Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat El Nino, Legislator Gerindra Dorong Pembangunan Sumur Bor di Kalbar
Reporter Usman
astakom.com, Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Yuliansyah, mengimbau pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat untuk bergerak cepat mengantisipasi potensi krisis air bersih akibat fenomena El Nino dan kemarau panjang.
Sebagai langkah kongkret, ia mendorong penyediaan sumur bor sebagai sumber air alternatif bagi masyarakat yang mulai mengalami kesulitan pemenuhan air bersih.
Dorongan tersebut disampaikan Yuliansyah menyusul prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau di sejumlah wilayah Kalimantan Barat berpotensi berlangsung hingga awal November 2026.
Kader dari Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo ini menilai kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan hingga masyarakat mengalami krisis air secara masif.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menyiapkan langkah antisipasi sejak dini demi memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Dengan situasi El Nino saat ini, di mana kemarau menurut perkiraan BMKG bisa terjadi sampai awal November, kita mengimbau pemerintah daerah untuk mencarikan solusi-solusi untuk masyarakat,” ujar Yuliansyah, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com, Jumat (28/8/2026).
OMC dan penyediaan sumber air alternatif
Yuliansyah menekankan bahwa penanganan dampak kemarau memerlukan kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Pemerintah daerah beserta kementerian dan lembaga terkait perlu bersinergi, khususnya dalam memetakan wilayah-wilayah yang mulai terdampak kelangkaan air bersih.
Dari segi teknis meteorologi, BMKG telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bentuk penanganan kekeringan.
Namun, Yuliansyah mengingatkan bahwa keberhasilan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer, terutama ketersediaan awan potensial untuk proses penyemaian.
“BMKG sudah melakukan OMC, tapi itu juga tergantung benih-benih awan yang ada. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama stakeholder terkait untuk membantu warga yang terdampak kekurangan air bersih,” jelasnya.
Oleh karena itu, upaya penanggulangan tidak dapat hanya bergantung pada penyemaian hujan buatan. Pemerintah daerah dianjurkan untuk mempersiapkan pasokan air alternatif jangka panjang.
Pembangunan sumur bor dinilai menjadi salah satu solusi strategis, terutama bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses sumber air permukaan.
Komitmen Pengawasan Komisi V DPR RI
Sebagai mitra kerja pemerintah yang menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di bidang infrastruktur, Komisi V DPR RI memastikan akan terus mengawal penanganan dampak kemarau panjang di Kalimantan Barat.
Intervensi program harus tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat agar akses air bersih tetap terjamin selama periode kemarau.
“Kita pasti bersinergi dengan pemerintah daerah bagaimana untuk mengatasi dampak ini. Salah satunya BMKG yang melakukan OMC, kemudian kita membantu masyarakat yang terdampak melalui program penyediaan sumur bor,” tegas Yuliansyah. (Usm/aLf/RaM)
Gen Z Takeaway
Ancaman krisis air bersih akibat El Nino dan kemarau panjang di Kalimantan Barat perlu diantisipasi sejak dini. Selain OMC, pemerintah didorong menyiapkan sumur bor dan sumber air alternatif agar kebutuhan dasar warga tetap aman. Kolaborasi pemerintah daerah, kementerian, lembaga, dan DPR jadi kunci supaya responsnya tidak sekadar reaktif, tapi benar-benar siap menghadapi kemarau hingga November.









