Dari Pinggir Rel ke Hunian Layak: Kisah Suryani Bikin Terharu Usai Dikunjungi Presiden Prabowo

Penulis: Alfian Tegar
Editor: ⁠Henni Rachma Sari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:41 WIB
Dari Pinggir Rel ke Hunian Layak: Kisah Suryani Bikin Terharu Usai Dikunjungi Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto meninjau Rumah Hunian Senen di Jakarta, Jumat (28/08/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Air mata Suryani (43) tak terbendung saat mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang tiba-tiba datang ke kawasan hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/08/2026) malam. 

Ia teringat momen akhir Maret lalu, ketika Presiden Prabowo datang tanpa pemberitahuan ke tempat tinggalnya di bantaran rel.

Dengan suara bergetar, Suryani menyampaikan rasa syukurnya karena tidak lagi harus menetap di area yang penuh risiko tersebut, tempat yang telah menjadi rumahnya sejak berusia tujuh tahun.

“Bapak, terima kasih. Saya sudah senang banget Bapak sudah kasih tempat tinggal yang layak buat saya. Saya sudah enggak kaget lagi, Pak, tidur dengar suara kereta. Makanya saya bersyukur banget,” ujar Suryani dengan haru, berdasarkan keterangan yang diterima astakom.com.

Suryani menuturkan, kedatangan Presiden Prabowo ke kawasan kumuh di pinggir rel Senen pada 26 Maret lalu sama sekali tidak disangkanya. Tidak ada kabar atau persiapan khusus menyambut kedatangan Kepala Negara.

“Enggak ada info, enggak ada kabar, tiba-tiba datang. Makanya saya terharu banget,” jelasnya.

Puluhan tahun dibayangi rasa khawatir

Setelah kunjungan tersebut, Suryani mendapat kesempatan emas untuk pindah ke tempat yang jauh lebih aman dan layak. 

Ia menceritakan bahwa dirinya tinggal di bantaran rel sejak kecil setelah dibawa oleh orang tuanya, hingga akhirnya tumbuh dewasa di sana. Suara bising kereta api yang melintas saban hari sudah menjadi santapan harian baginya.

Meski terbiasa dengan kebisingan kereta, Suryani mengaku tetap merasa cemas dan tidak tenang selama tinggal di area tersebut, terutama saat ada penertiban dari petugas.

“Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan,” ungkapnya.

Kini, setelah dua bulan menetap di Hunian Senen, Suryani mengaku kehidupannya jauh lebih tenang dan nyaman. 

“Makanya saya berterima kasih sama Bapak Presiden. Saya bersyukur banget,” katanya.

Perjuangan hidup mandiri

Bagi Suryani, hunian baru ini sangat berarti mengingat kondisi ekonominya yang serba terbatas. Untuk menyambung hidup sehari-hari, ia bekerja sebagai pengamen dengan penghasilan yang tidak menentu.

Suryani kini berjuang seorang diri setelah suaminya berpulang. Meski anak-anaknya sudah berumah tangga dan memiliki kehidupan masing-masing, ia memilih untuk tetap mandiri dan tidak ingin membebani mereka.

“Saya harus cari uang sendiri dan tidak andalkan anak,” tegasnya.

Aksi nyata dan doa tulus untuk Presiden

Perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil meninggalkan kesan yang sangat mendalam bagi Suryani. 

Menurutnya, aksi nyata Presiden menjadi bukti kepedulian sosok pemimpin terhadap rakyat di tingkat bawah.

“Bapak itu sangat bagus kok kerjanya, lebih mementingkan rakyat kecil. Sangat bagus banget,” tuturnya.

Suryani menambahkan, kehadiran Presiden di pemukiman kumuh pinggir rel merupakan momen langka yang belum pernah ia saksikan seumur hidupnya.

“Dari saya kecil sampai saya sudah punya anak, sampai punya cucu, belum ada namanya Bapak Presiden datang ke bantaran rel. Cuma Bapak Presiden Prabowo saja yang datang,” katanya.

Perubahan jalan hidup yang dialaminya saat ini membuat perasaan Suryani campur aduk antara haru dan bahagia. Ia pun menutup ceritanya dengan untaian doa tulus untuk Presiden Prabowo.

“Makanya saya terharu banget sama Bapak Prabowo, senang banget saya,” ujarnya. 

“Semoga Bapak dikasih sehat dan rezekinya yang banyak dan keluarganya,” tandas Suryani. (aLf/RaM)

 

Gen Z Takeaway

Kisah Suryani menunjukkan bahwa hunian layak bukan sekadar soal tempat tinggal, tetapi juga tentang rasa aman dan kesempatan menjalani hidup dengan lebih tenang. Setelah puluhan tahun tinggal di bantaran rel, ia kini bisa menata hidup secara lebih mandiri di Hunian Senen. Bagi Suryani, langkah ini terasa meaningful karena menghadirkan perubahan nyata bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Bantaran Rel Senen Kawasan Senen Rumah Hunian Senen Hunian Layak

Infografis

Terkini