Kemenkes Buka Suara soal Kasus Peserta PPDS yang Ditemukan Tewas di Siak

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 15 Juli 2026 | 23:30 WIB
Kemenkes Buka Suara soal Kasus Peserta PPDS yang Ditemukan Tewas di Siak
Kemenkes Buka Suara soal Kasus Peserta PPDS yang Ditemukan Tewas di Siak [Ilustrasi: Gemini]

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait kasus meninggalnya seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Kabupaten Siak, Riau. Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan kepolisian sehingga pemerintah meminta publik menunggu hasil investigasi sebelum menarik kesimpulan.

Kemenkes menyatakan telah meminta keterangan lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan pihak RSUD Tengku Rafian terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

Di tengah proses tersebut, sejumlah fakta awal mulai terungkap. Tim Astakom menghimpun informasi dari sejumlah media nasional mengenai kronologi kejadian, temuan awal kepolisian di lokasi, serta langkah yang dilakukan Kemenkes dalam menindaklanjuti kasus tersebut.

Kemenkes minta tunggu hasil penyelidikan

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, mengatakan pihaknya telah mengetahui kasus tersebut dan meminta laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta RSUD Tengku Rafian.

"Kami sudah mengetahui kasus tersebut dan sudah meminta keterangan lebih lanjut ke Dinkes Provinsi Riau dan RS terkait," ujar Azhar kepada wartawan, Selasa (14/07/2026).

Azhar menegaskan Kementerian Kesehatan belum ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian korban dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau serta hasil penyidikan kepolisian.

"Jadi kami masih menunggu informasi dari Dinkes Provinsi Riau dan penyidikan polisi lebih lanjut," imbuh Azhar.

Polisi ungkap temuan awal di lokasi

Korban diketahui merupakan dr. Alex Cristo Losir (30), peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang sedang menjalani penempatan di RSUD Tengku Rafian, Siak.

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan korban merupakan mahasiswa PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang baru menjalani penempatan di rumah sakit tersebut sejak 1 Juli 2026.

"Benar, mahasiswa PPDS Universitas Riau dari Fakultas Kedokteran. Korban ini baru penghadapan ke rumah sakit pada 1 Juli," kata Raja Kosmos, melansir dari media nasional pada Selasa (14/07/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Seluruh barang milik korban juga ditemukan dalam kondisi utuh di lokasi.

"Saat ditemukan tak ada tanda kemerasan pada tubuh korban. Barang-barang semua juga utuh, ada kita temukan di lokasi," jelas Kosmos.

Untuk memastikan penyebab kematian, polisi membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau guna menjalani autopsi.

"Sementara hasil olah TKP tidak ditemukan tanda kekerasan dan kita otopsi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memastikan. Lalu barang-barang semua juga ditemukan utuh di lokasi," sambung Kosmos.

Kronologi penemuan korban

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah media nasional, korban diketahui mulai menjalani penempatan di RSUD Tengku Rafian sejak 1 Juli 2026.

Korban dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026). Berdasarkan penelusuran, korban tercatat terakhir melintas tak jauh dari lokasi penemuan. Petugas keamanan rumah sakit kemudian melakukan pencarian di sekitar area tersebut hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di semak belukar di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian pada Selasa (14/7/2027).

Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab kematian korban. Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Di tengah cepatnya arus informasi, penting untuk mengutamakan fakta yang telah terverifikasi. Dalam kasus ini, penyebab kematian peserta PPDS di Siak masih menunggu hasil autopsi dan penyelidikan resmi, sehingga publik perlu menghindari spekulasi hingga proses investigasi selesai.

Penemuan mayat Kemenkes mahasiswa PPDS PPDS SIAK

Infografis

Terkini