Paser Berduka, Trisno Bassist PAS Band 'Goes to Heaven' di Usia 55 Tahun

Editor: Anri Syaiful
Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:08 WIB
Paser Berduka, Trisno Bassist PAS Band 'Goes to Heaven' di Usia 55 Tahun
Bambang Sutrisno atau Trisno, bassist grup rock ikonik PAS Band, mengembuskan napas terakhir di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (01/08/2026) pukul 14.29 WIB. [IG: @sandypasband_]

astakom.com, Jakarta – Dunia musik Indonesia kembali berduka dan bikin anak-anak skena musik rock terpukul parah. Musisi legendaris Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, bassist dari grup rock ikonik PAS Band, resmi mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 1 Agustus 2026 pukul 14.29 WIB di usianya yang ke-55 tahun.

Kepergian sang bassist nyentrik asal Kota Bandung, Jawa Barat, ini langsung memicu gelombang duka mendalam di timeline media sosial. Terutama dari Paser, sebutan fans PAS Band.

Sebagai pilar penting perjalanan PAS Band sejak era 90-an, cabikan bas Trisno sudah jadi bagian tak terpisahkan dari denyut perkembangan musik alternatif Indonesia.

Ucapan duka mengalir deras dari rekan musisi

Kabar duka ini pertama kali menyeruak ke publik setelah diumumkan secara resmi melalui akun Instagram resmi band, @pasband.id. Kolom komentar pun seketika dibanjiri emotikon sedih dan ungkapan belasungkawa dari para musisi papan atas hingga para fans.

Kabar duka wafatnya Bambang Sutrisno atau Trisno, bassist grup rock ikonik PAS Band, pertama kali menyeruak ke publik setelah diumumkan secara resmi melalui akun Instagram resmi band. [IG: @pasband.id.]

Presenter Edi Brokoli turut menyampaikan belasungkawa mendalamnya, "Innalillahi wa innailayhi rojiuun... sing kebat @tris_noize," tulisnya di Instagram, disitat astakom.com pada Minggu (02/08/2026).

Tak hanya itu, drummer NTRL, Eno Gitara Ryanto, juga mengunggah momen emosional untuk mengenang almarhum. "Selamat jalan sahabat, teman, kang broku @tris_noize, si legendary bassist @pasband.id. Sosok rendah hati yang pernah kukenal," tulis Eno di Instagram.

Eno juga membagikan pesan terakhir Trisno saat mereka video call: "Mitaka, Yoyogi, Mikero sehat-sehat ya No dan keluarga."

Chronology check: Awal mulai kondisi kesehatan menurun

Mengenai penyebab meninggalnya sang bassis, drummer PAS Band, Sandy, mengungkapkan kronologi perjalanan medis almarhum yang bikin nyesek. Menurut Sandy, almarhum memang sudah menunjukkan indikasi penurunan kesehatan sejak beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut mencapai puncaknya sekitar dua pekan sebelum almarhum mengembuskan napas terakhirnya.

"Dua minggu yang lalu, tepatnya di rumahnya dia, pusing dia. Terus akhirnya kita bawalah ke rumah sakit," ujar Sandy kepada media nasional. Setibanya di rumah sakit, hasil pemeriksaan medis justru mengejutkan semua pihak.

Perjuangan melawan komplikasi penyakit

Menurut Sandy, tim dokter menemukan bahwa Trisno mengalami komplikasi organ tubuh yang sangat serius. Fungsi ginjalnya saat diperiksa dinyatakan mengalami gagal ginjal parah dan hanya tersisa lima persen. Selain itu, ditemukan pula dua sumbatan pembuluh darah di bagian kepala yang berisiko tinggi pemicu stroke jika tidak segera mendapat penanganan medis.

Tim dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pada bagian kepala almarhum. Meski proses operasi berlangsung lancar, Trisno sempat mengalami kejang pascaoperasi dan kondisinya terus mengalami dinamika naik-turun. Almarhum akhirnya mengalami kondisi kritis dan tutup usia di RS Hermina, Bandung.

Sosok Rock n Roll sejati yang ogah ngeluh

Meskipun fisiknya terus digerogoti sakit dalam kurun waktu terakhir, Trisno tetap dikenal sebagai sosok yang sangat tangguh di mata para personel PAS Band. Sandy menceritakan bahwa almarhum sosok yang sangat rock n roll dan tidak pernah mau mengeluh atau menunjukkan rasa sakitnya di depan teman-temannya.

"Memang dia nggak pernah ngeluh sakit, nggak pernah dirasa-rasa. Tapi kita udah ngerasa badannya udah nggak bener. Kan sangat rock n roll ya orangnya," ungkap Sandy dengan nada haru.

Keteguhan mental dan profesionalisme almarhum membuat rekan-rekannya kagum karena ia selalu berusaha tampil ceria.

Update terakhir: Rumah duka dan pemakaman di Bandung

Berdasarkan update perkembangan dari berbagai media nasional, jenazah Trisno dibawa dari rumah sakit menuju rumah duka di kawasan Jalan Laswi, Kota Bandung, Jawa Barat. Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum disinggahi oleh keluarga, kerabat dekat, dan rekan seniman.

Jenazah Trisno dijadwalkan dimakamkan pada Minggu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung. Selamat jalan Trisno, your baseline and energy will be remembered forever! (aNs)

Gen Z Takeaway

Dunia musik alternatif lagi major sad vibes banget setelah legenda bas PAS Band, Trisno (Bambang Sutrisno), dipanggil Yang Maha Kuasa di usia 55 tahun pada Sabtu (1/8/2026) karena komplikasi gagal ginjal dan sumbatan pembuluh darah di kepala. Kepergian sosok rockstar super humble dan unbothered yang nggak pernah mau ngeluhin sakitnya ini langsung bikin skena musik tanah air terpukul berat, sampai timeline medsos penuh banjiran tribute dan doa dari rekan sesama musisi menjelang pemakamannya di TPU Cikutra, Bandung. 

Kabar Duka PAS Band Trisno Bassist PAS Band Trisno Meninggal Dunia Bandung Rock Alternatif Trisno PAS Band

Infografis

Terkini