Indonesia Sahkan ARFTC di Gambia: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kapasitas Pertanian di Afrika Barat

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:41 WIB
Indonesia Sahkan ARFTC di Gambia: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kapasitas Pertanian di Afrika Barat
Indonesia Sahkan ARFTC di Gambia: Perkuat Ketahanan Pangan dan Kapasitas Pertanian di Afrika Barat [Kemlu RI]

astakom.com, Jakarta – Indonesia dan Gambia resmi menghidupkan kembali fungsi Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi pada Rabu (01/07/2026).

Langkah strategis ini diambil guna menjadikan pusat pelatihan pertanian tersebut sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Afrika Barat.

Revitalisasi bersejarah

Setelah hampir tiga dekade sebagai lambang persahabatan kedua negara, ARFTC kini resmi beroperasi setelah revitalisasi dari Pemerintah Indonesia. Langkah ini sekaligus menandai babak baru dalam kerja sama pembangunan yang membawa dampak nyata bagi kawasan.

​Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie. Momentum ini berlangsung di sela-sela Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-2 RI–Gambia yang digelar di Banjul pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.

"Peresmian kembali ARFTC bukan sekadar menandai peremajaan infrastruktur. Ini adalah pembaruan komitmen Indonesia untuk terus berjalan bersama Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ucap Wamenlu Tata dikutip oleh astakom pada Kamis, (02/07/2026).

Rekam jejak ARFTC

ARFTC didirikan pada 1996 lewat kolaborasi Pemerintah Indonesia (YAMPI) Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia , dan (FAO) Food and Agriculture Organization (FAO). Hingga kini, pusat pelatihan tersebut sukses memberikan pelatihan bagi lebih dari 6.000 petani serta penyuluh pertanian dari Gambia dan kawasan Afrika Barat termasuk Senegal, Mali, Liberia, dan Guinea.

Skema kerja sama

"Indonesia tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan negara mitra pembangunan lainnya melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan di bidang pertanian di ARFTC Jenoi bagi negara-negara Afrika,” sambung Wamenlu Tata.

Langkah revitalisasi ARFTC ini mempertegas komitmen nyata Indonesia dalam menghadirkan kerja sama pembangunan yang berdampak konkret. Ke depan, pusat pelatihan ini diharapkan untuk bertransformasi menjadi regional centre of excellence yang mampu mendongkrak inovasi sektor tani, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkokoh ketahanan pangan di seantero Afrika Barat.

Komitmen berkelanjutan

Jika satu benih yang ditanam mampu menghidupi satu keluarga, maka pengetahuan yang dibagikan dipercaya dapat mengubah masa depan suatu bangsa. Semangat inilah yang mengakar pada keberadaan ARFTC. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi Gambia sebagai mitra strategis dalam memperkokoh ketahanan pangan, mengasah kapasitas SDM, serta berbagi pengalaman pembangunan demi kemajuan Gambia dan seluruh kawasan Afrika Barat.

“Karena persahabatan yang sejati, sebagaimana hasil panen terbaik, lahir dari komitmen dan aksi nyata yang terus kita pupuk dan pelihara bersama,” tutup Wamenlu Tata. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia baru aja upgrade pusat pelatihan pertanian (ARFTC) di Gambia yang sempat "mati suri." Gak cuma sekadar perbaikan fasilitas, kolaborasi ini jadi bukti nyata Indonesia ikut turun tangan ngatasin krisis pangan global dan nge-bantu ribuan petani di Afrika Barat lewat transfer ilmu. Big win for global impact!

Gambia Afrika Barat Indonesia - Afrika ARFTC

Infografis

Terkini