Indonesia Otw Ekspor Ikan Budidaya lagi ke Uni Eropa, KKP Spill Bocoran Negosiasinya!

Pewarta: Dhea Vallerina Riyon
Editor: AR Purba
Selasa, 16 Juni 2026 | 20:19 WIB
Indonesia Otw Ekspor Ikan Budidaya lagi ke Uni Eropa, KKP Spill Bocoran Negosiasinya!
Indonesia Kembali Bisa Ekspor Ikan Budidaya ke Uni Eropa, KKP Bongkar Proses Negosiasinya Kabar baik datang dari sektor perikanan Indonesia. Setelah sempat tidak tercantum(ilustrasi Budidaya Ikan/KKP)

astakom.com, Jakarta - Kabar sedap datang lagi. Kali ini dari sektor perikanan Indonesia. Setelah sempat tidak tercantum dalam daftar negara yang diperbolehkan mengekspor produk perikanan budidaya ke Uni Eropa, Indonesia kini kembali masuk dalam regulasi terbaru yang membuka akses ekspor ke pasar Eropa.

Perkembangan ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha perikanan budidaya nasional. Pasalnya, Uni Eropa merupakan salah satu pasar perikanan terbesar di dunia dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi dan daya beli yang besar.

Melansir dari media nasional pada Selasa (16/6/2026), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil komunikasi dan negosiasi yang dilakukan secara intensif dengan otoritas Uni Eropa dalam beberapa waktu terakhir.

Indonesia kembali masuk daftar

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP, Ishartini, mengatakan Indonesia kini kembali tercantum dalam daftar negara yang diperbolehkan mengekspor produk perikanan budidaya ke negara-negara anggota Uni Eropa.

"Kabar ini tentu melegakan karena sebelumnya pelaku usaha sempat khawatir karena Indonesia belum tercantum dalam daftar negara yang dapat mengekspor produk perikanan budi daya ke pasar Uni Eropa di dalam Commission Implementing Regulation (EU) 2024/2598." ujar Ishartini dikutip dari media nasional, pada Selasa (16/6/2026)

Menurut Ishartini, masuknya Indonesia ke dalam daftar tersebut tertuang dalam Commission Implementing Regulation Nomor 2026/1189 yang ditetapkan pada 4 Juni 2026.

KKP lakukan negosiasi intensif

Ishartini menjelaskan pencapaian tersebut tidak terjadi secara instan. KKP sebagai otoritas kompeten terus melakukan komunikasi dan negosiasi dengan Uni Eropa, termasuk melalui pertemuan langsung dengan DG SANTE, otoritas mutu dan keamanan pangan Uni Eropa, di Brussel, Belgia.

Keberhasilan tersebut juga didukung berbagai pihak, mulai dari Delegasi Uni Eropa di Jakarta, KBRI Brussel, Kementerian Luar Negeri, hingga Kementerian Perdagangan.

"Sepanjang proses negosiasi, KKP bergerak proaktif dan intensif untuk memastikan kepentingan pelaku usaha budi daya terjaga. Dengan tercantumnya Indonesia dalam daftar tersebut, akses produk perikanan budi daya ke pasar UE tetap terbuka dan berkelanjutan." Ishartini menegaskan dikutip dari media nasional, Selasa (16/6/2026)

Pernyataan itu menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga akses pasar ekspor bagi pelaku usaha perikanan budidaya Indonesia agar tetap kompetitif di pasar internasional.

Pasar eropa jadi peluang besar

KKP menilai Uni Eropa merupakan pasar yang sangat potensial bagi produk perikanan Indonesia. Organisasi yang beranggotakan 27 negara tersebut memiliki tingkat konsumsi produk perikanan sekitar 24 hingga 25 kilogram per kapita per tahun.

Selain itu, rata-rata pendapatan penduduk Uni Eropa yang mencapai sekitar 37.900 euro per tahun membuat kawasan tersebut menjadi pasar yang dinilai menjanjikan bagi produk perikanan dari Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga menegaskan pentingnya diversifikasi negara tujuan ekspor. Saat ini Uni Eropa menempati posisi kelima tujuan ekspor produk perikanan Indonesia.

Komoditas perikanan budidaya yang selama ini menjadi andalan ekspor antara lain udang, bandeng, catfish, hingga tilapia yang belakangan mulai mendapat perhatian pasar Eropa.(deA/aRsp)

Gen Z Takeaway  

Singkatnya, ini bukan cuma soal Indonesia masuk daftar lagi. Kembalinya akses ekspor ke Uni Eropa berarti peluang pasar untuk produk budidaya seperti udang, bandeng, dan tilapia tetap terbuka. Buat pelaku usaha perikanan, kabar ini bisa jadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus menjaga daya saing produk Indonesia di tengah ketatnya perdagangan global.

KKP Budidaya Perikanan Budidaya Ikan Menteri Kelautan dan Perikanan Ekspor Ikan Ekspor ikan budidaya

Infografis

Terkini