Wamenlu Anis Matta ke Kazakhstan, Perkuat Kerja Sama dengan Ekonomi Terbesar di Asia Tengah
astakom.com, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, tengah melaksanakan kunjungan kerja di Kazakhstan yang dijadwalkan berlangsung sejak 27 Juni hingga 1 Juli 2026.
Sepanjang agenda tersebut, Wamenlu RI bergerak aktif menggelar rangkaian pertemuan bilateral. Mulai dari berdialog dengan Menteri Luar Negeri Kazakstan serta Deputi Menteri Luar Negeri Kazakhstan, hingga menemui Grand Mufti Kazakstan.
Tak hanya itu, Anis Matta juga melakukan pembicaraan penting bersama Sekjen CICA (The Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia) dan IOFS (Islamic Organization for Food Security).
Fokus misi bilateral
Saat berjumpa dengan Menlu Yermek Kosherbayev dan Deputi Menlu Alibek Bakayev, Wamenlu RI membahas sejumlah agenda strategis demi memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Kemitraan ini mencakup kolaborasi di bidang politik, ekonomi, serta sosial budaya. Tak hanya itu, kedua negara juga memanfaatkan momentum ini untuk saling bertukar pandangan terkait situasi regional terkini.
Rintis jalur logistik baru
Dalam kesempatan tersebut, sektor ekonomi mendapatkan porsi perhatian khusus, terutama terkait peluang pembukaan jalur dan koridor perdagangan baru antara Indonesia dan Kazakhstan.
Kedua belah pihak sepakat kalau penguatan konektivitas merupakan kunci utama. Jembatan logistik yang kokoh dinilai bakal menjadi motor penggerak bagi kelancaran arus dagang, masuknya investasi, hingga terciptanya interaksi ekonomi yang lebih luas bagi kedua negara.
Dalam pandangan Wamenlu RI Muhammad Anis Matta, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Kazakhstan perlu dilengkapi secara komplementer. Ia menilai, arah kerja sama tidak boleh lagi hanya berfokus pada peningkatan volume perdagangan secara umum.
Strategi yang lebih krusial adalah membangun kemitraan berbasis pemetaan sektor yang saling mendukung, demi memberikan keuntungan serta nilai tambah bagi kedua belah pihak.
Dorong bebas visa & kreatif
Aktivitas perdagangan kedua negara diproyeksikan bakal mendapat dorongan signifikan usai-tuntasnya proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement) oleh seluruh negara anggota, menyusul penandatanganannya pada Desember 2025.
Selain itu, pengokohan interaksi antarwarga juga menjadi prioritas. Hal tersebut diwujudkan lewat upaya fasilitasi visa, penjajakan penerbangan langsung Indonesia-Kazakhstan, serta kerja sama di lini industri kreatif.
Sertifikasi halal & pangan
Selain membahas stabilitas kawasan dan menekankan pentingnya pendekatan dialog dalam menyelesaikan berbagai isu regional, agenda kunjungan Wamenlu RI juga membahas sektor agama.
Perjumpaan ini bertempat di Kota Almaty, Anis Matta menggelar pertemuan dengan Grand Mufti Kazakhstan, Nauryzbai Kazhy Taganuly. Dialog kali ini difokuskan pada penguatan kerja sama sertifikasi halal, yang dibidik menjadi katalis baru bagi peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.
Menutup rangkaian agenda diplomasinya, Wamenlu RI juga menggelar pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal CICA, Kairat Sarybay, serta Direktur Jenderal IOFS, Berik Aryn.
Dialog lintas organisasi ini secara khusus membedah strategi penguatan ketahanan pangan global. Selain itu, mereka juga menggarisbawahi besarnya peran strategis kolaborasi Indonesia-Kazakhstan dalam ikut serta menjaga perdamaian serta stabilitas di kancah internasional. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Diplomasi Indonesia lagi naik kelas, nih! Wamenlu Anis Matta sat-set ke Kazakhstan buat buka jalur dagang baru, urus visa, sampai rencanain penerbangan langsung. Efeknya? Selain bikin industri kreatif makin lokal-go-global, kolaborasi ini juga fokus ke ketahanan pangan dan perdamaian dunia. Big win for international vibes!








