Heboh Keliru Desain Garuda Hari Lahir Pancasila, BRIN Sampaikan Klarifikasi dan Minta Maaf

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: AR Purba
Rabu, 3 Juni 2026 | 12:09 WIB
Heboh Keliru Desain Garuda Hari Lahir Pancasila, BRIN Sampaikan Klarifikasi dan Minta Maaf
Heboh Salah Desain Garuda Hari Lahir Pancasila, BRIN Minta Maaf (Tangkapan Layar Instagram @brin_indonesia)

astakom.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf terkait kekeliruan visual Garuda Pancasila yang diunggah di akun media sosial resmi instansi dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).

Isu ini bermula saat akun X resmi milik BRIN memublikasikan visual Garuda dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026) pagi. Namun, unggahan tersebut langsung memicu gelombang protes dari kalangan warganet.

Konten medsos tuai protes

"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," keterangan tertulis BRIN pada platform Instagram resmi @brin_indonesia, dikutip oleh astakom pada Rabu, (3/6/2026).

Komitmen evaluasi internal

Pihak BRIN berkomitmen menjadikan kekeliruan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan ketelitian dan kehati-hatian dalam proses pembuatan hingga penyebaran konten ke depan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki," sambung BRIN.

Apresiasi kontrol publik

​Di samping itu, BRIN menyatakan dukungannya terhadap kontrol publik dan berterima kasih atas segala masukan yang dilayangkan masyarakat.

"Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," ucap BRIN.

Unggahan BRIN yang menampilkan visual Garuda tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet. Publik menilai desain yang dipublikasikan menyalahi pakem resmi lambang negara.

Detail kekeliruan dan dugaan AI

Kekeliruan visual tersebut terlihat jelas pada jumlah bulu burung Garuda yang menyimpang dari aturan asli. Rinciannya, jumlah helai bulu pada bagian sayap tidak berjumlah 17, bagian ekor tidak 8, serta bagian leher yang tidak memenuhi standar 45 helai.

Di samping persoalan jumlah bulu, netizen turut mencurigai bahwa visual Garuda yang diunggah BRIN tersebut merupakan hasil ciptaan dari generator kecerdasan buatan (AI). (nAD/aRsp)

Gen Z Takeaway: 

Kasus ini jadi reminder keras kalau AI generator itu belum perfect dan tetap butuh human touch buat fact-checking. Untuk urusan krusial kayak lambang negara yang punya pakem sakral 17 helai sayap, 8 helai ekor, dan 45 helai leher lo nggak bisa cuma modal prompting tanpa dikurasi ulang. Quality control tetap nomor satu kalau nggak mau kena spill dan dihujat netizen se-X Raya.

BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Garuda Hari Lahir Pancasila 2026

Infografis

Terkini

Penyaluran Bantuan Pangan 2026

Penyaluran bantuan pangan alokasi bulan Februari - Maret 2026, di Kantor Kelurahan Alun Alun Contong, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/6/2026).

Footage 13:50 WIB