bantuan dikirim melalui Labuan Bajo, Maumere, dan Ende, sementara sekitar 200 ton bantuan tambahan dari Meratus Foundation disiapkan untuk pengiriman berikutnya.









