Demokrat Flashback Saat jadi Oposisi: Tekankan Sikap Partai Politik, Dukung Pemerintah Jangan Abu-Abu!
astakom.com, Jakarta — Partai Demokrat baru-baru ini sharing pengalaman mereka saat jadi tim oposisi alias di luar pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang totalnya hampir 10 tahun.
Pengalaman ini dibagikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, sambil menyenggol posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekarang.
"Saat itu kami mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang yang memberikan kritik, masukan, dan koreksi secara konstruktif terhadap kebijakan pemerintah,” ungkap Herzaky dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/06/2026).
“Ketika pemerintah benar, kami mendukung. Ketika pemerintah keliru, kami mengingatkan. Namun posisi kami jelas sehingga publik mengetahui di mana Demokrat berdiri,” sambungnya.
Kejelasan posisi partai politik
Menurut Herzaky, masyarakat Indonesia butuh kejelasan alias statement yang clear soal di mana posisi partai berlambang kepala banteng tersebut. Apakah mereka bakal gabung ke pemerintah atau memilih jadi oposisi.
"Yang menjadi pertanyaan publik bukan apakah PDIP mendukung atau tidak mendukung pemerintah. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jelas posisi tersebut dijalankan dan dikomunikasikan kepada masyarakat," ujar Herzaky.
Dalam sistem demokrasi, Herzaky menegaskan kalau pilihan untuk jadi pendukung pemerintah atau bukan itu sebenarnya sah-sah aja dan bukan masalah besar. Tapi, yang bikin red flag dan jadi masalah adalah kalau posisi politik suatu partai itu "abu-abu" alias gantung
"Dalam politik, yang dibutuhkan rakyat adalah kejelasan, bukan abu-abu," tegas Herzaky.
Kritik konstruktif dan solutif
Melansir astakom.com, sebelumnya diberitakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, ngespill peran oposisi yang lagi ramai diperbincangkan.
Menurutnya, oposisi itu harus memberikan kritik yang konstruktif dan kasih solusi nyata, bukan malah memecah belah bangsa atau asal bunyi. AHY menegaskan kalau partai di pemerintahan punya tanggung jawab buat bikin program pemerintah sukses.
"Ketika menjadi partai pemerintah, tanggung jawabnya adalah memastikan pemerintahan sukses dan mampu merealisasikan janji-janji kepada rakyat," ujar AHY, kepada wartawan.
"Sedangkan ketika menjadi oposisi, tugasnya memberikan pandangan dan kritik yang konstruktif serta menghadirkan solusi, bukan memecah belah bangsa dan bukan pula mendiskreditkan seolah semuanya salah." sambung AHY.
Seruan persatuan dan kondusifitas negara
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron, mengatakan bahwa apa yang diucapkan oleh AHY mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan partisan. Herman juga soroti kondisi Indonesia di tengah isu geopolitik dunia.
“Yang disampaikan (AHY) adalah ajakan kebaikan untuk bangsa dan negara dan hal ini dicontohkan ketika Partai Demokrat juga berada dalam posisi sebagai partai penyeimbang. Pandangan untuk mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan partisan menurut saya merupakan pandangan yang mulia, di tengah negara kita sedang dalam situasi terdampak akibat ketidakpastian politik dan ekonomi global,“ ungkap Herman kepada wartawan, Rabu (24/06/2026).
"Dan tentu ajakan untuk bersatu dan menciptakan negara yang kondusif adalah hal yang baik untuk bangsa dan negara," tutur Herman. (aLf/aNs/aLf)
Gen Z Takeaway
Demokrat menilai demokrasi yang sehat butuh kejelasan sikap politik, baik sebagai pendukung pemerintah maupun oposisi. Berkaca dari pengalaman hampir 10 tahun berada di luar pemerintahan, mereka menegaskan bahwa kritik seharusnya tetap konstruktif, disertai solusi, dan dikomunikasikan secara jelas kepada publik. Pada akhirnya, yang paling penting bukan posisi politiknya, tetapi konsistensi sikap demi menjaga stabilitas dan kepentingan bangsa.









