Prancis dan Spanyol Berpacu Padamkan Kebakaran Sebelum Gelombang Panas Tiba

Pewarta: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 28 Juli 2026 | 13:40 WIB
Prancis dan Spanyol Berpacu Padamkan Kebakaran Sebelum Gelombang Panas Tiba
Prancis dan Spanyol Berpacu Padamkan Kebakaran Sebelum Gelombang Panas Tiba [Ilustrasi Pexels]

astakom.com, Jakarta – Para petugas pemadam kebakaran di Prancis dan Spanyol lagi struggle banget dan berpacu dengan waktu buat ngendaliin kebakaran hutan skala besar. Masalahnya, gelombang panas baru diperkirakan bakal datang lagi minggu ini dan diprediksi bakal bikin upaya pemadaman makin challenging.

Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, ngingetin kalau hari Senin dan Selasa adalah hari-hari yang sangat penting sebelum suhu kembali melonjak mulai hari Rabu. Momen ini bikin Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, ngasih peringatan langsung

“Kita menghadapi jam-jam sulit, jam-jam kompleks di depan” tuturnya.

Para pejabat Uni Eropa juga ngasih kabar  kebakaran hutan diprediksi masih bisa terjadi sampai awal November, dan berpotensi jadi tahun dengan rekor area terbakar paling parah sepanjang sejarah.

Spanyol & Prancis Siaga Satu

Kebakaran di area perbukitan Ávila, sebelah barat Madrid, resmi jadi kebakaran terbesar yang pernah tercatat di Spanyol setelah menghanguskan 50.000 hektar (125.000 acre) lahan. Nggak cuma itu, pihak berwenang juga lagi struggle memadamkan dua kebakaran terpisah di barat laut Madrid, yang bikin total area terbakar di dekat ibu kota nembus angka 70.000 hektar.

Badan meteorologi Spanyol, Aemet, nyebut kalau gelombang panas ini bakal berlanjut setidaknya sampai hari Minggu. Kondisi ini membuat upaya pemadaman kebakaran lebih sulit karena suhu tinggi dan angin selatan yang berembus kencang di beberapa tempat.

Perdana Menteri Pedro Sánchez negasin pas konferensi iklim kalau bencana ini bukan cuma insiden biasa. Ini adalah manifestasi paling menyakitkan dari keadaan darurat iklim yang membuat kebakaran hutan semakin ganas dan gelombang panas semakin sering terjadi, dan akibatnya lahan kita semakin rentan. Dia menambahkan, Ini bukan lagi pengecualian. Ini adalah aturan.

Sejauh ini, Pemerintah Spanyol melaporkan ada 172.000 hektar lahan hutan yang terbakar tahun ini angka yang enam kali lipat lebih besar dibanding rentang waktu yang sama di tahun 2025.

Situasi di Prancis juga gak kalah bikin stress. Eric Brocardi, juru bicara dinas pemadam kebakaran Prancis, ngaku kalau mereka lagi berpacu dengan waktu sebelum suhu panas ekstrem makin parah. Peramal cuaca bahkan memprediksi suhu bakal nembus 40°C (104°F) di beberapa wilayah mulai Selasa.

Rekor kebakaran terparah

Kondisi cuaca ini jelas bikin upaya mengendalikan kebakaran di Gironde (Prancis barat daya) makin membahayakan. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menggambarkan kebakaran di sana sebagai situasi yang

"Sangat intens dan tidak dapat diprediksi menghasilkan anginnya sendiri dan bergerak secara tidak menentu menuju wilayah metropolitan Bordeaux" ucapnya dilansir dari The Guardian pada Selasa (28/07/2026).

Wali Kota Bordeaux, Thomas Cazenave, bilang ke BBC kalau pihaknya udah ready sama skenario terburuk karena jarak api cuma sisa 15 km 9 mil dari kota.

"Kami sedang bersiap untuk menampung sejumlah besar orang jika evakuasi lebih lanjut diperintahkan," jelasnya.

Pas nengok lokasi di Bordeaux, Presiden Prancis Emmanuel Macron nyampaiin pesan.

“Beberapa minggu mendatang akan sulit dan kita harus bertahan.” ungkapnya.

Meski begitu, Macron nyebut kalau kebakaran di wilayah Landes yang sempat memaksa evakuasi lebih dari 30.000 orang udah mulai terkendali tapi tetap ganas.

“Kita harus sangat berhati-hati dalam beberapa jam ke depan dan beberapa hari mendatang,” sambungnya.

Kebakaran di Gironde sendiri udah menghanguskan 42.000 hektar lahan, bikin bencana ini jadi salah satu yang terparah di Prancis sejak Perang Dunia Kedua. Di Cestas, sekitar 10 mil dari Bordeaux, petugas pemadam bahkan terpaksa pakaikan alat penggali mekanis buat mencabut pohon demi bikin pembatas api.

Nuñez menambahkan, kebakaran besar yang memicu evakuasi 220.000 orang itu memang sempat tertahan geraknya sampai dini hari Senin, tapi belum terkendali dan tetap sangat sulit dikendalikan.

