Gempa M 7,2 Guncang Jepang, Belasan Terluka dan Sekolah Libur Total!

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 26 Juni 2026 | 17:10 WIB
Gempa M 7,2 Guncang Jepang, Belasan Terluka dan Sekolah Libur Total!
Gempa M 7,2 Guncang Jepang, Belasan Terluka dan Sekolah Libur Total! [Freepik]

astakom.com, JakartaGempa bumi kuat mengguncang lepas pantai utara Jepang pada Kamis pagi, (25/06/2026) tepat di tengah jam sibuk aktivitas masyarakat.

Getaran gempa dilaporkan melanda puluhan kota di wilayah timur laut Jepang, bahkan dampaknya terasa samar hingga ke ibu kota Tokyo. Wilayah tersebut memang kerap diguncang gempa kuat dalam beberapa bulan terakhir, termasuk salah satu aktivitas pada Desember lalu yang sempat memicu status waspada gempa besar selama sepekan.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dilaporkan mengguncang wilayah timur laut Jepang. Bencana ini mengakibatkan belasan orang terluka, melumpuhkan operasional kereta cepat, serta memaksa sejumlah sekolah menghentikan aktivitas belajar-mengajar untuk sementara waktu.

Melansir dari Japan Kyodo News pada Jumat, (26/06/2026) Badan Meteorologi Jepang memastikan gempa yang berpusat di lepas pantai Pasifik Prefektur Iwate ini tidak berpotensi tsunami. Gempa yang terjadi pada pukul 07.30 pagi di kedalaman 44 kilometer tersebut tercatat mencapai skala intensitas seismik 6 atas di Hashikami dan skala 6 bawah di Hachinohe, di mana kedua wilayah tersebut berada di Prefektur Aomori.

Guncangan di atas skala 6 dikategorikan sangat kuat, membuat siapa pun mustahil berdiri tegak atau bergerak tanpa merangkak. Pada tingkat intensitas ini, sebagian besar perabot yang tidak terpaku ke lantai dipastikan bakal bergeser, sementara benda-benda lainnya akan tumbang.

Dampak Gempa dan Data Korban  

Data korban mencatat 9 orang di lima kotamadya di Aomori mengalami luka ringan. Bencana ini juga memakan korban di Iwate, di mana 2 orang dilaporkan terluka,salah satunya adalah seorang wanita lansia berusia 60-an yang mengalami luka berat di bagian kepala setelah terbentur sewaktu bekerja di kebun.

Melansir dari AP News di Kota Hashikami seorang kepala sekolah menceritakan pengalamannya saat mobil yang ia kendarai menuju tempat kerja mendadak bergoyang hebat ke samping akibat guncangan gempa. Beruntung, anak anak yang sudah tiba di sekolah dilaporkan dalam kondisi selamat, meski beberapa di antaranya sempat menangis karena ketakutan.

Dalam konferensi persnya, badan meteorologi mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan dengan kekuatan serupa dalam sepekan ke depan.

Pihak badan meteorologi memastikan tidak akan merilis Peringatan Gempa Bumi Lanjutan di Lepas Pantai Hokkaido dan Sanriku. Hal ini dikarenakan karakteristik gempa tersebut dinilai belum memenuhi kriteria untuk mengaktifkan sistem peringatan dini tersebut.

Peringatan semacam ini biasanya baru akan diterbitkan jika terdeteksi adanya risiko yang relatif tinggi akan terjadinya gempa besar di sepanjang Palung Jepang dan Palung Chishima. Kedua palung tersebut merupakan jalur rawan yang membentang di lepas pantai Pasifik timur laut Jepang hingga wilayah Hokkaido.

Data mengenai gempa ini sempat mengalami perubahan. Pada laporan pertamanya, gempa dicatat berkekuatan magnitudo 6,9 di kedalaman 50 kilometer, namun angka-angka tersebut kemudian direvisi setelah dilakukan analisis lebih lanjut.

Di wilayah Sannohe yang terletak di Prefektur Aomori, serta Morioka dan beberapa titik di Prefektur Iwate, kekuatan gempa terukur berada di skala 5. Dampak guncangan ini juga meluas secara signifikan, mempengaruhi kawasan Hokkaido, prefektur Akita, Fukushima, Miyagi, Yamagata, hingga menjangkau wilayah ibu kota Tokyo dan sekitarnya.

Status Aman Fasilitas Nuklir

Menurut keterangan resmi dari masing-masing operator, kondisi sejumlah pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak dilaporkan tetap normal. Tidak ditemukan adanya kejanggalan, baik di PLTN Higashidori (Aomori), PLTN Onagawa (Miyagi), maupun di PLTN Fukushima Daiichi dan Daini yang berada di Prefektur Fukushima.

Kondisi aman juga dilaporkan dari fasilitas nuklir lainnya di Prefektur Aomori. Pabrik pengolahan ulang serta tempat penyimpanan sementara untuk bahan bakar nuklir bekas di wilayah tersebut dinyatakan berfungsi normal tanpa adanya kendala.

Lumpuhnya Sekolah dan Transportasi Publik

Dewan sekolah Hashikami melaporkan kalau kelima institusi pendidikan di kota tersebut mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA telah ditutup sementara. Langkah serupa juga diambil oleh Dewan Sekolah Hachinohe yang memutuskan untuk meliburkan seluruh aktivitas di 65 sekolah di bawah naungannya.

Usai gempa , operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen rute Stasiun Tokyo menuju Shin-Aomori sempat mengalami kelumpuhan. Namun, menurut keterangan dari JR East, seluruh jadwal layanan kereta cepat tersebut sudah berhasil dipulihkan dan beroperasi kembali sejak pukul 14.00.

Respons Cepat Pemerintah

Perdana Menteri Sanae Takaichi  ketika ditemui wartawan di kantornya, menegaskan kalau fokus pemerintah saat ini adalah menghimpun data terkini. Langkah tersebut diambil untuk mengevaluasi dan memetakan seberapa besar dampak dari guncangan gempa yang terjadi. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway 

Main Character energy dari sistem mitigasi Jepang emang nggak perlu diragukan lagi! Meskipun diguncang gempa M 7,2 yang bikin merangkak dan operasional kereta cepat sempat delay, penanganan mereka super satset. Dalam hitungan jam, layanan transportasi langsung back on track dan status seluruh PLTN dipastikan aman tanpa drama bocor, membuktikan kalau investasi di safety system itu selalu worth it. 

jepang Gempa Jepang Gempa Bumi Gempabumi

Infografis

Terkini