Presiden Lukashenko Dukung Pembukaan KBRI serta Penerbangan Langsung ke Belarus
astakom.com, Jakarta – Rencana pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belarus mendapat sambutan hangat dari Presiden Alexander Lukashenko. Kehadiran misi diplomatik ini dinilai strategis untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus mendongkrak sektor pariwisata kedua negara.
Tonggak sejarah baru
Lukashenko menegaskan kalau pembukaan KBRI di Minsk bakal menjadi tonggak sejarah penting bagi hubungan bilateral Indonesia dan Belarus. Kehadiran fisik kantor perwakilan ini dinilai sebagai momentum tepat untuk memperdalam kerja sama yang sudah mengakar selama lebih dari 3 dekade.
"Saya terima kasih kepada Pak Presiden atas rencana membuka kedutaan Indonesia. Pasti warga negara kita akan semakin banyak berkunjung ke Indonesia dan juga pembukaan direct flight ke Belarus. Dan bagi orang Belarus sangat tertarik sekali untuk berkunjung ke Indonesia karena itu suatu hal yang sangat menarik," tutur Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip oleh astakom pada Jumat, (3/7/2026).
Dorong penerbangan langsung
Lukashenko mengungkapkan kalau Indonesia memiliki daya tarik besar bagi masyarakat Belarus yang ingin berkunjung. Atas dasar itulah, ia berharap kedua pihak dapat terus mendorong berbagai upaya untuk memperkuat konektivitas dan akses transportasi antara kedua negara.
"Kami juga berharap adanya penerbangan langsung yang akan semakin memudahkan masyarakat kedua negara untuk saling berkunjung," tutur Lukashenko.
Usulan bebas visa
Tak hanya fokus pada pembukaan kedutaan dan perluasan rute penerbangan, Lukashenko juga menyoroti pentingnya kelancaran mobilitas warga. Ia berharap aspek ini dapat diakomodasi melalui kebijakan visa yang lebih longgar demi mempermudah perjalanan masyarakat dari kedua negara.
"Delegasi kami memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap saling kunjung turis itu. Kami terbuka pembukaan kedutaan Indonesia di Belarus dan juga akan pembukaan visa bebas itu juga akan mempermudah kunjungan warga Belarus ke Indonesia seperti hal sudah kami lakukan kepada warga Indonesia ke Belarus," jelasnya.
Berbagai langkah strategis tersebut diyakini akan menjadi fondasi kokoh dalam mempererat hubungan antarwarga (people-to-people contacts). Lebih dari itu, penguatan ini diharapkan mampu membuka pintu bagi peluang kerja sama yang jauh lebih luas di masa mendatang.
"Bagi masyarakat Belarus, Indonesia merupakan destinasi yang sangat menarik. Karena itu kami memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara," jelas Lukashenko.
"Ini satu langkah besar karena itu semua berkat delegasi kami sangat solid sekali bekerja tentang banyak hal, saling bersama. Kita tidak punya suatu hal yang tertutup dan tidak akan kita selalu terbuka untuk membahas berbagai peluang kerja sama yang ada," jelasnya.
"Ini menjadi suatu yang memungkinkan berkat energi dan dukungan Bapak yang sangat kuat bagi pemerintah Belarus dalam kerja sama dengan Indonesia. Kami sangat berterima kasih bahwa kami saling menghargai persahabatan kita. Terima kasih banyak atas perhatiannya," papar Lukashenko.
Sinergi 7 MoU baru
Dalam kesempatan itu, Lukashenko turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmennya dalam memperluas hubungan bilateral di berbagai sektor. Ia menilai, sederet kesepakatan yang berhasil dicapai selama kunjungan kenegaraannya ke Jakarta bakal menjadi modal krusial bagi penguatan kemitraan kedua negara ke depan.
Momentum kunjungan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan 7 nota kesepahaman (MoU) di berbagai sektor krusial. Agenda penguatan ini mencakup kerja sama di bidang industri, kebudayaan, riset ilmiah dan teknis, kesehatan, jasa keuangan, standardisasi dan akreditasi, hingga langkah bersama dalam mencegah pencucian uang serta pendanaan terorisme.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus sendiri telah ada sejak tahun 1993. Kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Jakarta kali ini merupakan tindak lanjut nyata dari pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Minsk pada 2025 lalu, yang sebelumnya telah menghasilkan peta jalan roadmap kerja sama bilateral hingga tahun 2030. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Hubungan Indonesia dan Belarus makin next level! Nggak cuma rencana buka KBRI baru di Minsk dan kode keras bakal ada direct flight, tapi ke depannya liburan ke sana bisa makin gampang lewat wacana bebas visa. Plus, kerja sama ini makin solid lewat 7 MoU baru yang bakal bikin konektivitas kedua negara makin borderless sampai tahun 2030. Travel bucket list auto nambah, nih!









