Proyek LNG Abadi Masela Resmi Jalan, Ciptakan Multiplier Effect, Bakal Sumbang Lebih dari Rp2.000 T ke RI

Pewarta: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB
Proyek LNG Abadi Masela Resmi Jalan, Ciptakan Multiplier Effect, Bakal Sumbang Lebih dari Rp2.000 T ke RI
Proyek LNG Abadi Masela Resmi Jalan, Ciptakan Multiplier Effect, Bakal Sumbang Lebih dari Rp2.000 T ke RI [Tim Media Presiden]

astakom.com, Jakarta - Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela yang baru aja diresmikan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan punya kontribusi yang sangat besar bagi ekonomi nasional. 

Bahkan menciptakan multiplier effect. Makanya Presiden Prabowo ngasih support penuh dalam peresmian pengembangan proyek ini.

"Saudara-saudara, pembangunan suatu bangsa adalah upaya kerja keras suatu bangsa, adalah perjalanan yang sangat jauh yang membutuhkan persatuan semua unsur, semua elemen. Dengan demikian, Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu," kata Presiden Prabowo saat peresmian proyek gas LNG Abadi Masela, dalam siaran live di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/07/2026).

Berkontribusi USD137,7 buat ekonomi RI

Dalam kajian LPEM FEUI diprediksi proyek abadi Blok Masela ini akan berkontribusi sekitar USD137,7 miliar buat perekonomian nasional sampe 2055 dan punya potensi buat menyerap tenaga kerja sampe 12.000 di puncak fase konstruksi.

Nggak cuma itu, pemerintah juga memperkirakan proyek ini nantinya mendongkrak penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan investasi asing langsung senilai lebih dari USD20 miliar. Makanya pengembangan proyek gas alam, LNG ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi di Indonesia.

Investasi sekitar Rp376,3 triliun

Blok Masela ini dikembangkan sama INPEX Masela Ltd. bareng Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar atau sekitar Rp376,3 triliun (Rp18 ribu per dolar AS), termasuk komponen tambahan USD1 miliar atau Rp18 triliun untuk teknologi CCS.

Mega proyek di sektor migas ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dengan menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD dan menghasilkan kondensat sebanyak 35 ribu barel per hari buat support kebutuhan energi nasional.

Komposisi kepemilikan proyek

Dikutip dari astakom.com, komposisi kepemilikan Blok Masela saat ini diisi oleh, Inpex Masela Ltd: 65 persen (sebagai operator utama). PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Masela 20 persen. Petronas Masela Sdn. Bhd sebanyak 15 persen.

Masuknya Pertamina dan Petronas sebagai mitra baru dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan sumber daya migas strategis di dalam negeri. Setelah groundbreaking rampung, tahap konstruksi fisik ditargetkan mulai pada 2027, sedangkan produksi perdana atau on-stream diperkirakan baru berlangsung pada 2029 hingga 2030.

Pembangunan digaspol 

Presiden Prabowo menginstruksikan kalau proyek yang punya nilai ekonomis tinggi ini bisa segera dijakankan dan selesai, bahkan dalam waktu sesingkat singkatnya.

“Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” kata Presiden Prabowo. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

After nunggu hampir 30 tahun, proyek LNG Abadi Masela akhirnya resmi jalan dan dikasih lampu hijau sama Presiden Prabowo. Mega project senilai Rp376 triliun ini diprediksi boost ekonomi hingga USD137,7 miliar, buka 12 ribu lapangan kerja, dan bikin investasi energi Indonesia makin next level.

LNG Abadi Masela Prabowonomics Presiden Prabowo

Infografis

Terkini