Terkait Iran, Menlu Sugiono Tegaskan Posisi RI Dorong Stabilitas dan Hormati MoU Damai!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 15 Juli 2026 | 21:00 WIB
Terkait Iran, Menlu Sugiono Tegaskan Posisi RI Dorong Stabilitas dan Hormati MoU Damai!
Terkait Iran, Menlu Sugiono Tegaskan Posisi RI Dorong Stabilitas dan Hormati MoU Damai! [astakom/Paulina]

astakom.com, Jakarta – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara tegas menyatakan kalau posisi Indonesia tidak akan bergeser dalam mendorong pemulihan stabilitas keamanan di Iran serta mendesak penghentian segera segala bentuk serangan militer demi mencegah efek domino yang merugikan ekonomi domestik.

"Posisi kita nggak berubah. Kita ingin situasi di situasi stabil lagi. Perdamaian tercapai. Serangan bisa segera terhenti" ucap Menlu RI Sugiono yang ditemui oleh wartawan astakom usai Pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Vietnam di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa, (14/07/2026).

Fokus damai!

Menurut Sugiono, apa pun yang terjadi di kawasan Timur Tengah memiliki korelasi langsung terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat Indonesia sehari-hari. Oleh karena itu, diplomasi Indonesia bergerak cepat dengan menekankan pentingnya komitmen internasional terhadap kesepakatan damai.

Efek domino

Konflik di Timur Tengah memiliki korelasi yang kuat terhadap lanskap global. Artinya, eskalasi di sana tidak berdiri sendiri dan dipastikan bakal ikut mengusik kondisi negara lain, termasuk Indonesia.

"Karena apapun yang terjadi di sana akan secara langsung berpengaruh pada kehidupan kita di sini" tutur Sugiono.

Hormati MoU

Merespons kembali meningkatnya ketegangan militer di kawasan Teluk, Menteri Luar Negeri RI Sugiono meminta kedua pihak yang bertikai untuk mematuhi kesepakatan damai dalam Memorandum of Understanding (MoU) guna menekan risiko pemburukan konflik.

"Kan sudah ada MoU kemarin dan kita berharap sama-sama bisa dihormati" tutupnya.

Eskalasi Hormuz

Kesepakatan damai dalam Memorandum Islamabad yang baru ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 17 Juni 2026 tampaknya tidak bertahan lama.

Memasuki 7 Juli 2026, kedua negara kembali terlibat konflik bersenjata akibat sengketa lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz.

Baku tembak pun tak terhindarkan, Washington mengerahkan operasi militer ke sejumlah target di Iran, sementara Teheran membalasnya dengan mengincar aset-aset AS di Teluk.

Guna merespons eskalasi ini, Presiden Donald Trump mengambil langkah tegas dengan menerapkan kembali blokade. Pihak Gedung Putih bahkan berencana menarik tarif perlindungan keamanan sebesar 20 persen untuk setiap kargo yang melewati Selat Hormuz. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Basically, konflik AS-Iran di Selat Hormuz ini bukan cuma urusan mereka berdua, tapi bisa bikin ekonomi global ikut shaking—yang ujung-ujungnya bakal berdampak langsung ke isi dompet kita di sini. Makanya, langkah Indonesia yang mendesak kedua belah pihak buat balik patuh ke MoU damai itu udah paling bener biar situasi gak makin chaos dan kita gak kena getahnya

Indonesia- Iran iran Menlu Sugiono Sugiono Update 2026

Infografis

Terkini