Awas Produk Ilegal! BPOM dan Polri Perkuat Kolaborasi Lindungi Masyarakat
astakom.com, Jakarta - Peredaran produk ilegal masih menjadi tantangan yang terus berkembang di tengah pesatnya transaksi digital. Obat, pangan, kosmetik, hingga berbagai produk kesehatan kini semakin mudah dipasarkan melalui platform daring maupun jaringan distribusi lintas wilayah. Kondisi tersebut mendorong penguatan kolaborasi antarlembaga agar perlindungan terhadap masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Melansir siaran pers resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui sinergi BPOM dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam momentum Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Cikeas, Bogor, Jaw Barat, Rabu silam (01/07/2026). Kehadiran BPOM dalam peringatan itu menjadi simbol kuatnya kemitraan kedua institusi dalam menghadapi tantangan pengawasan yang semakin kompleks.
Di tengah perubahan pola distribusi produk, pengawasan tidak lagi hanya berfokus pada penindakan. BPOM dan Polri juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi, pemantauan, serta koordinasi lintas sektor agar masyarakat memperoleh produk yang aman, berkhasiat, dan bermutu sesuai ketentuan.
Pengawasan diperkuat
Melansir laman resmi BPOM, koordinasi antara BPOM dan Polri selama ini menjadi salah satu pilar dalam mengawasi peredaran obat, pangan olahan, kosmetik, obat bahan alam, serta berbagai produk kesehatan yang tidak memenuhi ketentuan.
Seiring berkembangnya perdagangan digital, tantangan pengawasan ikut berubah. Produk ilegal kini dapat dipasarkan lebih cepat melalui marketplace, media sosial, hingga jalur distribusi antardaerah. Karena itu, strategi pengawasan terus diperkuat melalui pendekatan preventif dan represif secara seimbang agar mampu mengikuti perkembangan modus pelanggaran.
BPOM menilai kolaborasi dengan aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang lebih responsif dan adaptif. Dengan sinergi tersebut, upaya perlindungan masyarakat diharapkan semakin optimal di tengah dinamika perdagangan yang terus berkembang.
Hari Bhayangkara jadi momentum perkuat kolaborasi
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini mengusung tema "80 Tahun Mengabdi POLRI Untuk Masyarakat" dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga memperoleh rasa aman dan keadilan. Menurutnya, aparat penegak hukum harus mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mencari kebenaran sekaligus menegakkan hukum secara tegas terhadap setiap pelanggaran.
"Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden juga menekankan bahwa Polri memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi yang dewasa. Selain menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat secara damai, Polri juga dituntut menjaga penegakan hukum dan ketertiban agar tetap berjalan beriringan.
"Tegakkan hukum dengan adil. Beranilah membela yang benar, beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapapun. Kita hanya takut kepada Tuhan Yang Maha Esa,"tegas Presiden Prabowo.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengakui bahwa institusinya masih terus melakukan pembenahan. Menurutnya, setiap kritik dan harapan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan Polri ke depan.
"Setiap masukan kami terima sebagai dorongan untuk berubah dan setiap harapan masyarakat kami maknai sebagai amanah demi meneguhkan darma bakti kami, demi menghadirkan sosok Polri untuk masyarakat," kata Listyo Sigit Prabowo.
BPOM optimistis sinergi terus berkembang
Bagi BPOM, momentum Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perlindungan masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat antarinstansi. Tantangan pengawasan yang terus berkembang membuat koordinasi lintas lembaga menjadi semakin penting untuk membangun sistem pengawasan yang efektif.
BPOM meyakini sinergi yang telah terjalin bersama Polri akan terus diperkuat guna mendukung terciptanya ekosistem pengawasan obat dan makanan yang lebih responsif terhadap berbagai tantangan, termasuk maraknya peredaran produk ilegal di ruang digital.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar turut menyampaikan apresiasi kepada Polri yang memasuki usia ke-80 sekaligus berharap institusi tersebut terus meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik.
"Semoga Polri semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat dalam mengemban amanah mulia untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujar Taruna Ikrar. (deA/aNs)
Gen Z Takeaway
Belanja online memang bikin semuanya lebih mudah, tapi jangan sampai lengah saat memilih produk. Obat, makanan, kosmetik, atau produk kesehatan yang terlihat menarik belum tentu sudah memenuhi standar keamanan. Di balik penguatan sinergi BPOM dan Polri, masyarakat juga punya peran penting sebagai konsumen cerdas dengan selalu mengecek izin edar BPOM sebelum membeli. Jangan cuma tergiur promo atau harga murah, pastikan juga produknya aman supaya kesehatan tetap jadi prioritas.









