Menteri HAM Wakili Presiden Prabowo Sampaikan Pidato di Agenda HUT Kemerdekaan Prancis

Pewarta: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 15 Juli 2026 | 15:31 WIB
Menteri HAM Wakili Presiden Prabowo Sampaikan Pidato di Agenda HUT Kemerdekaan Prancis
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri Bastille Day [Dok. Kementerian HAM]

astakom.com, Jakarta — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, resmi hadir mewakili Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Resepsi Diplomatik Hari Nasional Republik Prancis (Bastille Day) yang digelar di Jakarta kemarin.

Kehadiran Pigai sebagai Guest of Honor alias tamu kehormatan malam itu menjadi simbol nyata dari eratnya chemistry persahabatan serta kemitraan strategis yang selama ini dibangun oleh kedua negara.

Dalam sambutannya, Pigai menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada pemerintah dan seluruh rakyat Prancis.

"Hari Bastille merupakan simbol kuat atas kemerdekaan, nilai-nilai kewargaan, dan semangat demokrasi; prinsip-prinsip yang juga sangat dekat dengan Indonesia. Nilai-nilai bersama inilah yang menjadi penopang utama kemitraan kita," ungkap Pigai dalam keterangannya, Rabu (15/07/2026).

Respect ke Duta Besar Prancis

Tidak lupa, ia juga memberikan big respect dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, beserta jajaran Kedutaan Besar, komunitas Prancis, dan seluruh mitra yang konsisten menjadi support system dalam memperkuat hubungan bilateral ini.

Menurut Pigai, dinamika hubungan Indonesia dan Prancis bisa terus berkembang pesat karena berdiri di atas fondasi saling menghormati, saling percaya, serta adanya komitmen bersama untuk secure perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, baik di level kawasan maupun global.

Kemitraan diplomasi yang modern

Lebih lanjut, Pigai juga menyoroti bagaimana progres hubungan kedua negara ini makin upgraded dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor politik dan keamanan.

Ia menyebut bahwa Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Prancis pada Mei 2026 lalu yang termasuk momen pertemuannya dengan Presiden Emmanuel Macron, menjadi milestone atau tonggak sejarah yang sangat krusial.

"Kemitraan ini mencerminkan pendekatan diplomasi yang modern: sebuah pendekatan yang memadukan kerja sama pertahanan, industri strategis, keamanan maritim, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. Kemitraan ini dibangun di atas kepercayaan, saling menghormati, dan visi bersama bagi kawasan Indo-Pasifik yang stabil," ucap Pigai.

Dorong terus penguatan kemitraan

Pertemuan itu sukses membawa hubungan kedua negara naik kelas menuju Kemitraan Strategis Komprehensif.

Mengakhiri pidatonya, Pigai mengajak kedua belah pihak untuk tidak cepat berpuas diri dan terus memperkuat kemitraan yang strategis, dinamis, serta selalu berorientasi pada masa depan.

"Semoga persahabatan antara Indonesia dan Prancis senantiasa berkembang, serta berkontribusi bagi masa depan yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bagi kedua bangsa," tuturnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Diplomasi bukan sekadar seremoni, tapi investasi kepercayaan jangka panjang. Kehadiran MenHAM Natalius Pigai mewakili Presiden Prabowo di Bastille Day menegaskan hubungan Indonesia dan Prancis yang terus menguat, mulai dari kesamaan nilai hingga kerja sama strategis di bidang pertahanan, keamanan, dan stabilitas kawasan. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global bersama.

Menteri HAM Natalius Pigai Bastille Day Prancis

Infografis

Terkini