Resmi Join WAICO! RI Siap Bangun Ekosistem AI dan Bersaing di Level Global
astakom.com, Jakarta - Indonesia terus nge-upgrade sektor teknologi masa depan. Pemerintah lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pengembangan dan tata kelola Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di tingkat internasional.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Airlangga dalam rangkaian acara World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China. Acara bergengsi ini menjadi ajang kumpul-kumpul para menteri dan delegasi dari negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
Bukan main-main, Indonesia resmi jadi salah satu dari 29 negara pendiri WAICO yang berasal dari berbagai belahan dunia. Di kawasan ASEAN, Indonesia bergabung bersama Kamboja, Malaysia, Myanmar, dan Laos.
Selain itu, aliansi ini juga diperkuat oleh seluruh anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, China, Afrika Selatan), serta perwakilan dari Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.
AI jadi kunci ekonomi dunia
Airlangga menyoroti bahwa AI sekarang sudah jadi bagian integral dari transformasi teknologi global. Kehadirannya sukses mengubah struktur perekonomian, mendefinisikan ulang daya saing global, hingga memengaruhi cara negara-negara membangun kedaulatan teknologi mereka.
Melihat lanskap ini, Indonesia punya ambisi besar. Kita nggak mau cuma jadi pasar atau konsumen teknologi yang pasif. Sebaliknya, Indonesia berkomitmen penuh untuk jadi aktor utama yang ikut membentuk masa depan ekonomi digital dan ekosistem AI dunia.
"Indonesia tidak ingin hanya sekadar menjadi penonton atau konsumen dalam perlombaan kecerdasan buatan ini. Kami adalah arsitek aktif dari garda terdepan era digital," kata Airlangga, dikutip oleh astakom.com dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/07/2026).
Visi besar ini bukan sekadar omong kosong. Airlangga menjelaskan bahwa langkah berani ini didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah dinamika geopolitik global, di mana pertumbuhan ekonomi kita diproyeksikan menyentuh angka 5,4 persen pada tahun 2026. Pemerintah pun terus bergerak cepat menyelaraskan adopsi teknologi dengan penguatan kemandirian nasional.
Kolaborasi real dan roadmap nasional
Langkah strategis Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo. Pada Februari 2026 lalu, Indonesia langsung tancap gas menjalin kerja sama di bidang semikonduktor dan AI bersama raksasa teknologi ARM Holdings. Lewat kolaborasi epic ini, Indonesia sukses memperkuat posisinya di sektor AI dan semikonduktor sebagai kunci digitalisasi global.
Airlangga menambahkan, potensi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan AI dan infrastruktur digital di kawasan regional memang sangat besar. Bayangkan saja, pada tahun 2026 ini, jumlah pengguna internet di Indonesia sudah menembus angka sekitar 235 juta orang, alias setara dengan tingkat penetrasi sekitar 81 persen.
Untuk menangkap peluang emas tersebut, Pemerintah saat ini tengah sibuk menggodok National AI Roadmap. Peta jalan ini bakal jadi acuan utama dalam membangun ekosistem AI nasional, mulai dari investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta lokal, riset dan inovasi, hingga tata kelola AI yang bertanggung jawab.
Indonesia siap support kesuksesan WAICO
Komitmen memperkuat ekosistem digital ini juga disokong penuh oleh infrastruktur fisik yang mumpuni. Saat ini, Indonesia tercatat sudah mengoperasikan 182 pusat data (data center). Konsentrasi terbesarnya berada di Jakarta dengan 94 pusat data, disusul oleh Batam dengan 16 pusat data.
Pertumbuhan layanan komputasi awan (cloud computing) dan AI diproyeksikan bakal terus mendongkrak permintaan kapasitas pusat data nasional. Ujung-ujungnya, hal ini bakal membuka keran investasi yang jauh lebih besar lagi ke tanah air.
Di akhir pernyataannya, Airlangga memastikan bahwa Indonesia sangat siap mendukung kesuksesan jangka panjang WAICO. Caranya adalah dengan memaksimalkan kekuatan pasar, sumber daya strategis, serta inovasi kebijakan yang dimiliki.
“Bersama-sama, mari kita terjemahkan komitmen teknologi ini menjadi hasil nyata, yang mendorong kesejahteraan bersama dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi semua negara," ungkap Airlangga. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Indonesia resmi jadi pendiri WAICO dan siap ikut shape masa depan AI global, bukan cuma jadi user. Pemerintah lagi ngebut susun National AI Roadmap sambil memperkuat semikonduktor, data center, dan talenta digital. Targetnya jelas: bikin AI jadi mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia.







