ASEAN Update: Kemlu Spill 1.200+ WNI Korban Online Scam Myanmar Berhasil Pulang!
astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI spill data terbaru bahwa ada lebih dari 1.200 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil diselamatkan dan dipulangkan dari pusat-pusat penipuan daring (online scam) di Myanmar sampai Juli 2026.
“Sejak 20 Februari hingga 16 Juli 2026, pemerintah Indonesia, telah berhasil memfasilitasi pemulangan 1.203 WNI dari pusat-pusat online scam di Myanmar melalui Thailand,” tutur Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah merespons pertanyaan wartawan dikutip oleh astakom pada Selasa, (21/07/2026).
Kolaborasi antarnegara
Penyelamatan seribu lebih WNI ini merupakan buah dari kolaborasi ketat antara KBRI Yangon dan KBRI Bangkok yang memfasilitasi proses transit dan kepulangan WNI via Thailand serta dukungan penuh dari kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Terjebak area konflik
Namun, Heni menegaskan kalau proses evakuasi dan pemulangan ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Pasalnya, mayoritas lokasi keberadaan para WNI berada di wilayah konflik di luar kendali efektif otoritas resmi Myanmar.
Modus loker palsu
Kasus ini jadi pengingat keras soal besarnya risiko yang mengintai jika nekat berangkat bekerja secara non-prosedural ke luar negeri. Berdasarkan pola berulang yang ditemukan Kemlu, sebagian besar korban awalnya tergiur iklan tawaran pekerjaan dengan gaji tergolong tinggi di negara tertentu, seperti Thailand.
Namun bukannya mendapat pekerjaan impian, ada plot twist mengerikan begitu mereka tiba di Thailand, para WNI justru diseberangkan secara ilegal ke wilayah Myawaddy, Myanmar, dan dipaksa bekerja untuk sindikat online scam.
“Para korban kerap mengalami penyitaan paspor, pembatasan kebebasan bergerak, intimidasi, kekerasan, hingga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang,” ungkapnya.
Waspada dan cegah
Menyikapi fenomena ini, Heni kembali mengimbau masyarakat agar tidak gampang tergiur tawaran kerja luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui mekanisme penempatan resmi.
Masyarakat diminta untuk selalu menggunakan jalur penempatan yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan serta ekstra kritis saat menerima tawaran kerja. Salah satu langkah wajib adalah mengecek legalitas perusahaan penampung agar tidak masuk ke dalam perangkap sindikat penipuan.
“Pencegahan merupakan langkah terbaik untuk melindungi masyarakat Indonesia dari risiko eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang di luar negeri,” tutup Heni. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Jangan gampang tergiur loker luar negeri berkedok high salary kalau prosesnya sketchy alias non-resmi! Banyak yang niatnya mau kerja enak di Thailand, tapi malah di-plot twist ke wilayah konflik Myanmar, paspor disita, dan dipaksa jadi scammer. Stay critical, selalu fact-check legalitas perusahaannya sebelum apply, karena pencegahan itu number one priority supaya kamu nggak terjebak TPPO!







