Menko PM Tekankan MBG Harus Bawa Impact Dongkrak Ekonomi Masyarakat di Wilayah 3T
astakom.com, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) fix nggak boleh cuma jadi wacana lip service doang. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mewanti-wanti banget agar program ini fully tepat sasaran.
Muhaimin menegaskan kalau eksekusinya harus membawa real impact buat mendongkrak ekonomi masyarakat di akar rumput, terutama mereka yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang selama ini sering FOMO sama pembangunan.
"Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG yang dikelola oleh BGN ini, saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dimana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan dan juga prioritas yang harus diutamakan," tutur Muhaimin di Jakarta, Jumat (12/06/2026).
Biar nggak salah alamat alias miss, Muhaimin mengatakan pemerintah bakal mengandalkan data DTSEN sebagai single source of truth buat nge-filing siapa aja kelompok masyarakat yang paling butuh support, biar mereka bisa langsung dapet slot prioritas sebagai penerima manfaat program.
Dua aspek krusial implementasi MBG
Nggak cuma itu, Muhaimin juga mengingatkan kalau program MBG ini harus seamlessly interconnected dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Intinya, ada dua aspek krusial yang jadi key takeaway dalam implementasinya. Pertama, penerima manfaat wajib diprioritaskan buat warga miskin dan miskin ekstrem.
Kedua, program ini harus di-set sedemikian rupa agar menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan strategi ini, MBG dijamin nggak bakal berakhir sebagai bantuan konsumsi sekali habis yang bikin masyarakat ketergantungan. Sebaliknya, program ini diproyeksikan sebagai enabler yang membuka peluang baru bagi masyarakat untuk upgrade kesejahteraan hidup mereka sendiri.
Ekosistem ekonomi lokal yang sustain
Muhaimin mengaku sangat optimistis dengan perbaikan tata kelola yang terus digodok. Kombinasi antara niat baik, tata kelola yang clean, dan strong leadership bakal jadi fondasi yang bikin program prioritas Presiden Prabowo ini makin keren dan optimal.
Salah satu pilar utama yang terus diperkuat di lapangan adalah pembangunan ekosistem ekonomi lokal yang sustainable.
"Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan perilaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga diketahui untung dari proses MBG," tutur Muhaimin.
Lewat skema ini, perputaran duit diharapkan bisa mainstream di tingkat daerah. Caranya yaitu dengan nge-melibatin langsung para petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, sampai wirausaha baru untuk masuk ke dalam supply chain penyediaan bahan pangan. (aLf/aNs)









