Konferensi ASEAN-Turki: Dorong Kerja Sama Jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:10 WIB
Konferensi ASEAN-Turki: Dorong Kerja Sama Jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN
Konferensi ASEAN-Turki: Dorong Kerja Sama Jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN [Prof. Dr. Talip Küçükcan, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN /Asean.org]

astakom.com, Jakarta – Jakarta resmi menjadi tuan rumah Forum ASEAN-Türkiye perdana yang digelar pada Senin silam, (29/06/2026) yang menandai babak baru dalam penguatan hubungan Türkiye dengan Asia Tenggara.

Lewat forum ini, Turki tidak hanya berupaya mempererat kerja sama strategis di kawasan, tetapi juga secara terbuka mempertegas ambisinya untuk meraih status sebagai Mitra Dialog Penuh (Full Dialogue Partner) ASEAN.

Pertemuan bersejarah ini sengaja diinisiasi sebagai pijakan penting untuk membawa hubungan bilateral kedua belah pihak ke tingkat paradigma strategis yang lebih tinggi.

Mengusung tema “Bridges of Progress: Advancing ASEAN-Türkiye Cooperation across Economy, Security, Sustainability, Peacebuilding, and Digitalization”, forum ini diinisiasi oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama Kedutaan Besar Turki di Jakarta. Agenda strategis yang turut didukung oleh Kantor Penasihat Komunikasi Turki ini sukses mempertemukan para diplomat, pembuat kebijakan, akademisi, serta pakar dari kedua wilayah.

Berbagai isu krusial menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut, mulai dari penguatan sektor perdagangan, keamanan, energi, hingga pembangunan berkelanjutan. Selain itu, para delegasi juga membedah potensi kolaborasi di bidang transformasi digital dan pengembangan sumber daya manusia, sebagai langkah adaptif dalam merespons lanskap geopolitik serta ekonomi dunia yang terus berubah.

Kolaborasi dua jembatan dunia

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menilai kalau ASEAN dan Turki memiliki keunggulan strategis yang saling melengkapi. Ia menyoroti posisi ASEAN yang kini menjelma sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi dunia, sementara di sisi lain, Turki memegang peran krusial sebagai jembatan penghubung antara kawasan Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

"Penggabungan kekuatan kedua kawasan akan membuka peluang besar bagi peningkatan kemakmuran bersama, ketahanan ekonomi, dan keamanan yang lebih kuat," ucap Watanabe pada sambutannya dikutip oleh astakom pada Kamis, (2/7/2026).

Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Prof. Talip Küçükcan, menilai forum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah manifestasi konkret. Pertemuan tersebut mencerminkan tekad bulat ASEAN dan Turki untuk membangun kemitraan strategis yang berkelanjutan di masa depan.

"Forum ASEAN-Turki dipandang bukan sebagai tonggak sejarah yang berdiri sendiri, tetapi sebagai mekanisme berkelanjutan dan berulang untuk memperkuat dialog tingkat tinggi yang vital ini di tahun-tahun mendatang,” ucap Prof. Dr. Talip Kucukcan, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh. Ia menilai kalau di tengah melonjaknya ketidakpastian global saat ini, hubungan kemitraan antara ASEAN dan Turki justru memegang nilai strategis yang jauh lebih besar dan krusial. Ia menekankan kalau hubungan kedua belah pihak tidak boleh hanya bertumpu pada capaian di masa lalu. Lebih dari itu, kemitraan ASEAN-Turki harus dirancang untuk menjadi salah satu pilar utama penopang stabilitas ekonomi dan politik dunia di tengah pergeseran lanskap global saat ini.

Rekomendasi naik kelas diplomasi

Diskusi intensif yang terbagi dalam tiga sesi panel utama tersebut akhirnya menghasilkan sederet rekomendasi kebijakan strategis, yang ditujukan khusus untuk memperkuat sekaligus memperdalam fondasi kemitraan ASEAN-Turki.

Salah satu poin krusial yang direkomendasikan adalah mendorong peningkatan status diplomasi Turki dari yang saat ini sekadar Sectoral Dialogue Partner. Guna mewujudkan hal tersebut, para peserta mengusulkan keterlibatan Turki yang lebih intensif dalam berbagai mekanisme ASEAN. Langkah ini mencakup perluasan kerja sama dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) serta penguatan partisipasi aktif dalam forum pertahanan ASEAN Defence Ministers' Meeting Plus (ADMM-Plus).

Rantai pasok energi & digital skills

Di bidang energi, kedua kawasan dinilai memiliki potensi yang saling menguntungkan. Forum menilai posisi Turki sangat strategis sebagai jalur utama pasokan energi antara Asia dan Eropa. Karakteristik ini dinilai sangat klop dengan kondisi ASEAN yang saat ini sedang mengalami pertumbuhan pesat dan membutuhkan pasokan energi dalam jumlah besar.

Oleh sebab itu, forum mendorong akselerasi kerja sama di sejumlah sektor, mulai dari teknologi, riset bersama, hingga ekspansi industri manufaktur. Sinergi ini pun diarahkan untuk memperkokoh ketahanan rantai pasok mineral kritis, yang saat ini menjadi komoditas kunci di tengah bergantinya transisi energi dunia.

Di samping isu energi, percepatan transformasi digital turut menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Untuk mendukung hal ini, para peserta mengusulkan tiga langkah strategis: pembentukan sistem sertifikasi keterampilan digital lintas kawasan melalui program Digital Skills Passport, pendirian Pusat Pengembangan Tenaga Kerja Digital ASEAN-Turki, serta penyelenggaraan ASEAN-Türkiye Youth Forum setiap tahun sebagai wadah mempererat jejaring generasi muda kedua pihak.

Rekam jejak hubungan bilateral

Forum perdana ini sekaligus merefleksikan perjalanan panjang kemitraan strategis antara Türki dan ASEAN. Jalinan formal kedua pihak bermula ketika Turki bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2010. Kemudian 2011, Turki memperluas fungsi Kedutaan Besarnya di Jakarta sebagai perwakilan khusus untuk ASEAN, hingga akhirnya resmi mengamankan status sebagai Sectoral Dialogue Partner pada 6 tahun kemudian.

Keseriusan Turki semakin nyata ketika pada 2024 lalu, Turki secara resmi mengajukan permohonan untuk menjadi Mitra Dialog Penuh (Full Dialogue Partner) ASEAN. Status ini merupakan level kemitraan tertinggi bagi negara di luar kawasan, yang nantinya akan membuka pintu bagi Turki untuk terlibat secara lebih luas dan mendalam di berbagai forum politik, ekonomi, serta keamanan ASEAN.

Oleh karena itu, Forum perdana ASEAN-Turki di Jakarta ini dinilai sebagai langkah nyata untuk memuluskan pengajuan status tersebut. Di saat yang sama, agenda ini juga membuka lebar pintu kolaborasi yang lebih erat dan strategis antara Turki dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara di masa depan. (nAD/aNs)

​Gen Z Takeaway

Intinya, Turki lagi effort banget buat naik kelas jadi Mitra Dialog Penuh ASEAN lewat forum perdana di Jakarta ini. Kolaborasi ini gak cuma soal bisnis atau politik makro, tapi juga bakal buka peluang nyata buat kita lewat program Digital Skills Passport dan forum pemuda tahunan. Next-level partnership ini bikin hubungan Asia Tenggara dan Turki makin terkoneksi di tengah ketidakpastian global!

Indonesia Turkiye Asean update indonesia turki Forum ASEAN-Turki

Infografis

Terkini