28 Ribu Manajer SPPI Resmi Lulus, Auto Deploy ke Kopdes Merah Putih
astakom.com, Jakarta - Sebanyak 28.626 manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah resmi lulus dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bakal langsung diterjunkan untuk mengelola 1.021 titik koperasi di berbagai pelosok daerah.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (31/07/2026).
“Jadi teman-teman yang sudah selesai dilatih ini akan segera kita deploy ke tempat-tempat yang sudah bisa operasi,” kata Joao di Jakarta Timur, dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (01/08/2026).
Lebih lanjut, Joao menjelaskan bahwa hingga Jumat (31/07/2026), progres pembangunan fisik di lapangan sudah sangat masif. Tercatat sebanyak 18.672 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun. Sementara itu, 3.558 unit koperasi lainnya saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Dari ribuan fisik bangunan tersebut, sebanyak 1.021 koperasi sudah siap dan beroperasi penuh, sehingga menjadi lokasi penempatan perdana bagi para manajer lulusan SPPI.
Target kampung nelayan tembus 1.369 Titik
Langkah modernisasi ini tak cuma berfokus di wilayah darat, tapi juga merambah sektor pesisir yaitu Kampung Nelayan.
Sekretaris Perusahaan PT Agrinas Jaladri Nusantara, Febi Chadimun Putra, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada sekitar 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang terdaftar resmi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“(100 titik) itu adalah yang tahun kemarin. Tapi untuk tahun ini, targetnya total adalah 1.369 titik dan semua sedang dalam proses pembangunan,” kata Putra dikutip oleh astakom.com pada Sabtu (01/08/2026).
Skema penempatan dan kontrak kerja 2 tahun
Setelah pembekalan intensif usai, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo bilang kalau total 33.785 manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang lulus program SPPI akan dipulangkan terlebih dahulu ke daerah asal masing-masing sebelum penugasan resmi.
“Nanti akan ada pemanggilan yang langsung dilaksanakan oleh panitia pusat dan akan ada penempatan oleh panitia pusat ataupun nanti yang akan ditentukan oleh, dalam hal ini adalah dari BP BUMN,” kata Tri Budi.
Para lulusan ini nantinya bakal mengemban amanah sebagai manajer dengan masa penugasan selama dua tahun.
Bela Negara dan manajerial resmi ditutup
Rangkaian pelatihan intensif yang dijalani para calon manajer ini pun akhirnya telah selesai. Upacara penutupan pendidikan dan pelatihan (diklat) digelar secara khidmat.
“Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Jumat, tanggal 31 Juli 2026 pukul 08.22 WIB, pendidikan dan pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan ditutup,” kata Budi.
Secara keseluruhan, Diklat SPPI ini berlangsung intensif sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026. Kurikulum diklat terbagi menjadi dua tahap utama, yakni gemblengan pelatihan bela negara pada 17 Juni–16 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan pelatihan manajerial pada 17–31 Juli 2026.
Tembus puluhan ribu lulusan
Awalnya, kuota program ini dialokasikan untuk 35.476 peserta, terdiri dari 30.000 calon manajer KDKMP dan 5.476 calon manajer KNMP.
Namun dalam perjalanannya, sebanyak 33.785 peserta tercatat konsisten mengikuti seluruh rangkaian diklat dari awal hingga akhir, sedangkan 1.691 peserta lainnya dinyatakan tidak hadir.
Seluruh peserta yang menyelesaikan program diklat tersebut dinyatakan lulus 100%, yang terdiri dari 28.626 peserta KDKMP dan 5.159 peserta KNMP. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Sebanyak 28.626 manajer Kopdes Merah Putih resmi lulus SPPI dan siap langsung deploy ke koperasi yang udah operasional. Program ini jadi support buat percepat pengelolaan koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Next step, para manajer bakal bertugas selama dua tahun buat dorong ekonomi lokal makin growth.









