Pesan Menteri Agama: Rahasia Bangun Indonesia Ada pada Doa, Pengabdian dan Zikir

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Pesan Menteri Agama: Rahasia Bangun Indonesia Ada pada Doa, Pengabdian dan Zikir
Pesan Menag: Rahasia Bangun Indonesia Ada pada Doa, Pengabdian dan Zikir [Kemenag]

astakom.com, Jakarta – Kemerdekaan itu bukan cuma soal ikutan seremoni atau parade biasa, tapi juga jadi momen berharga buat mempererat persatuan, memupuk rasa syukur, dan memanjatkan doa terbaik buat masa depan bangsa.

Semangat penuh positive vibes itulah yang mewarnai acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang dihadiri lebih dari 100.000 anggota jemaah di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Pembuka HUT ke-81 RI

Acara ini menjadi pembuka dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mengusung nilai kebersamaan dalam keberagaman, momen ini jadi ruang refleksi bersama bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa sekaligus makin solid menjaga persatuan di tengah kemajemukan Indonesia.

Fondasi moral & spiritual

Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan kalau zikir dan doa adalah bentuk ikhtiar spiritual yang wajib jalan bersamaan dengan kerja nyata demi membangun negeri. Ia berpendapat kalau kemajuan Indonesia nggak cuma ditopang sama pembangunan fisik semata, tapi juga oleh kekuatan moral, akhlak, dan kerukunan antarwarga yang akur.

"Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri," tutur Menag di Jakarta, dikutip oleh astakom pada Senin, (3/8/2026).

Menag juga menambahkan kalau bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang bisa ngejaga tali persaudaraan, saling respect terhadap perbedaan, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai sumber kedamaian dan perekat persatuan.

"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama. Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi," paparnya. 

Kemeriahan dan kekhusyukan rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Khotmil Al-Qur'an yang dipimpin oleh Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti, lalu dilanjutkan dengan doa khatmil Al-Qur'an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, MA. Acara kemudian resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 1–14 oleh Muhammad Zian Fahrezi sosok berprestasi yang merupakan juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak Tahun 2026.

Doa lintas agama

Vibes kebangsaan yang makin terasa heartwarming tercipta saat enam tokoh lintas agama secara bergantian memimpin Doa Kebangsaan sesuai keyakinan masing-masing. Doa-doa tersebut dipanjatkan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia selalu dilimpahi kedamaian, persatuan, dan kekuatan untuk mencapai cita-cita nasional.

Momen doa lintas agama ini dipimpin oleh Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (mewakili umat Kristen Protestan), Romo Fransiskus Yance Sengga (mewakili umat Katolik), Pinandita Gede Pastika (mewakili umat Hindu), Bhikku Bhadranatha Thera (mewakili umat Buddha), Xs. Budi S. Tanuwibowo (mewakili umat Konghucu), H. Husni Ismail (mewakili umat Islam).

Suasana khidmat kian menyentuh hati lewat lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, yang diikuti secara serentak oleh ribuan jemaah yang memadati Monas.

Acara ini juga dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri dari Kabinet Merah Putih serta berbagai tokoh lintas agama dari berbagai daerah yang turut meramaikan  kebersamaan ini.

Kerukunan jadi kekuatan

Lewat gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan ini, pemerintah kembali menegaskan kalau keberagaman adalah kekuatan utama bangsa yang harus terus dirawat bersama. Nilai-nilai spiritual, toleransi, dan kerukunan menjadi fondasi krusial dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat sejalan dengan semangat Kementerian Agama Berdampak dalam menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Building a country isn't just about physical hustle; keseimbangan antara ikhtiar spiritual dan aksi nyata itu kunci utama. Lewat momen kemerdekaan ke-81 ini, kita diingatkan kalau toleransi lintas agama dan unity in diversity adalah kekuatan positive vibes yang bikin Indonesia makin solid dan respectful ke depannya!

kemenag update Kemenag Kementerian Agama Zikir dan Doa Kebangsaan HUT ke-81 RI

Infografis

Terkini