Keren! Indonesia Raih Juara Utama Inovasi Digital PBB Berkat Layar Pintar

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 21 Juli 2026 | 14:10 WIB
Keren! Indonesia Raih Juara Utama Inovasi Digital PBB Berkat Layar Pintar
Keren! Indonesia Raih Juara Utama Inovasi Digital PBB Berkat Layar Pintar [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta – Indonesia baru saja bikin bangga di panggung dunia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto spill berita bahagia bahwa program digitalisasi pendidikan Indonesia berhasil menyabet penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pengakuan bergengsi ini diberikan oleh International Telecommunication Union (ITU) setelah inovasi digital dari Tanah Air sukses menyingkirkan kompetitor dari 122 negara.

Apresiasi global PBB

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/07/2026).

Prabowo berpendapat kalau penghargaan skala global ini jadi bukti nyata bahwa langkah cepat Indonesia dalam meratakan akses pendidikan berbasis teknologi mulai diakui dunia. Salah satu mvp (pemain kunci) di balik pencapaian keren ini adalah pembagian interactive flat panel alias layar pintar ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru Indonesia.

“Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB. International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita, Indonesia, dari 122 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan,” tutur Prabowo, dikutip oleh astakom pada Selasa (21/7/2026).

Bantu jutaan pengguna

Pengembangan layar pintar tersebut makin level up karena terhubung langsung dengan Rumah Pendidikan, sebuah portal terintegrasi yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Prabowo bilang kalau platform ini sudah digunakan lebih dari 6,9 juta dan ngasih dampak nyata ribuan sumber belajar gratis di lapangan.

“Kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Kementerian Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan interactive flat panel yang kita bagikan, telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” jelasnya.

Capaian manis ini membuktikan kalau proyek digitalisasi pendidikan tidak cuma berfokus di sekolah-sekolah kota besar saja. Manfaatnya sudah mulai dirasakan langsung oleh para guru dan pelajar yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas serta akses bahan ajar.

Pemerataan akses

Prabowo memandang kalau penghargaan tertinggi dari ITU menjadi sinyal kuat bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia sudah berada di jalur yang benar (on track). Integrasi layar pintar dan Rumah Pendidikan terbukti ampuh membuka kesempatan belajar yang jauh lebih adil dan merata.

“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat. Kita melompat, Saudara-saudara,” ungkap Prabowo.

Meski sudah berhasil menyabet pengakuan internasional, Presiden mewanti-wanti seluruh jajaran pemerintah agar tidak gampang berpuas diri. Tantangan untuk membenahi kualitas dan pemerataan pendidikan nasional diakuinya masih sangat panjang.

“Kita tidak cepat puas. Perjalanan masih jauh,” jelas Prabowo.

Langkah digitalisasi ini memang jadi jawaban krusial pemerintah untuk menjawab tantangan geografis Indonesia. Dengan wilayah yang sangat membentang dan lebih dari 288.000 sekolah yang tak sedikit berada di kawasan terpencil sentuhan teknologi menjadi kunci utama pemerataan.

“Kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan. Negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288.000 sekolah, banyak di tempat terpencil. Salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” tuturnya.

“Kita sudah membagi interactive flat panel, layar pintar, di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah. Tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga kelas per sekolah,” lanjutnya.

Target 700 ribu unit

Ke depannya, Prabowo menargetkan sekitar 700.000 unit layar pintar tambahan bakal rampung dikirim ke seluruh sekolah di Indonesia paling lambat pada akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027. Ekspansi besar-besaran ini diharapkan bisa menyapu bersih keterbatasan akses guru dan materi pembelajaran berkualitas di daerah.

“Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700.000 panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” tutupnya. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Flexing kelas dunia yang sesungguhnya! Indonesia terbukti nggak cuma jago scrolling, tapi juga beneran level up di kancah global lewat digitalisasi pendidikan. Kombinasi interactive flat panel (layar pintar) dan portal Rumah Pendidikan berhasil ngebantu jutaan siswa & guru di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dapet akses belajar yang adil. Ini bukti kalau teknologi bisa dipake buat meratakan opportunity anak muda Indonesia di mana pun mereka berada!

PBB Apresiasi RI Prestasi indonesia sidang kabinet paripurna 2 Tahun Presiden Prabowo

Infografis

Terkini