Pariwisata Indonesia Makin Ngebut, Wisman Naik dan Event Daerah Putar Ratusan Miliar

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 16 Juli 2026 | 23:01 WIB
Pariwisata Indonesia Makin Ngebut, Wisman Naik dan Event Daerah Putar Ratusan Miliar
Pariwisata Indonesia Makin Ngebut, Wisman Naik dan Event Daerah Putar Ratusan Miliar [Kemenpar]

astakom.com, Jakarta — Ada kabar positif dari sektor pariwisata Indonesia. Di tengah situasi global yang masih penuh tantangan, tren pariwisata nasional justru terus menunjukkan performa yang menguat, mulai dari bertambahnya wisatawan mancanegara hingga ramainya perjalanan wisata dalam negeri.

Momentum ini menjadi sinyal bahwa pariwisata tidak hanya kembali pulih, tetapi juga semakin berperan sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan, geliat berbagai event di daerah, serta strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar internasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan capaian sepanjang semester I 2026 memperkuat optimisme bahwa sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan destinasi, hingga penyelenggaraan berbagai event di seluruh Indonesia.

Wisman tumbuh, wisnus tetap jadi penopang utama

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta kunjungan, meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif, jumlah wisman hingga Mei 2026 mencapai 6,07 juta kunjungan, atau tumbuh 7,68 persen secara tahunan.

"Sektor pariwisata diharapkan semakin memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," kata Widiyanti dalam jumpa pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu silam(15/07/2026) dikutip dari pernyataan resmi Kemenpar.

Ia menjelaskan, pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi Kementerian Pariwisata yang berfokus pada penguatan pasar jarak dekat dan menengah. Tren kunjungan wisatawan asing juga tetap terjaga meski dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.

Di sisi lain, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) juga tetap menjadi tulang punggung sektor ini. Pada Mei 2026, perjalanan wisnus meningkat 8,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kumulatif hingga Mei 2026 tercatat 523,22 juta perjalanan, naik 2,86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Data tersebut juga menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara lebih tinggi sekitar 830 ribu kunjungandibandingkan jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Surplus itu meningkat 15,48 persen secara tahunan, yang mencerminkan potensi peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Pariwisata terus memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas destinasi, memperbanyak penyelenggaraan event, serta memperluas promosi yang lebih terarah. Upaya tersebut dijalankan melalui lima program unggulan, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pengembangan desa wisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, dan Tourism 5.0.

Indonesia naik peringkat di wisata ramah muslim

Selain pertumbuhan kunjungan wisatawan, Indonesia juga mencatat peningkatan daya saing di tingkat internasional pada sektor wisata ramah Muslim.

Dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026, Indonesia meraih penghargaan Muslim Friendly Destination of the Year sekaligus naik tiga peringkat dibandingkan periode sebelumnya.

"Penghargaan ini penting karena pasar wisata ramah Muslim merupakan salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat. GMTI memproyeksikan jumlah wisatawan Muslim pada 2026 mencapai 208 juta dan meningkat menjadi 262 juta pada 2030, dengan nilai pasar sebesar 310 miliar dolar Amerika Serikat," ujar Widiyanti.

Menurut Kementerian Pariwisata, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama berbagai mitra, termasuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Bank Indonesia. Kerja sama itu diwujudkan melalui penguatan promosi, perluasan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di desa wisata, peluncuran Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), hingga pemetaan destinasi wisata ramah Muslim di berbagai daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang semakin inklusif, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar global.

Event daerah jadi mesin penggerak ekonomi

Penyelenggaraan berbagai event sepanjang semester pertama 2026 juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Melalui program Karisma Event Nusantara (KEN), Kementerian Pariwisata telah menyelenggarakan 39 event hingga akhir Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 28 event telah dikaji dampaknya terhadap ekonomi dan sosial masyarakat.

Event-event itu berhasil menarik 2,46 juta pengunjung, melibatkan lebih dari 7.200 UMKM, menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja, serta menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp196,67 miliar.

Tak hanya itu, dukungan terhadap 17 event internasional dan delapan event nasional selama Januari hingga Juni 2026 juga mencatat lebih dari 614.731 pengunjung, melibatkan 1.326 UMKM dan lebih dari 18 ribu pekerja seni serta anggota komunitas, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp661,15 miliar.

Sementara itu, sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) turut memberikan kontribusi besar. Dua agenda MICE yang telah dikaji menghasilkan potensi transaksi sekitar Rp485,5 miliar serta potensi devisa mencapai Rp347,6 miliar.

"Kami meyakini hingga akhir 2026 penyelenggaraan event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Dampaknya juga akan semakin besar melalui efek berganda yang tercipta," kata Widiyanti.

Menpar menegaskan bahwa capaian semester pertama 2026 menunjukkan pariwisata semakin kokoh sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan pariwisata dapat dirasakan hingga ke tingkat daerah dan desa. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Angka-angka ini menunjukkan pariwisata bukan sekadar soal liburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas. Ketika destinasi berkembang, event semakin ramai, dan UMKM lokal ikut bergerak, manfaatnya bisa dirasakan banyak orang—mulai dari pelaku usaha, pekerja kreatif, hingga masyarakat di daerah. Karena itu, menjaga kualitas destinasi dan mendukung produk lokal menjadi bagian penting agar pariwisata Indonesia terus kompetitif di tingkat global.

Pariwisata Kemenpar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Wisman Event daerah

Infografis

Terkini