Minyakita Masih Pricey di Atas HET, Kemendag Sat-set Atur Strategi Perketat Pengawasan
astakom.com, Jakarta - Harga Minyakita yang rata-rata masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) disikapi dengan taktik jitu oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, blak-blakan mengakui kalau harga rata-rata minyak goreng subsidi andalan masyarakat masih bertengger di atas HET yang sudah ditetapkan pemerintah.
Dyah nge-gep sendiri di pasaran kalau harga jual Minyakita saat ini masih tertahan di level Rp16 ribuan per liter. Padahal, aturan resminya bilang kalau HET baku itu ada di angka Rp15.700 per liter.
"Nah, itu kalau HET-nya kan di angka Rp15.700 dan harga rata-rata itu ada di angka kalau tidak salah tadi monitoringnya Rp16 ribuan ya," kata Dyah saat ditemui usai Rakor Inflasi di gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip oleh astakom.com pada Rabu (15/07/2026).
Distribusi lewat BUMN Pangan lampaui target
Biar hal ini nggak terus-terusan terjadi, sebagai instrumen pengendali harga, Kemendag sat-set memperketat pengawasan jalur distribusi minyak goreng rakyat ini.
Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2025 yang mewajibkan minimal 35 persen dari total distribusi Minyakita wajib disalurkan lewat jaringan BUMN Pangan.
Menurut Dyah, realisasi penyaluran lewat BUMN Pangan ini sudah menyentuh angka 51 persen, alias sukses melampaui target minimal regulasi.
"Nah harapannya penyalurannya, distribusinya bisa maksimal sehingga pasar rakyat itu stoknya aman, begitu," jelas Dyah.
Fluktuasi harga Minyakita
Masalah fluktuasi harga minyak subsidi ini ternyata jadi salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional.
Dalam pemaparan di forum itu, Kemendag memakai basis data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini dijalankan bareng Bank Indonesia (BI), Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan pemerintah daerah.
"Kami selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. Jadi kita juga mengetahui komoditas apa saja yang harganya sedang naik," kata Dyah.
Planning program revitalisasi pasar rakyat
Nggak cuma fokus ke urusan logistik Minyakita, Kemendag juga lagi menyiapkan draf mitigasi khusus buat wilayah-wilayah yang sedang dilanda bencana alam. Soalnya, daerah-daerah ini rawan banget kena lonjakan inflasi gara-gara akses pengiriman sembako yang terputus.
Sebagai solusinya, Kemendag lagi mempercepat draf koordinasi program revitalisasi pasar rakyat. Tujuannya agar infrastruktur perdagangan di daerah terdampak tetap bisa beroperasi optimal sebagai pusat logistik warga.
"Nah, itu salah satu hal yang sedang kita upayakan untuk daerah-daerah bencana yang ada kemungkinan inflasi mungkin meningkat gitu ya karena flow of goods-nya ataupun distribusinya juga terkendala," kata Dyah. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Harga Minyakita masih nongkrong di kisaran Rp16 ribuan, jadi belum balik ke HET Rp15.700 per liter. Kemendag gaspol rapihin distribusi lewat BUMN Pangan biar stok makin aman dan harga lebih stabil. Buat daerah yang kena bencana, lagi disiapin strategi khusus supaya suplai tetap lancar dan inflasi nggak makin spill.









