Go Global! RI-Belarus Sepakati Kerja Sama Kebudayaan, Perkuat Soft Power Indonesia

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 3 Juli 2026 | 12:01 WIB
Go Global! RI-Belarus Sepakati Kerja Sama Kebudayaan, Perkuat Soft Power Indonesia
Go Global! Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Kebudayaan, Perkuat Soft Power Indonesia [Kemenbud]

astakom.com, Jakarta – Indonesia terus memperluas cara membangun hubungan dengan negara lain. Tak hanya melalui kerja sama di bidang ekonomi maupun politik, pemerintah kini semakin mengedepankan kebudayaan sebagai jembatan diplomasi untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum saling pengertian (MSP) tentang kerja sama kebudayaan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belarus. Kesepakatan itu menjadi salah satu hasil kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia, yang penandatanganannya disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

Melansir dari keterangan resmi Kementerian Kebudayaan yang astakom.com terima pada, Kamis (02/07/2026), kerja sama ini menjadi pijakan baru bagi kedua negara untuk mengembangkan kolaborasi budaya secara lebih terarah dan berkelanjutan. Selain mempererat hubungan bilateral, kesepakatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui berbagai aktivitas seni, budaya, dan kreativitas.

Budaya jadi jembatan diplomasi

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia. Menurutnya, kekayaan seni, tradisi, dan warisan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan modal penting untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan negara lain.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional. Kebudayaan merupakan sumber soft power Indonesia yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara," ujar Fadli Zon.

Ia mengatakan, penandatanganan MSP tersebut menjadi fondasi untuk membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Belarus melalui kolaborasi di bidang seni, pelestarian warisan budaya, hingga pengembangan sektor kreatif.

Museum hingga festival film masuk agenda kolaborasi

Kerja sama yang disepakati tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga akan diwujudkan dalam berbagai program yang melibatkan pelaku budaya dari kedua negara.

Melansir Kementerian Kebudayaan, ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan jejaring lembaga seni pertunjukan, teater, perfilman, museum, serta organisasi seniman. Kedua negara juga akan mengembangkan program pertukaran pameran museum, partisipasi dalam festival film internasional, lokakarya dan residensi bagi seniman, hingga kerja sama dalam pelindungan, pendokumentasian, serta restorasi warisan sejarah dan budaya.

Tak hanya itu, Indonesia dan Belarus juga membuka peluang kolaborasi di bidang cerita rakyat, seni rupa, tari tradisional, musik tradisional, kerajinan tangan, serta bidang kebudayaan lainnya yang disepakati sesuai kebutuhan kedua negara.

Ada tim khusus, kerja sama berlaku 5 tahun

Untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana, Indonesia dan Belarus akan membentuk Joint Working Group atau Kelompok Kerja Bersama. Tim ini akan bertugas menyusun program, memfasilitasi pelaksanaan kerja sama, serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

Fadli Zon berharap implementasi kerja sama tersebut mampu menghadirkan kolaborasi nyata yang melibatkan lebih banyak seniman, pekerja budaya, museum, akademisi, lembaga seni, hingga komunitas kreatif dari kedua negara.

"Melalui kerja sama ini, kita ingin mempertemukan para seniman, pekerja budaya, museum, lembaga seni, akademisi, dan komunitas kreatif kedua negara untuk saling belajar, berkarya, dan berinovasi. Inilah esensi diplomasi budaya: membangun kedekatan antarmasyarakat yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarnegara. Kami berharap implementasi MSP ini akan melahirkan berbagai program konkret yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya dunia," kata Fadli.

MSP tersebut akan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang secara otomatis atas kesepakatan kedua belah pihak. Pemerintah berharap kolaborasi ini menjadi salah satu langkah untuk memperluas peran budaya Indonesia dalam membangun kemitraan internasional yang inklusif sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku budaya di kedua negara. (deA/aNs) 

Gen Z Takeaway

Di tengah dunia yang semakin terhubung, budaya bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga menjadi cara memperkenalkan identitas bangsa ke tingkat global. Lewat kerja sama Indonesia dan Belarus ini, peluang bagi seniman, komunitas kreatif, hingga pelaku industri budaya untuk berkolaborasi lintas negara semakin terbuka. Artinya, karya dan budaya lokal punya kesempatan lebih besar untuk dikenal, diapresiasi, bahkan berkembang di panggung internasional.

Kebudayaan Indonesia-Belarus Belarus Presiden Prabowo Subianto Presiden Belarus Alexander Lukashenko

Infografis

Terkini