DTKJ Usulkan Tarif Mikrotrans Rp2.000 dan Langganan Transjakarta Rp200 Ribu, Pemprov DKI Mulai Kaji

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 9 Juli 2026 | 22:08 WIB
DTKJ Usulkan Tarif Mikrotrans Rp2.000 dan Langganan Transjakarta Rp200 Ribu, Pemprov DKI Mulai Kaji
Angkutan Jaklingko di terminal Kampung Melayu, Jakarta. [astakom/M Syauqi Amrullah]

astakom.com, Jakarta – Usulan penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta mulai masuk meja pembahasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif Mikrotrans sebesar Rp2.000 per perjalanan, tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000, hingga skema tiket berlangganan Transjakarta senilai Rp200.000 per bulan.

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan Pemprov DKI akan segera mengkaji seluruh usulan yang disampaikan DTKJ sebelum mengambil keputusan.

"Untuk usulan dari Dewan Transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut," kata Pramono kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.

Pramono menegaskan, hingga kini belum ada keputusan mengenai perubahan tarif. Seluruh usulan masih dalam tahap pembahasan bersama pihak terkait.

DTKJ usulkan tarif baru transportasi umum

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo menyampaikan usulan penyesuaian tarif transportasi umum kepada awak media usai pelantikan pengurus DTKJ di Balai Kota DKI Jakarta.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah tarif Mikrotrans sebesar Rp2.000 bagi penumpang yang hanya menggunakan layanan tersebut.

Menurut dia, layanan Mikrotrans pada awalnya digratiskan sebagai bagian dari uji coba untuk mendukung konektivitas first mile dan last mile menuju moda transportasi massal.

"Mikrotrans itu sebetulnya kemarin itu dalam rangka uji coba supaya apa, bagaimana first mile and last mile-nya itu jalan. Jadi dari rumah langsung nyambung kan ke BRT, non-BRT. Karena uji coba itu Rp 0, tapi keterusan," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta.

Selain itu, DTKJ juga mengusulkan tarif reguler Transjakarta sebesar Rp5.000 yang terintegrasi untuk layanan BRT, non-BRT, dan Mikrotrans.

Ada usulan tiket langganan Rp200 Ribu per bulan

Selain penyesuaian tarif reguler, DTKJ mengusulkan skema tiket berlangganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

Menurut Sugihardjo, skema tersebut diharapkan dapat membuat biaya transportasi harian para pekerja yang rutin menggunakan Transjakarta menjadi lebih terjangkau dibandingkan membayar tarif secara satuan setiap hari.

Dengan sistem berlangganan, pengguna dapat memperoleh penghematan biaya sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Pemprov DKI segera ambil keputusan

Pramono mengatakan Pemprov DKI juga tengah membahas tarif layanan Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta yang telah beroperasi beberapa bulan terakhir.

"Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan," ujar Pramono.

Ia menambahkan pembahasan tarif tersebut masih dilakukan bersama DPRD DKI Jakarta sebelum nantinya diputuskan secara resmi. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Belum ada tarif yang berubah, ya. Besaran tarif Mikrotrans Rp2.000, tarif Transjakarta Rp5.000, maupun tiket langganan Rp200 ribu per bulan masih sebatas usulan DTKJ. Pemprov DKI Jakarta menegaskan seluruh usulan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi kebijakan resmi, sehingga masyarakat masih menggunakan tarif yang berlaku saat ini.

Jaklingko Transport Transjakarta Transum

Infografis

Terkini