Habis rapat darurat pemerintah pada hari Senin, Nuñez nyebut bencana tahun ini benar-benar di luar nalar.

"Benar-benar luar biasa," ucapnya.

Lebih dari 116.000 hektar hutan dan vegetasi di Prancis udah ludes terbakar sejak Januari, jauh melampaui total 70.000 hektar sepanjang tahun 2025.

Spanyol juga ngalamin hal serupa. Pemerintah Spanyol ngerilis data kalau 172.000 hektar lahan hutan kebakar tahun ini, alias enam kali lipat lebih parah dibanding periode sama di 2025.

Bukti nyata Darurat Iklim

Pas ngobrol di konferensi iklim, Pedro Sánchez negasin kalau bencana ini bukan cuma kebetulan semata.

“Ini adalah manifestasi paling menyakitkan dari keadaan darurat iklim yang membuat kebakaran hutan semakin ganas dan gelombang panas semakin sering terjadi, dan akibatnya lahan kita semakin rentan,” ucap Sánchez.

“Ini bukan lagi pengecualian. Ini adalah aturan.” sambungnya.

Pejabat utama Komisi Eropa untuk transisi hijau, Teresa Ribera, juga ngasih reality check kalau Eropa emang belum siap ngehadapin efek krisis iklim. Pas diwawancarai El País, dia ngomong kalau komisi bakal ngusulin strategi adaptasi di bulan Oktober yang jauh lebih next-level dan komprehensif dibanding kebijakan lama.

Para ilmuwan ngejelasin kalau rentetan gelombang panas termasuk rekor panas bulan Juni emang mustahil terjadi tanpa campur tangan krisis iklim. Dampaknya, tanah dan vegetasi jadi kering kerontang yang gampang banget memicu kobaran api.

Pejabat Komisi Eropa ngungkapin kalau musim kebakaran udah start dari April dan bisa stay sampai awal November. Risiko tertinggi bertarung lawan api diprediksi mulai pertengahan minggu di Prancis, Spanyol, dan Yunani.

Badan eksekutif Uni Eropa langsung ngeluarin resources terbaiknya. Komisi Eropa udah ngeomandoin pengiriman 7 pesawat dan 4 helikopter ke Prancis, plus 6 pesawat dan 3 tim pemadam hutan ke Spanyol lewat mekanisme bantuan darurat. Pejabat Uni Eropa juga diturunin ke Bordeaux buat back-up otoritas lokal.

Tapi, kecepatan api kali ini di luar nalar. Pejabat komisi ngelaporin kalau kebakaran di Spanyol selatan yang menewaskan 13 orang itu punya kecepatan gerak sampai 4 mph sekitar 6,4 km/jam. Padahal, batas maksimal kemampuan respon petugas damkar cuma sekitar 300 meter per jam.

Skala bencana yang overpowered ini bikin kapasitas benua Eropa dipertanyakan. Italia, yang juga lagi struggling lawan kebakaran di negara sendiri, tetep respect ngirim peralatan dan personel ke Prancis dan Spanyol bareng 10 negara Eropa lainnya.

Di Portugal bagian utara dan tengah, lebih dari 1.000 petugas damkar lagi baku hantam memadamkan api. Sementara di Italia selatan wilayah Puglia, damkar juga fight. Lebih dari 400 orang kebanyakan turis yang lagi camping harus dievakuasi via jalur laut dari Semenanjung Gargano gara gara api diterjang angin kencang mendekati pantai.

Nggak cuma itu, 58 orang lainnya di Maratea juga dievakuasi pas api ngelalap daerah Basilicata. Italia sendiri lagi ready ngehadapin gelombang panas ke-4 tahun ini dengan prediksi suhu nembus 38°C sampai 40°C mulai Rabu.

Bahaya asap & bahaya lingkungan

Dampak asap dari Prancis bikin kualitas udara drop parah di sebagian besar Nouvelle-Aquitaine dan sekitarnya. Otoritas kesehatan setempat langsung ngeluarin warning berbahaya.

Kelompok rentan kayak lansia, ibu hamil, serta penderita masalah pernapasan dan penyakit kronis disuruh ekstra waspada. Warga diimbau buat selalu nutup jendela, pake masker FFP2 pas keluar rumah, dan no-stress alias menghindari aktivitas fisik yang berat.

Guna menanggulangi dampak bahaya asap ini, kantor perdana menteri ngelaporin kalau mereka udah nge drop lebih dari 1,5 juta masker FFP2 ke wilayah terdampak. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bencana kebakaran di Eropa ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan bukti nyata climate crisis yang makin unpredictable. Rekor rekor suhu panas ekstrem yang melalap puluhan ribu hektar hutan memicu alert besar buat generasi muda bahwa darurat iklim adalah ancaman nyata hari ini—bukan lagi prediksi masa depan.

Kebakaran Kebakaran Prancis dan Spanyol Prancis Spanyol

Infografis

Terkini