Menlu RI dan Uni Eropa: Level Up Kolaborasi Energi & CEPA
astakom.com, Jakarta – Langkah diplomasi Indonesia makin gacor di panggung internasional. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, kembali mendorong percepatan penandatanganan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EU CEPA).
Momen penting ini berlangsung saat ia bertemu dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, di sela-sela Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Minister’s Meeting, Post-Ministerial Conferences and Related Meetings (AMM-PMC) di Manila, Filipina.
Dorong akselerasi CEPA
Pada perjumpaan bilateral tersebut, Menlu Sugiono menekankan betapa krusialnya kesepakatan ekonomi ini bagi kedua belah pihak agar hubungan dagang makin berjalan lancar tanpa hambatan.
Penguatan ekonomi strategis
“Penandatanganan Indonesia-EU CEPA sangat strategis untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan kemitraan ekonomi Indonesia–Uni Eropa” tutur Menlu Sugiono pada perjumpaan tersebut dikutip oleh astakom pada Senin, (27/7/2026).
Fokus energi terbarukan
Nggak cuma soal perdagangan dan investasi, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat buat memperkuat kerja sama di sektor energi masa depan. Fokus utamanya ada pada percepatan transisi energi, pengembangan energi terbarukan, serta investasi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
"Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan energi terbarukan. Kerja sama dengan Uni Eropa penting dalam merealisasikan potensi tersebut.” papar Menlu Sugiono.
Komitmen kedamaian global
Selain isu ekonomi dan energi terbarukan, kedua pemimpin ini turut mendiskusikan berbagai Isu hangat di tingkat regional maupun global. Kedua pihak meng highlight kalau penyelesaian konflik harus selalu mengedepankan jalan dialog dan diplomasi yang damai demi mewujudkan kedamaian dunia yang berkelanjutan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Hubungan diplomasi Indonesia dan Uni Eropa lagi makin kuat lewat akselerasi kesepakatan ekonomi CEPA dan fokus ke transisi energi terbarukan. Kolaborasi ini nggak cuma bikin akses perdagangan dan investasi makin luas buat anak muda ke depannya, tapi juga jadi langkah nyata menjaga bumi sekaligus mendorong penyelesaian konflik dunia lewat jalan damai.









